INFORMASI ITU PENTING

•Oktober 23, 2008 • 1 Tanggapan

Sore itu di sebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi.Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain.
Yang kecil mulai menarik-narik koran yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu. Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut.
“Pak, tolong dong anaknya dijaga!” pinta salah seorang penumpang.
Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak.
Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah. Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduanya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah.
Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak.”Pak, bisa mendidik anak tidak sich!” kata seorang penumpang dengan geram.”Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini,tapi bapak koq diam saja”. Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya,dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja ditinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya”.

Bapak itu diam sejenak…. , dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. “Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf”.
Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya.
Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain.
PERHATIKAN KONDISI SUBWAY ITU!!!
PENUMPANGNYA MASIH SAMA!!!
KEDUA ANAK ITU MASIH NAKAL-NAKAL!!!
Tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok.
SUASANA DIDALAM SUBWAY ITU BERUBAH 180 DERAJAT.
KENAPA?….
KARENA SEBUAH INFORMASI.
Begitu pentingnya sebuah INFORMASI
KECIL… bisa merubah semua ‘ATMOSPHERE’ lingkungan kita. Seringkali kita salah paham dengan teman/sahabat kita, karena kita tidak mengetahui sebuah INFORMASI KECIL tsb… dan hal tersebut akan membuat ‘ATMOSPHERE’ yang buruk dengan teman kita, mungkin kita pernah berprasangka buruk pada teman kita…
karena kita tidak mengetahui INFORMASI YANG SEBENARNYA!!
That’s is the POINT !!!
“The Truth Is Out There, You Have To Find It..’coz The The Truth Can Change The Atmosphere of Life”
Sumber : Unknown

PKS Usung Zairullah Azhar

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya memutuskan untuk mengusung HM Zairullah Azhar sebagai calon gubernur (cagub) Kalsel pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2010 mendatang.

“PKS telah menetapkan Zairullah Azhar sebagai Cagub Kalsel,’’ kata Ketua Panitia Penjaringan Pilkada, Ibnu Sina kepada wartawan, Selasa (24/11), di Banjarmasin.

Menurut Ibnu Sina, penetapan Zairullah Azhar sebagai Cagub dari PKS diputuskan pada rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), yang beranggotakan beberapa lembaga tinggi di PKS, yakni Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Syuro, Dewan Syariah dan lainnya.

“Karena penetapan cagub ini merupakan kewenangan pusat, dan pembahasannya cukup alot, mengingat tidak hanya untuk di Kalsel, tetapi juga Jambi dan Bengkulu,’’ ujar anggota Komisi III DPRD Kalsel ini.

Ibnu Sina mengakui, penetapan ini berdasarkan atas data yang disampaikan DPW PKS Kalsel, baik yang bersifat positif ataupun negatif, sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan cagub yang akan diusung partai.

“PKS memilih Zairullah Azhar, karena berdasarkan hasil survei LSI, cukup bersaing dengan incumbent, dengan selisih sekitar delapan persen,’’ tambah Ibnu Sina.

Selain itu, Zairullah Azhar telah membawa dukungan dari partai politik lain, yakni Partai Bintang Reformasi (PBR), yang telah ditandatangani Ketua DPP PBR, Bursah Zarnubi.

“Jadi PKS siap berkoalisi dengan PBR, yang ditandai dengan surat persetujuan dari Ketua DPP masing-masing,’’ tutur Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalsel ini.

Ibnu Sina menambahkan, PKS cukup optimis dengan cagub yang diusung partai, karena dengan perhitungan dukungan massa , basic massa , gerakan tim dan lainnya, bisa menandingi incumbent.

“Kegiatan yang dilakukan Zairullah, maupun sosialisasi diperkirakan mampu mengejar incumbent, terutama untuk memenangkan Pilgub mendatang,’’ tegas Ibnu Sina.

Namun masalah terletak pada pendamping Zairullah, dimana DPP meminta agar DPW bisa mengajukan dua atau tiga nama lagi yang akan dipilih menjadi calon wakil gubernur Kalsel, selain H Alwi Sahlan dan Habib Aboe Bakar Al Habsy.

“Mungkin satu dua hari ini akan kita masukan nama baru sebagai bahan pertimbangan DPP untuk menetapkan kader partai sebagai orang nomor dua,’’ ungkapnya.

Namun demikian, deklarasi pasangan calon bisa segera direalisasikan, walaupun pihaknya masih menunggu dukungan dari partai lain untuk mengusung Zairullah Azhar, seperti PAN maupun Partai Demokrat. “Jadi bisa menjadi koalisi partai besar,’’ kata Ibnu Sina. (lyn)

 

 

Buruh DSUC Tuntut Pansus

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Buruh PT Daya Sakti Unggul Corporindo Tbk (DSUC) menuntut agar DPRD Kalsel bisa membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menangani kasus mereka, yang hingga kini masih terkatung-katung.

Padahal PT DSUC sendiri telah mendapatkan putusan pailit dari Pengadilan Niaga di Jakarta, dan kegiatan perusahaan kini ditangani kurator untuk menyelesaikan segala permasalahan.

Hal ini terungkap dari pertemuan perwakilan buruh PT DSUC dengan DPRD Kalsel, yang ditemui Wakil Ketua DPRD Kalsel, Iqbal Yudiannor dan Faturrahman, beserta anggota Komisi IV, Selasa (24/11), di Banjarmasin.

“Kita minta dewan memperjuangkan nasib buruh, karena nasibnya sangat memprihatinkan, dan tidak hanya pada buruh DSUC, tetapi juga perusahaan lainnya,’’ kata Ketua PUK SP Kahut Indnesia SPSI, PT DSUC, Tumen.

Kondisi ini dikarenakan permasalahan buruh tidak pernah diselesaikan dengan tuntas, bahkan keputusannya tidak pernah berpihak pada buruh. “Kita mengharapkan adanya tindakan persuasif, agar perusahaan tidak seenaknya sendiri,’’ ujarnya.

Selain itu, juga meminta dewan untuk merekomendasikan para buruh ini pada lapangan kerja lain, agar tidak menambah angka penangguran di daerah ini, karena jumlahnya mencapai 1.400 orang.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM Iqbal Yudiannor mengatakan, pihaknya akan menyikapi masalah ini pada rapat Badan Musyarawah (Banmus) sekaligus mengkaji masalah ini, agar dapat membantu para buruh.

“Kita kaji dulu masalah ini pada Banmus, kalau memang bisa dibentuk Pansus, ya akan direalisasikan,’’ ujar anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Bahkan jika diperlukan dalam bentuk peraturan daerah untuk melindungi hak pekerja, sebagai perda inisatif dewan. “Kita lihat saja bagaimana ini nanti untuk menyelesaikannya,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kabid Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Anto Simbolon mengakui, pihaknya bisa membantu untuk menyalurkan pekerja pada lapangan kerja lain.

“Mungkin seperti rekomendasi, yang menunjukkan mereka memiliki pengalaman kerja,’’ ujarnya.

Sementara mengenai kasus DSUC sendiri, menurut Anto, tetap harus diselesaikan melalui mekanisme yang ada, yakni Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), apalagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Barito Kuala telah menerima putusan pailit dari Pengadilan Niaga.

“Hak pekerja, terkait pesangon masih dimungkinkan diperoleh, asalkan mereka memiliki surat penetapan dari pengadilan,’’ tegasnya. (lyn)

 

 

Reklamasi Lahan Minim

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin , KP – Reklamasi lahan pasca kegiatan penambangan batubara di wilayah Kalsel hingga kini masih minim, bahkan hampir tidak terlihat dan hanya menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Kita tidak melihat adanya reklamasi lahan yang dilakukan perusahaan pertambangan di Kalsel,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Perdana Kusuma kepada wartawan, usai pertemuan dengan Dinas Pertambangan Kalsel, Selasa (24/11), di Banjarmasin.

Hal ini dikarenakan Dinas Pertambangan Kalsel tidak memiliki kewenangan untuk menangani pertambangan, baik pemegang Perjanjian Karya Pertambangan Batubara (PKP2B) ataupun Kuasa Pertambangan (KP).

“Jadi mereka tidak menerima laporan kegiatan reklamasi lahan yang dilakukan oleh perusahaan tambang di Kalsel,’’ ujarnya, karena PT Adaro hingga kini tidak melakukan reklamasi lahan, sedangkan PT Arutmin hanya sedikit dibandingka kegiatan yang telah dilakukannya.

Untuk itu, Komisi III akan mempertanyakan masalah ini ke pusat, terkait PKP2B, maupun kabupaten/kota yang mengeluarkan izin KP. “Karena terkait dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah, terutama lubang tambang yang dibiarkan terbuka,’’ tambah anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar.

Sementara itu, Kepala Distamben Kalsel, Ali Muzanie mengakui, mengalami kesulitan untuk melakukan penataan tambang, karena provinsi tidak memiliki kewenangan atas pengaturan PKP2B maupun KP.

“Kita sulit mengatur, karena kewenangan KP ada di bupati, sedangkan PKP2B berada di pusat, terutama untuk pengawasan dan penertibannya,’’ kata Ali Muzanie.

Kondisi ini dikarenakan Distamber Kalsel juga tidak mendapatkan laporan secara rinci, walaupun KP di Kalsel mencapai 230 KP. Begitu pula dengan PKP2B, seperti PT Adaro dan PT Arutmin, yang juga tidak mendapatkan laporan dari Kementerian ESDM.

Padahal, sudah diwajibkan untuk memberikan tembusan data seputar KP dan produksi hingga penerbitannya, namun Ali Muzanie menjanjikan untuk mencari  celah untuk melakukan terbosan, agar dari raperda yang disusun dapat memberikan pembinaan maupun PAD.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rafi’I Muksin menyatakan, mestinya ada perjuangan Distamben mencari celah agar di luar kewenangan bupati atas KP dan PKP2B dari pusat, provinsi dapat menggali sumber lainnya.

“Paling tidak dengan kewenangan dari Otda dan Mendagri, provinsi dapat memiliki celah untuk turut serta melakukan pembinaan,’’ kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Indonesia Raya (F-PPIR). (lyn)

Jadual UN Dimajukan Maret 2010

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Jadual pelaksanaan ujian nasional (UN) dimajukan pada Maret 2010, padahal biasanya digelar sekitar Maret, baik untuk tingkat SMA/MA/SMK, SMP/MTs maupun SD/MI di Indonesia.

“Ini merupakan kebijakan baru Mendiknas yang baru, mengingat direncanakan ada ujian ulangan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, H Humaidi Syukeri kepada wartawan, usai pertemuan dengan Komisi IV DPRD Kalsel, Selasa (24/11), di Banjarmasin.

Humaidi Syukeri mengungkapkan, adanya kebijakan untuk ujian ulangan ini memungkinkan jumlah pelajar yang lulus meningkat, dibandingkan kebijakan tahun sebelumnya.

“Kita harapkan jumlah kelulusan meningkat dengan adanya ujian ulangan, yang diperkirakan dilaksanakan pada April atau Mei tahun depan,’’ tuturnya pada rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi IV, H Anshor Ramadlan.

Hal ini jelas memberikan kemudahan bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus ujian akhir, karena mendapatkan kesempatan untuk mengulang kembali, tanpa harus menunggu tahun depan.

Humaidi Syukeri menambahkan, hingga kini Departemen Pendidikan Nasional belum menetapkan standar kelulusan yang baru, dan jika berpatokan pada standar kelulusan tahun lalu, maka kesempatan lulus lebih besar.

“Rasanya standar kelulusan masih 5,00, maka kesempatan lulus ujian akhir akan semakin besar lagi,’’ tambah Humaidi Syukeri.

Selain itu, Kalsel menempati peringkat ke-15 dari 33 provinsi di Indonesia , yang menunjukkan tingkat kelulusan pada peringkat tengah pada hasil ujian nasional pada 2009 lalu.

“Kita harapkan ada peningkatan dengan berbagai langkah yang dilakukan sekolah dan Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi ujian akhir,’’ tegasnya.

Sedangkan mengenai soal ujian akhir, menurut Humaidi Syukeri, berdasarkan kurikulum satuan pendidikan, walaupun soalnya dibuat Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

Namun demikian, Humaidi Syukeri mengatakan, pihaknya optimis dengan persiapan yang telah dilakukan sekolah untuk menghadapi ujian nasional, baik lewat pengayaan dan lainnya.

“Mudah-mudahanya hasilnya cukup bagus, mengingat masih ada waktu untuk mempersiapkan peserta didik ini,’’ ungkapnya. (lyn)

Adaro Perbaiki Kolam Penampungan Limbah

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – PT Adaro Indonesia direkomendasikan untuk memperbaiki kolam penampungan limbah, yang tanggulnya sempat jebol dan mencemari Sungai Balangan beberapa waktu lalu.

“Kita telah rekomendasikan beberapa perbaikan yang mesti dilakukan PT Adaro, sehingga limbah batubara tidak lagi mencemari sungai,’’ kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel, H Rachmadi Kurdi kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kalsel, Senin (23/11), di Banjarmasin.

Bahkan perbaikan kolam penampungan ini harus rampung pada 23 November 2009, atau satu bulan setelah penilaian yang dilakukan BLHD Kalsel, dan perusahaan pertambangan batubara diwajibkan melaporkan progress per tujuh hari.

“Nanti kita tinjau lagi, apakah mereka telah memperbaiki kolam penampungan limbah ini sesuai saran BLHD atau tidak, karena terbukti telah mencemari lingkungan,’’ ungkapnya.

Selain itu, PT Adaro juga berjanji untuk menyelesaikan ganti rugi dengan masyarakat di Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Utara, karena pencemaran terhadap sungai tersebut menyebabkan kerusakan karamba ikan milik warga.

“Kalau di Balangan, ganti rugi yang diberikan sebesar Rp2,61 miliar, karena telah merusak sekitar 680 karamba, sedangkan di HSU diusulkan Rp2,5 miliar, walaupun kerusakannya tidak separah di Balangan,’’ ujar Rachmadi Kurdi.

Rachmadi Kurdi menambahkan, PT Adaro juga telah berjanji untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan, dan dituangkan dalam dokumen yang ditandatangi PT Adaro dan BLHD.

“Kita harapkan ini tidak terulang lagi, karena hanya akan merugikan masyarakat, yang menggunakan air Sungai Balangan tersebut,’’ tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Perdana Kusuma mengatakan, BLHD telah melakukan pengawasan berkala, pasca pencemaran lingkungan, bahkan bersama PT Adaro telah membuat kesempatan untuk memperbaiki kolam penampungan limbah.

“Kita tetap akan melakukan pengawasan, dengan meninjau kembali perbaikan yang telah dilakukan PT Adaro,’’ ujar anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini.

Disamping itu, masalah pencemaran lingkungan menjadi isu strategis, mengingat banyaknya perusahaan di Kalsel yang berpotensi mencemari lingkungan, sementara penyidik lingkungan terbatas.

“Karena di Kalsel hanya ada lima orang, padahal idealnya masing-masing kabupaten/kota memiliki satu penyidik lingkungan,’’ tambah Gusti Perdana, yang akan mengusulkan pada raker pimpinan dewan agar bisa menambah penyidik lingkungan di Kalsel, melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Sedangkan mengenai reklamasi lahan, seharusnya sudah tercantum dalam analisis dampak lingkungan saat mengajukan izin perusahaan, bukan setelah selesai melakukan kegiatan tambang.

“Kita harapkan Adaro bisa menunjukkan reklamasi yang telah dilakukan, terkait lubang besar di Wana dan Paringin, yang sudah selesai ditambang, namun ditinggalkan begitu saja,’’ tegasnya. (lyn)

 

Pemadaman Bergilir Terus Berlanjut

•November 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Pemadaman bergiliran kelihatannya terus berlanjut, menyusul krisis energi listrik di wilayah Kalsel dan Kalteng, mengingat daya listrik yang mampu disediakan PLN tidak mampu mencukupi keperluan masyarakat.

Bahkan kondisi ini akan semakin parah, jika pembangkit listrik ataupun jaringan distribusi mengalami gangguan, sehingga waktu dan luasan wargayang mengalami pemadaman bergiliran menjadi lebih panjang.

“Karena daya listrik yang mampu disediakan PLN sekarang hanya sekitar 240 MW atau 250 MW, sedangkan beban puncak mencapai  312,50 MW, atau defisit sekitar 68 MW,’’ kata Manager Bidang Pembangkitan PT PLN Wilayah Kalsel dan Kalteng, Heri Susanto pada rapat kerja dengan Komisi III DPRD Kalsel, Senin (23/11), di Banjarmasin.

Heri Susanto mengakui, PLN telah mengupayakan agar pelanggan industri, bisnis maupun hotel tidak lagi menggunakan pasokan listrik mulai pukul 17.00 Wita, atau menggunakan genset sendiri, dan kembali ke jaringan setelah pukul 21.00 atau 22.00 Wita, sehingga bisa dihemat sekitar 60 MW.

“Jadi ada daya sekitar 60 MW inilah yang didistribusikan kepada pelanggan rumah tangga, untuk menghindari pemadaman bergiliran, namun tetap tidak bisa mengatasi jika mesin pembangkit mengalami kerusakan atau drop mendadak,’’ tegasnya, pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi III, Gusti Perdana Kusuma.

Dijelaskan, kerusakan atau drop mesin pembangkit seringkali terjadi, terutama pada hujan kilat lalu, dimana unit 1 PLTU Asam-asam mengalami gangguan, sedangkan pembangkit lainnya sulit menutupi kehilangan sekitar 65 MW tersebut.

“Apalagi kapasitas PLTD tidak maksimal, hanya mampu membangkitkan sekitar 85 persen dari daya terpasangnya,’’ kata Heri Susanto.

Disamping itu, kondisi PLTA Riam Kanan juga baru bisa beroperasi maksimal dengan turunnya hujan beberapa hari terakhir, sehingga ada kenaikan permukaan waduk, sehingga turbin bisa digerakan 24 jam, walaupun hanya satu atau dua unit saja.

Heri Susanto mengakui, rencana overhaul PLTU Asam-asam unit 1 terpaksa ditunda hingga Januari 2010 mendatang, menunggu masuknya sekitar 70 MW dari sewa genset yang dilakukan PLN untuk mengatasi defisit listrik.

“Rencananya, sewa genset ini sudah direalisasikan pada Nopember dan Desember ini, sehingga krisis listrik bisa teratasi, khususnya pemadaman secara bergiliran,’’ ungkapnya.

Selain itu, sewa genset ini juga sebagai persiapan untuk masuknya PLTU Asam-asam unit 3 dan 4, yang diperkirakan beroperasi pada Pebruari 2011 dan April 2011 mendatang, termasuk pemasangan sambungan baru.

“Karena daftar tunggu untuk pemasangan baru hingga September 2009 ini mencapai 48.714 pelanggan, dan tambah daya 1.931 pelanggan, dengan tambahan daya listrik sekitar 73 MVA,’’ ujar Heri Susanto.

Anggota Komisi III, Gusti Rudiansyah mengharapkan agar PLN bisa memperbaiki kinerjanya, dengan tidak lagi melakukan pemadaman bergiliran, terutama yang mendadak, karena mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.

“Kita memahami PLN krisis listrik, tetapi berbagai langkah harus dilakukan agar kondisi semacam ini tidak semakin parah, terutama menawarkan solusi yang terbaik,’’ kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini. (lyn)

Curah Hujan Mulai Ganggu Aktifitas Warga Kota

•November 23, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Tingginya tingkat curah hujan yang terjadi hampir merata di ibu kota Banjarmasin belakangan ini, mulai menimbulkan kekhawatiran sejumlah warga kota akan bahaya banjir yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Bahkan gangguan air hujan belakangn ini yang makin meluas juga banyak dikeluhkan warga Kota Banjarmasin. Hal ini di utarakan oleh Agustina Warga Jalan S Parman Gg Purana, dengan tingginya curah hujan akhirnya dapur dan halamannya tenggelam akibat aliran air hujan dari sepanjang jalan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hendra warga Teluk Dalam Banjarmasin. Mereka terpaksa berkerja keras karena dengan lebatnya hujan semua jalan menuju rumahnya banjir sampai lima jam sehingga menganggu aktifitas warga yang keluar masuk jalan tersebut. Untuk itu diperlukan langkah dan upaya konkrit dari pihak terkait, agar bisa menantisipasi dan mengatasi potensi terjadinya bahaya banjir tersebut.

Kepala Dinas Pengelolaan Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin Ir Muryanta ST  kepada {[wartawan]} mengatakan memang pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan upaya untuk bisa mengantisipasi bahaya banjir, terutama pada ruas jalan utama dengana mengintensipkan pembersihan drainase.

Bahkan sebelum datang curah hujan juga telah melakukan pembersihan dan pengerukan saluran air, baik yang berupa sungai kecil maupun saluran drainase di kawasan yang  rawan akan banjir.

Untuk itulah pihaknya sekarang ini begitu hujan deras selama tak bersamaan dengan air pasang aliran air terus menghilang sehingga berbeda pada saat ini hampir tidak ada hujan, kecuali jika kondisi air pasang, ujar Muryanta.

Ia juga mengatakan memang sejauh ini sejak intensitas hujan mulai meninggi. Bahkan  mulai Kamis lalu, pihaknya selalu melakukan monitoring dan antisipasi pada titik rawan banjir, dengan melakukan pembersihan saluran drainase dan sungai.

Misalnya yang terjadi pada saluran drainase di Jalan  Lambung Mangkurat depan eks kantor pajak katanya, telah dilakukan pembersihan karena sempat tersumbat oleh sampah dan lainnya.

“Terus terang kemarin didepan kantor pajak itu sempat tersumbat, tetapi telah kita bersihkan ternyata bukan saja sampah tetapi banyak aliran yang memang selama ini fungsinya kurang maksimal,”ucapnya.

Diakui, memang dengan tingginya curah hujan menjadi kewaspadaan Dinas Sungai yang saat ini adalah potensi banjir saat terjadinya air pasang dan banjir kiriman dari daerah hulu, sebab jika itu terjadi maka potensi banjir bisa saja terjadi.

“Kita yang paling takut kalau banjir itu terjadi dihulu Sungai Martapura dan Barito, kalau pasang surut biasa paling sekitar tiga sampai empat jam,” paparnya.

Selain itu lanjutnya, untuk sungai atau saluran terbuka yang saat ini telah dilakukan pengerukan jumlahnya belum seberapa, karena baru mencapai sungai diantaranya sungai disepanjang Jl A Yani, Sutoyo S dan Belitung.(vin)

Pembangunan SDN Percontohan di Lokasi Ikip Unlam Tinggal Selangkah

•November 23, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

[]  Unlam-Pemko Segera MOU Pemanfaatan Lahan

Banjarmasin, KP – Upaya Pemko Banjarmasin memiliki {{life school}} tinggal selangkah lagi. Kepastian pembangunan akan dilakukan tahun 2010 setelah Rektor Unlam Prof Ir HM Rasmadi MS, menyetujui rencana MOU dengan Pemerintah Pemko Banjarmasin yang akan pinjam pakai untuk membangun SDN Melayu 2,3, 4 dan 9 yang sekarang ini masih digabungkan menjadi satu dengan SDN Karang Mekar, di Banjarmasin Tengah.

Bahkan pembangunan gabungan SDN Melayu yang merupakan pindahan SDN 2, 3, 4, 9 nantinya akan menjadi SDN percontohan yang dilengkapi  {{life school}} di lokasi Ikip milik Unlam Banjarmasin, di Jalan Veteran Banjarmasin yang satu lokasi dengan Fakultas Kedokteran Unlam maupun Dokter Gigi.
Persetujuan Rektor Unlam Prof HM Rasmadi MS itu disampaikan pada saat menghadiri penyusunan klosal perjanjian kerjasama pemanfaatan lahan bekas Ikip milik Unlam seluas 22 meter dengan panjang 70 meter, di Ruang Berintegrasi Pemko Banjarmasin, Selasa (23/11).

Pada penyusunan klosul persetujuan MOU yang dimediasi Assisten II Sekdako Pemko Banjarmasin Drs H Bambang Budianto MSi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Drs H Ipansyah juga Kabag Hukum H Faturahim SH, dan stap ahli Walikota Bidang Hukum Drs H Mulyadie.

‘’Saya menyetujui untuk pemanfaatan lohan milikik Unlam ini sehubungan untuk kemajuan pendidikan, karena bisa saja Fakultas Kedokteran Unlam membutuhkan {[life school]} sehingga saling sinergi dan memerlukan,’’ucap Prof Ir HM Rasmadi MS kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Senin (23/11).

Dengan begitu, ujarnya, lokasi tersebut tetap milik Unlam dan pendidikan di Kota Banjarmasin tetap berjalan karena seperti di kota-kota besar juga ada jalinan kerjasama pendidikan dari tingkat pendidikan tinggi dan tingkat dasar, katanya.

Jadi, katanya, dengan jaminan inilah diharapkan saling mendukung karena bagaimanapun juga pengembangan pendidikan ini merupakan tanggungjawab kita semua dan untuk menjalin kerjasama ini pun sangat setuju jika dilakukan secara terbuka supaya tidak ada saling curiga tetapi yang ada saling mendukung dalam memotisi pembangunan SDM melalui pengembangan dunia pendidikan.

‘’Saya yakin jika anak-anak yang sekolah di SDN Melatyu yang akan dibangun nantinya bisa termotivasi untuk memilih perguruan tinggi di bidang kedokteran,’’ucap Rasmadi lagi.

Assisten II Drs H Bambang Budianto MSi juga mengatakan pihaknya belum bisa mulai membangun gedung SDN percontohan yang akan dilengkapi Life School karena sampai sekarang ini masih menunggu dana yang dianggarkan pada tahun 2010.

Jadi, lanjutnya, keterlambatan pembangunan SDN Melayu Banjarmasin ini, yang akan dibangun di lokasi IKIP milik Unlam Banjarmasin, diharapkan bertahap bisa diwujudkan untuk membangun lengkap SDN Melayu menjadi SDN Percontohan.
‘’Kita berdoa saja mudah-mudahan bisa membangun SDN Simpang Ulin menjadi salah satu SDN percontohan berhasil,’’Kepala Dinas Pendidikan Drs H Noor Ipansyah yang mengakau pemindahan SDN Simpang Ulin yang lokasinya tak layak lagi di lokasi lama.
Tentang aset Diknas bekas bangunan SDN Simpang Ulin Banjarmasin yang belum dirobohkan, menurut Ipan, semunya sekarang tergantung persetujuan DPRD. Namun demikian semua bangka dan fasilitas milik SDN Ulin sudah dimanfaatkan di lokasi SDN Karang Mekar dimana tempat SDN Ulin digabungkan di sana.(vin)

Yudhi Miliki Poin Plus

•November 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin, HA Yudhi Wahyuni dinilai banyak memiliki poin plus untuk melanjutkan kepemimpinanya lima tahun ke depan, bahkan calon incumbent ini lebih berpeluang untuk memenangkan pemilihan kepala daerah pada 2010 mendatang.

“Yudhi Wahyuni banyak memiliki poin plus, sehingga berpotensi memenangkan Pilkada 2010 mendatang, dibandingkan dengan calon walikota Banjarmasin lainnya,’’ kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banjarmasin, HM Yusri kepada wartawan, Sabtu (21/11), di Banjarmasin.

Bahkan anggota DPRD Kalsel ini mengungkapkan, peluang untuk kembali menjadi Walikota Banjarmasin diprediksikan mencapai 40-50 persen, walaupun beberapa calon Walikota lainnya juga tetap memiliki peluang yang sama.

Hal ini dikarenakan sudah bermunculan sejumlah nama yang akan meramaikan Pilkada di Banjarmasin, seperti Anang Rosadi Adenansi yang berasal dari calon independen, ataupun H Muhidin dan Zulpadli Gazali.

“Walaupun peluangnya sama, tetapi calon lainnya tidak memiliki pendekatan dengan kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemko Banjarmasin,’’ kata Ujang Kadut, panggilan akrab HM Yusri ini.

Kelebihan lainnya, Yudhi Wahyuni juga dikenal akrab dengan kalangan guru, tokoh ulama maupun tokoh masyarakat, sedangkan yang lainnya harus berkerja keras mensosialisasikan diri agar lebih dikenal masyarakat.

“Pendekatan Yudhi Wahyuni kepada masyarakat juga cukup bagus, terbukti dengan terlaksananya beberapa proyek yang sebelumnya terkendala, terutama untuk pembebasan lahan,’’ kata anggota Komisi III DPRD Kalsel ini.

Misalnya, pembebasan jalan Piere Tendean, Jalan Veteran, maupun Pasar Tungging, yang sejak lama sulit direalisasikan, namun dengan pendekatan yang baik, akhirnya warga bersedia merelakan lahannya menjadi jalur hijau.

“Ini merupakan prestasi pembangunan, yang dilakukan berdasarkan observasi di lapangan, termasuk survei di masyarakat tentang beliau,’’ ujar mantan  anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Pertama, kegiatan sosial Yudhi di masyarakat sangat bagus, dan mesin politik partai cukup bagus. “Yudhi Wahyuni sebagai kader terbaik PAN dicanangkan menjadi calon walikota Banjarmasin,’’ tambah Ujang Kadut.

Kedua, gerakannya dari  kalangan birokrat pemerintah sudah dikenal, apalagi dengan program yang jelas, mulai dari rehab jalan, jembatan, dan gang di setiap kelurahan dan RT. “Kita bersyukur punya kader yang seperti ini,’’ ujarnya.

Begitu juga pembebasan lahan kamboja, sempat sulit dan rumit. Namun dengan pendekatan yang baik, akhirnya kamboja dapat dijadikan fasilitas umum. “Jadi beliau sudah tidak lagi memikirkan keuntungan atau profit, tapi semata-mata untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,’’ tegasnya.
Melalui interaksi dengan PNS, masyarakat dan partai, semua itu dinilai
oleh tim 17. `“Jadi DPD ada tim penilai 17 orang, mulai dari Yudhi dari
rumah sampai ke kantor kembali kerumah,’’ kata Ujang Kadut. (lyn)

 

Kalsel Belajar Sekolah Internasional

•November 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Kalsel berniat untuk membangun sekolah bertaraf internasional di daerah ini, dengan belajar ke Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang memiliki sekolah internasional yang bagus.
“Kita sengaja memilih Medan, karena mereka memiliki sekolah internasional yang bagus,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, Faturrahman kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.
Menurut Faturahman, studi banding dewan ini untuk melihat penerapan sekolah internasional ini, baik dari sarana dan prasarana sekolah, tenaga pengajar maupun pengelolaannya.
“Karena Kalsel ingin mewujudkan sekolah internasional ini, sehingga dewan perlu mengkaji persiapan yang diperlukan,’’ ungkap anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Selain itu, juga menyangkut penyediaan anggaran yang diperlukan untuk membangun sekolah bertaraf internasional ini, termasuk penyediaaan sarana dan prasarana yang mendukung.
“Artinya sekolah bertaraf internasional ini mengacu pada standar sekolah di luar negeri, baik kurikulum maupun kemampuan muridnya, yang tidak kalah dengan lulusan di Negara maju,’’ tambahnya.
Faturrahman mengakui, hal ini jelas cukup berat, karena standar yang diterapkan mengacu atau setara dengan sekolah internasional lainnya, yang jauh diatas pendidikan pada umumnya.
“Ini dilihat dari fasilitas, tenaga pengajar maupun kemampuan peserta didiknya, yang harus setara dengan pendidikan di luar negeri,’’ jelas Faturahman, yang mendampingi rombongan Komisi IV DPRD Kalsel ke Medan ini.
Untuk itulah, dewan perlu mengkaji permasalahan yang ada di sekolah internasional ini, termasuk kemampuan penyediaan anggaran yang dipastikan cukup besar.
“Tetapi karena ini telah dicantumkan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kalsel, maka secara bertahap sekolah bertaraf internasional ini akan diwujudkan,’’ tegasnya.
Diakui, Kalsel merencanakan untuk membangun sekolah internasional secara bertahap, dimulai di tingkat provinsi, dan kemudian minimal satu sekolah internasional di tiap kabupaten/kota se Kalsel.
“Kita harapkan ini bisa diwujudkan, terutama persiapan tenaga pengajar, yang tidak hanya untuk mengajar di sekolah bertaraf nasional, tetapi ditingkatkan menjadi sekolah internasional,’’ ujar Faturahman. (lyn)