INFORMASI ITU PENTING

•Oktober 23, 2008 • 2 Komentar

Sore itu di sebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi.Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain.
Yang kecil mulai menarik-narik koran yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu. Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut.
“Pak, tolong dong anaknya dijaga!” pinta salah seorang penumpang.
Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak.
Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah. Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduanya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah.
Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak.”Pak, bisa mendidik anak tidak sich!” kata seorang penumpang dengan geram.”Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini,tapi bapak koq diam saja”. Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya,dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja ditinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya”.

Bapak itu diam sejenak…. , dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. “Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf”.
Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya.
Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain.
PERHATIKAN KONDISI SUBWAY ITU!!!
PENUMPANGNYA MASIH SAMA!!!
KEDUA ANAK ITU MASIH NAKAL-NAKAL!!!
Tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok.
SUASANA DIDALAM SUBWAY ITU BERUBAH 180 DERAJAT.
KENAPA?….
KARENA SEBUAH INFORMASI.
Begitu pentingnya sebuah INFORMASI
KECIL… bisa merubah semua ‘ATMOSPHERE’ lingkungan kita. Seringkali kita salah paham dengan teman/sahabat kita, karena kita tidak mengetahui sebuah INFORMASI KECIL tsb… dan hal tersebut akan membuat ‘ATMOSPHERE’ yang buruk dengan teman kita, mungkin kita pernah berprasangka buruk pada teman kita…
karena kita tidak mengetahui INFORMASI YANG SEBENARNYA!!
That’s is the POINT !!!
“The Truth Is Out There, You Have To Find It..’coz The The Truth Can Change The Atmosphere of Life”
Sumber : Unknown

Bank Kalsel Buka KCP di Pemprop Banjarbaru

•Januari 5, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Bank Kalsel untuk meningkatkan pelayanan menambah
jaringan lagi di Kantor Cabang Pembantu, di lingkungan Pusat
Pemerintah Propinsi Banjarbaru, di Jalan Trikora.
Penambahan KCP yang dibuka secara resmi oleh Direktur Bisnis Bank
Kalsel, Supian Noor dengan ditandai pemotongan untai buka meleati,
belum lama ini untuk menambah fasilitas dan membantu kelancaran dalam
pembayaran di lingkungan Pemerintah Banjarbaru.
Pada kegiatan pembaukaan juga dihadiri Selain Direksi dan para pejabat
eksekutif Bank Kalsel, acara pembukaan juga diikuti oleh Penjabat
Pemprov Kalsel, serta tokoh masyarakat dan mitra kerja Bank Kalsel
lainnya.
Direktur Bisnis Bank Kalsel, Supian Noor, mengatakan pembukaan Cabang
Pembantu Kantor Gubernur, di Banjarbaru ini selain untuk memberikan
pelayanan perbankan yang lebih optimal bagi Pemprov Kalsel dalam hal
pengelolaan dana kas daerah, pembiayaan-pembiayaan, layanan kepada
pegawai dan rekanan/mitra bisnis Pemprov Kalsel, juga untuk memberikan
layanan kepada masyarakat luas.
Bahkan, katanya, sejak tahun 1991 Bank Kalsel telah hadir di Kantor
Gubernur, berupa Kantor Kas (KK). KCP Kantor Gubernur di Banjarbaru
ini merupakan KCP ke 7 (tujuh) dan ATM ke 53 yang dimiliki Bank
Kalsel. Kini layanan yang diberikan KCP tentu berbeda dari KK, layanan
kantor jenis KCP pastinya lebih luas sebagaimana layanan bank umumnya
seperti, penghimpunan dana masyarakat, yaitu tabungan, deposito, dll,
serta juga menyediakan layanan jasa perbankan, seperti transfer dan
penyaluran kredit.
Selanjutya, ujar Supian Noor, Bank Kalsel juga memiliki komitmen yang
kuat untuk turut membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian serta
pembangunan di daerah, sejalan dengan visi misi Bank Kalsel.
Karena, ujarnya, kedepannya Bank Kalsel akan terus melakukan
perubahan-perubahan dalam upaya lebih meningkatkan mutu pelayanan dan
memberikan yang terbaik bagi para nasabah, relasi, mitra bisnis dan
masyarakat secara keseluruhan yang membutuhkan jasa keuangan
perbankan. (vin)

Pemko Dapat Bantuan 10 Kelotok Wisata dari Bank BNI

•Januari 5, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Guna mendukung program Pemerintah Kota (Pemko)
Banjarmasin yang ingin menggalakkan wisata sungai, Bank BNI Wilayan 09
Banjarmasin, kembali mengucurkan sumbangkan 10 kelotok wisata guna
menambah armada kapal pariwisata di ibu kota propinsi Kalsel.
Pemberian 10 klotok wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya
tarik wisata kota Banjarmasin, yang mempunyai cirri khas wisata air,
sebagai salah satu objek wisata, di kota Seribu Sungai.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota
Banjarmasin, Drs Noorhasan MM keopada {[wartawan]}, di sela-sela
penyerahan klotok wisata dari BNI,  mengatakan, bantuan kelotok
tersebut diharapkan bisa menjangkau sungai-sungai di kota Banjarmasin.
Sebelumnya, dua kapal wisata memang dinilai tidak bisa berfungsi
maksimal karena cakupannya sangat terbatas yakni hanya bisa berlabuh
di sungai besar dan dengan adanya kelotok ini maka wisata sungai di
kota ini bisa dilihat hingga sungai-sungai berukuran sedang.
“Saat ini para wisatawan banyak yang meminta melihat kondisi kota ini
dari sungai, dan rupanya sungai-sungai kecil atau sedang banyak
diminati untuk dikungjungi,” katanya.
Khusus keinginan wisatawan tersebut kini dapat terpenuhi, yakni
melihat sisi kehidupan masyarakat di Banjarmasin dikawasan-kawasan
yang sebelumnya sulit dijangkau dan bagi mereka itu merupakan daya
tarik tersendiri.
Terlebih bagi wisatawan asing, mereka lebih tertarik melihat kehidupan
masyarakat kota ini dibantaran sungai dan hal itu masih bisa ditemui
disungai-sungai berkuran sedang.
Bahkan, dengan adanya bantuan dari Bank BNI ini, Pemko Banjarmasin
menilai bahwa sarana pariwisata kini bertambah kembali dan jumlahnya
cukup banyak sehingga bisa dipergunakan setiap hari.
“Kalau dari segi muatan, setidaknya kelotok ini bisa menampung hingga
sepuluh orang, dengan sewa yang akan kita tetapkan, cukup terjangkau,”
katanya.
Walikota H Muhidin mengaku terima kasih dengan bantuan BNI yang cukup
peduli dengan kota dari semua toilet wisata sekarang 10 klotok wisata,
yang semuanya diharapkan untuk bisa dioperasionalkan dengan
sebaik-baiknya.
Ia juga mengatakan  bantuan klotok ini juga diterima langsung diterima
oleh Walikota Banjarmasin, H Muhidin yang diserahkan secara simbolis
oleh Bank BNI di Pemko Banjarmasin dengan  bantuan ini menunjukan
kepedulian perbangkan di dunia pariwisata kota Banjarmasin.
Ketua ASITA Kalsel H Andhi Hairudin Hanafiah mengatakan bantuan ini
diharapkan bisa membantu mengembangan wisata di kota seribu sungai
dimana klotok merupakan cirri khas kota Banjarmasin dan pihak BNK yang
memberikan bantuan juga menunjukan perhatain dan kepedulian dalam
mendukung pembangunan di kota ini khususnya dibidang pariwisata.(vin)

Pemko Tertibkan Pasar Tungging Ilegal di Belitung

•Januari 5, 2012 • 1 Komentar

Banjarmasin, KP  – Menyusul semakin bertambahnya pedagang yang
berjualan secara liar di tepi Jalan Belirtung,  setelah sekian lama
dibiarkan, akhirnya Pemerintah Kota Banjarmasin melakuan penertibkan
pasar tungging ilegal yang marak di semakin hari terus bertambah.
Kegiatan penertiban yang langsung dipimpin Kepala Dinas Pengelolaan
Pasar Kota Banjarmasin bersama tim gabungan yang terdiridari Dinas
Pengelolaan Pasar, Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk membongkar
lapak PKL yang dibangun di badan jalan.
“ Kita ingin mengembalikan citra kota Banjaramsin Bungas, sehingga
yang ngak benar pasti pelan-pelan dilakikan penertiban dan jika ada
PKL yang berani melakukan aktivitas berjualan di badan jalan, maka
pada penertiban kali ini langsung dibongkar,”tegas Kepala Dinas
Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, Drs H Hermansyah, Rabu (4/1).
Karena, menurutnya, penertiban inipun sengaja dilakukan secara
bertahap dimana untuk PKL yang memakai badan jalan akan lebih dulu
ditertibkan. Sebab untuk PKL seperti yang berjualan di pinggir jalan
memang tidak diperbolehkan sama sekali, selain mengganggu lalulintas
juga telah ada aturannya yang melarang menggunakan badan jalan, kata
mantan Camat Tengah ini.
Selanjutnya, katanya lagi, pada penertiban akan dilakukan pada
pedagang yang menyewa atau menggunakan halaman rumah warga. Penertiban
ini selain akan dilakukan pembongkaran pula, pihaknya pun akan
memperingatkan warga yang menyewakan halaman mereka.
“Memang tujuan penertiban ini sesuai komitmen mereka atau warga
setempat yang dulunya mendesak dan ingin pasar tungging di sekitar
rumahnya ditertibkan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan,”katanya.
Sementara itu, meski telah ditertibkan bahkan disediakan tempat
relokasi baru oleh Pemerintah Kota Banjarmasin di komplek khusus.
Namun kawasan Belitung Banjarmasin Barat kembali marak dengan
munculnya pasar tungging (ilegal).
Bahkan, para PKL tidak hanya mengunakan badan jalan untuk aktivitas
berjualan, akan tetapi ada juga PKL yang sengaja menyewa halaman rumah
warga untuk dibuatkan kios yang kondisinya pun juga mengakibatkan
sejumlah pedagang pasar tungging yang berada di areal resmi mengeluh
dengan keberadaan mereka, karena penghasilannya mereka menurun
sehingga bagi dinas ini perlu dilakukan penertiban.(vin)

Banjarmasin Peringkat Satu Tanamkan Modal di Bank Kalsel

•Januari 5, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

[] ATM Terus di Tambah

Banjarmasin, KP – Upaya Walikota Banjarmasin H Muhidin untuk merubah
kebijaksaan di era kepemimpinanya, memang tidak tanggung-tanggung.
Bahkan Ketua DPD PAN Kalsel ini saat memasuki jabatan tahun kedua
memimpin kota seribu sungai ini terus melakukan gerakan perubahan.
Salah satu bentuk kebijasanaannya, Pemko Banjarmasin mampu menempati
peringkat pertama dalam melakukan penyertaan modal di Bank Kalsel
dibanding 13 Kabupaten Kota se Kalsel, setelah menyertakan tambahan
model sebesar Rp10 Miliar pada tahun 2011 kemarin.
Namun jika dibandingkan dengan penyertaan modal pemerintah Propinsi
Kalsel, Pemko Banjarmasin masih menduduki peringkat kedua, karena
sampai sekarang ini pemegang saham mayoritas masih dipegang oleh
Pemerintah Propinsi Kalsel.
Kepala Devisi Dana Jasa Bank Kalsel H Ardiansyah saat dikonfrmasin
{[KP]}, Rabu (4/1) membenarkan kalau sampai sekarang Pemko menduduki
peringat kedua setelah Propinsi Kalsel dalam penyertaan modal ke Bank
Kalsel.
“Alhamdulilah memang Pemko Banjarmasin di era kepemimpinan Pak
Walikota H Muhidin sudah menambah penyertaan modal di Bank Kalsel
sehingga total seluruhnya mencapai sebesar Rp38 Miliar dari modal
sebelumnya,’’ungkap mantan Kepala Cabang Bank Kalsel Cabang Utama
Banjarmasin ini.
Dengan ditambahnya penyertaan modal dari Pemko Banjarmasin ke Bank
Kalsel ini, menurut Ardiansyah, pihak Bank Kalsel mengucapkan terima
kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Karena bagaimanapun juga
dengan tambahan penyertaan modal ini akan memperlancar usaha di jasa
perkreditan bagi warga Banua.
Walikota H Muhidin saat dikonfirmasi soal penambahan penyertaan modal
membenarkan dan langkah yang dilakukan hanya untuk mencari tambahan
pendapatan untuk daerah Kota yang selama ini memang terus meningkat.
“Ada peluang bagus mengapa tak dimanfaatkan, sehingga kita sama-sama
ikut menambahkan ke Bank Kalsel,’’ungap Muhidin.
{[Tambah ATM]}
Khusus untuk meningkatkan pelayanan dan menambah jaringan, Bank Kalsel
di Pemko juga akan ditingkatkan pelayanan untuk bisa memberikan
pelayanan surat perintah bayar (SPU).
“Status kantornya masih kas pembantu hanya ditingkatkan pelayanan
untuk memberikan layanan surat perintah bayar sehingga tak perlu lagi
antri di kantor cabang,’’ucap Kepala Devisi Perencanaan Bank Kalsel
Fauzan.
Selain itu Bank Kalsel juga akan menambah 36 unit Anjungan Tunai
Mandiri (ATM) di seluruh Kalsel yang pada akhir tahun 2011 sebanyak 53
ATM dengan ditambah 36 sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan
lagi.
“Ya kita berharap ATM Bank Kalsel seluruhnya bisa memberikan layanan
yang baik dan tak ada yang trabel, karena memang sebagai Banknya orang
banua ingin memberikan pelayanan yang terbaik,’ucap Fauzan yang
didampingi Humas Bank Kalsel Ririn.
Khusus ATM di Kantor Pusat Jalan Lambung Mangkurat yang tertutup
karena ada perbaikan, menurut Fauzan, pihak Bank Kalsel meminta maaf
dan diharapkan bisa memanfaatkan ATM lain yang terdekat seperti di
lokasi areal Pemko Banjarmasin.(vin)

Relokasi Pedagang Ayam Kembali Molor

•Desember 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

walikota Banjarmasin H Muhidin saat meninjau Pasar Ayam di BIIM

[] Saat Tinjau Pasar Ayam Walikota Bersin-Bersin

Banjarmasin, KP – Rencana relokasi sejumlah pedagang dan pengusaha penampungan ayam di Kota Banjarmasin, Rabu (14/12) kemarin ternyata tertunda lagi. Oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, kembali dijaduwalkan batas akhir reloasi pemotongan unggas dilakukan  21 Desember mendatang.

“Terus terang kita hanya ingin menghela nafas dulu, dan tidak melakukan penundaan kembali untuk relokasi pedagang unggas yang sudah disediaan Rumah Potong Unggas satu kawasan di Basirih. Dengan begitu apel siaga pada hari ini, saya bubarkan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Ir H Doyo Pudjadi saat memimpin apel pasukan, di halaman Pemko Banjarmasin, Rabu (14/120

Pertimbangan penundaan pedagang ayam, menurut Doyo Pudjadi, karena sampai searang sarana dan prasana yang diinginan pedagang belum siap. Dengan begitu proses relokasi penampungan ayam kembali harus dijadwalkan ulang, dikarenakan persoalan adanya kelompok pedagang ayam yang beraktivitas dilingkungan masyarakat dan perumahan, ternyata belum sepenuhnya ayah mereka belum bisa ditampung.

Disisi lain ada pula yang beraktivitas berupa tempat pemotongan yang ada dipasar. “Dua perbedaan inilah yang menyebabkan, kita kembali memberikan toleransi sekaligus membantah kalau relokasi pedagang ayam bukan gagal tetapi dijadulkan ulang kembali,”ujar  kepada {{wartawan}} yang meminta  pengertiannya ada sejumlah pekerjaan teknis yang memang belum bisa dilaksanakan.

Selanjutnya, pihaknya tidak ingin melakukan relokasi hanya kepada salah satu kelompok yang ada tersebut. Namun kegiatan penjaualan yang dilakukan dalam rangka memantapkan dan meminimilisir, kemungkinan resiko yang akan terjadi.

Doyo juga mengatakan memang Walikota Banjarmasin H Muhidin telah beberapa kali menegaskan, bahwa pada tanggal 21 Desember seperti yang dijadwalkan itu, pihaknya tidak akan melakukan penundaan lagi. “Apapun alasannya, harus pada bulan Desember ini juga,” bebernya Doyo yang akan mengerahkan segala kekuatan supaya pedagang unggas ini bisa dipindahkan Basirih Banjarmasin.

Disamping itu paparnya, persiapan kandang yang dilakukan di tempat rumah potong hewan Jalan  Mantuil Basirih Banjarmasin, oleh pedagang kembali harus ditata menggunakan sekat atau pembatas dari bamboo supaya kondisi kandang yang disiapkan, tidak menghambat aktivitas mereka.

Jadi, katanya, hal inilah yang sekarang masih dilaukan persiapan agar ayam tidak menjadi satu. Karena pemiliknya setiap pedagang berbeda-beda dan sekarang ini diharapkan secepatnya bisa ditempati.

{[Bau Menyengat]}

Walikota Banjarmasin H Muhidin, saat meninjau salah satu lokasi pasar dan penampungan ayam, di Pasar BIM Banjarmasin, yang lokasinya 50 Meter dari Pemko Banjarmasin langsung bersin-bersin, maklum selain kondisinya  nampak sangat kurang nyaman dan tampak kumuh.

Padahal, bangunan Pasar yang cukup representatip, tampak kurang tertata dan acak-acakan sehingga kondisinya tampak kumuh serta bau kurang sedap menyenyat saat memasuki lokasi Pedagang Ayam di Pusat Kandang Ayam di Pasar BIM Kota Banjarmasin ini.

Bahkan Walikota H Muhidin begitu masuk langsung bersih-bersin sehingga setiba keluar Pasar Ayam langsung mendukung dan setuju kalau pemotongan unggas di pindahkan ke Basirih Banjarmasin agar kota Banjaramsin bersih dengan kandang-kandang ayam yang ada acak-acakan dan menekan udara yang tidak baik dilokasi tersebut.

Bahkan, katannya, kalau memang benar-benar harus ditata dan direlokasi, supaya disana bersih harus diberlakukan semua dan semua pedagang harus dipindahkan di lokasi Basirih sehingga kota Banjarmasin bersih dari ternak unggas.

Sebelumnya, sejak pukul 14.00 Wita, Rabu (14/12) kemarin, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, memastikan sudah memulai proses pemindahan seluruh tempat penampungan ayam yang tersebar dibeberapa titik di Kota Banjarmasin, ke tempat penampungan dan pemotongan unggas di Jalan Mantuil Basirih Banjarmasin.

Namun tiba-tiba proses pemindahan atau relokasi itu, yang akan dibantu sejumlah aparat gabungan terdiri dari petugas Dishubkominfo, Kepolisian, Satpol-PP, Kodim serta Koramil setempat yang mencapai lebih dari 30 orang, ditunda lagi karena lokasi tempat pemundahan harus dimandatkan lagi sesuai permintaan pedagang.(vin)

Walikota Muhidin Bertekat Ingin Tata Pasar Baru

•Desember 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Walikota Banjarmasin H Muhidin saat meninjau Pasar Baru, Rabu (14/12)

Banjarmasin, KP – Langkah Walikota H Muhidin yang bertekad untuk melakukan penataan Pasar Baru tidak main-main. Bahkan, pucuk pimpinan Pemko Banjarmasin, Rabu (14/12) kembali mengunjungi eks lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Atap Biru yang sudah mulai bersih dari puing-puing bangunan paska di bongkar.

Namun Walikota yang didampingi Kadis Bina Marga Ir H Fajar Desira dan Kepala Dinas Pasar Kota Banjaramsin Drs H Hermansyah secara berulang-ulang secepatnya meminta perbaikan drainase dan jalan agar lokasi Pasar Baru bisa dimanfaatkan secara maksimal dan PKL yang menolak di relokasi untuk bersabar karena masih dilakukan penataan.

“Kita tak ada target tetapi secepatnya stap saya diminta untuk melakukan pembenahan drainase yang selama ini kurang difungsikan sebagai mana mestinya. Bahkan kita juga tak ingin menyakiti para PKL atap biru,’’ucap Walikota H Muhidin lagi.

Muhidin juga ingin melakukan penataan relokasi PKL di sepanjang Jalan Pasar Baru Banjarmasin, dengan menyeluruh. “Penataan yang kita lakukan, mulai dari saluran drainase, jalan, angkutan yang ada, sampai lokasi parkir,” ujar Walikota H Muhidin, saat meninjau langsung ke lokasi Pasar Baru, yang kini bersih dari para PKL.

Menurutnya, pihaknya tidak ingin, lokasi yang sudah berhasil dibersihkan dari para PKL itu, kembali menjadi tidak tertata. Apalagi sampai kekumuhan yang dulu terjadi, kembali terulang, “Jadi semuanya kita upayakan, untuk dianggarkan tahun depan,” imbuhnya.

Muhidin juga mengatakan hal pertama dan yang paling penting untuk segera dibenahi adalah saluran drainase, sebab kondisi drainase yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung dan menyalurkan air saat terjadi hujan.

“Coba saja lihat, drainase saja  tertutup beton, jadi bisa dilakukan pergeseran atau menormalkan fungsi saluran ini agar lebih baik sehingga Pasar Baru kedepan tak banjir lagi,” ucapnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Ir H Nurul Fajar Desira CES, saat mendampingi peninjauan itu, juga menambahkan, penataan jalan juga akan dilakukan dilokasi tersebut, agar fungsi jalan, bisa dicapai dengan maksimal. “Melihat kondisi sekarang, paling tidak akan dilakukan pengaspalan dulu,” ujar Fajar.

Kendati demikian, Fajar mengaku, kalau pihaknya belum melakukan pengukuran secara detail berapa panjang dan lebar jalan yang ada, sehingga pihaknya tidak bisa menaksir berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membenahi jalan tersebut. “Mungkin nilainya cukup besar, jadi dianggarkan tahun 2012 nanti,” ungkapnya.

Sekretaris Dishubkominfo Kota Banjarmasin Drs H Feranisal menjelaskan, Dishub dalamwaktu dekat, juga akan melakukan pembenahan lokasi terminal yang ada dilokasi itu, disamping akan melakukan penataan lokasi parkir. “Nanti saja mobil angkutan yang parkir disini, bergantian dengan jumlah paling banyak lima unit,” jelas Feranisal.

Sedangkan salah  seorang pengelola parkir dikawasan itu, Ibramsyah, mengaku pihaknya bersedia untuk ditata, sejauh hal itu untuk kepentingan yang lebih luas. “Kalau hanya mundur beberapa meter tidak masalah, sejauh tidak merugikan,” kata Ibram.(vin)

SKPD Pemko Lemah Administrasi Aset

•Desember 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Sebanyak 16 unit Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintahan Kota mulai diaudit oleh Inspektorat Propinsi Kalimantan Selatan sejak pekan lalu.

Namun dari hasil audit  untuk mengevaluasi realisasi APBD tahun 2011 yang dikelola semua SKPD pada umumnya masih lemah dibidang adminitrasi dibidang aset daerah.

Kepala Inspektorat Kota Banjarmasin Drs H Gazi Ahmadi mengatakan, setidaknya diperlukan waktu hingga 21 hari untuk proses audit ke-16 SKPD Pemko Banjarmasin tersebut di tingkat propinsi.

“Jadi sementara ini belum bisa diumumkan, pada 2012 nanti baru bisa diumumkan,” ujarnya kepada {{wartawan}}, di Banarmasin, belum lama ini.

Bahkan, ujarnya, audit di 16 SKPD tersebut sudah dilakukan pihaknya. Namun karena prosedurnya harus kembali di audit pada tingkatan Propinsi, dan selanjutnya nanti  diuadit kembali oleh BPK, maka hasil audit yang sudah dilakukan Inspektorat Banjarmasin belum bisa diumumkan kepublik.

Namun, ujar Gazi sedikit membocorkan, bahwa umumnya kelemahan SKPD Pemko Banjarmasin adalah pada pelaporan kelengkapan administrasi aset.

“Jadi kalau diminta melengkapi harus segera dilengkapi SKPD yang bersangkutan,” ujar Gazi siangkat.(vin)

 

Dinas Pasar Kirim Somasi Pedagang Pasar Baru Lagi

•Desember 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin, KP – Pihak Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin melalui Kejaksaan Negeri telah mengirimkan surat somasi ke II kepada ratusan pedagang pasar baru. Seperti yang diinginkan surat somasi tersebut ditekannya agar penunggak pembayaran sewa kios tersebut dapat melunasi hutangnya paling lambat Desember ini.

“Melalui somasi ke dua ini, kita ingin agar para pedagang lebih memperhatikannya, dan dari surat tersebut kami minta agar dapat dibayarkan paling lambat Desember ini,”ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, Drs H Hermansyah kepada {[wartawan]}, Rabu (14/12)

Ia juga mengatakan saat pembayaran tunggakan sewa kios dari Pasar baru tersebut cukup berjalan lancar. Malah hampir 30 persen pedagang mulai membayar tunggakan kiosnya meskipun dengan cara mencicil.

“Memang sejauh ini sudah lumayan cukup banyak pedagang yang membayar, dan hasilnya sudah sekitar Rp 200 jutaan dari total tunggakan di pasar tersebut,”terang Herman.

Dikatakannya, penagihan tunggakan ini akan berlanjut sehingga bisa mencapai Rp 600 Jutaan sebagai total tunggakan sewa kios mereka selama ini. Oleh karenanya pula,  Dinas ini juga menargetkan paling lambat akhir Desember penagihan tunggakan Pasar Baru selesai.

“Paling tidak bisa tercapai 50 persen dari total tunggakan mereka sudah bisa menjadi PAD kita akhir Desember ini, jika misalnya tidak tercapai maka akan dilanjutkan lagi pada 2012 nanti,”katanya.

Diakui, rencana selanjutnya, mulai 2012 nanti Dinas ini akan menarik tunggakan Pasar Pandu dan Pasar Kuripan.  Sasaran penagihan kepada dua pasar tersebut karena jumlah tunggkaan pasar yang cukup besar yakni Rp 500 jutaan.

Dikatakan, pihkanya pun sengaja engejar penagihan ini lantaran pihkanya juga telah melakukna revitaliasasi pasar hingga sesuai dengan keinginan pedagang dan pengunjung pasar.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin akan melakukan tagikan terhadap 40 pasar tradisional di kota ini dan besar tunggakan pasar yang harus disetor sebagai PAD daerah ini sebesar Rp 2 Miliar.

Namun, katanya,  tunggakan pasar tersebut, terjadi sejak 2001 lalu, namun hinga saat ini para pedagang yang mengambil dan mencicil kios pada pasar tersebut enggan membayar dengan berbagai alasan, diantaranya penghasilan pedagang yang menurun.(vin)

 

Dinkes Gelar {{Fogging}} Gratis

•Desember 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin,  KP – Pihak Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin guna menekan kasus Deman Berdarah sekaligus untuk membunuh jentik-jentik, sejak Oktober sampai Desember terus menggelar {{fogging}} secara gratis di sejumlah kelurahan di Banjarmasin.

Kegiatan {[fogging]} yang sebelumnya dicanangkan Walikota H Muhidin bersamaan Peresmian Pemanfataan Puskesmas Allalak Selatan, yang dijadikan pusat rawat inap tersebut, untuk membantu masyarakat agar terhindar dari dari kasus Deman Berdarah.

“Kegiatan {{fogging}} gratis yang dilaukan untuk membantu dan membrantas gigitan dari serangan nyamuk {{aedes aeghypti}} yang sangat membahayakan ini,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Drg Diah P kepada {[wartawan}}, di Banjarmasin, Rabu (13/12).

Karena, katanya, khusus Deman Berdarah {{DB}} yang sekarang ini tak memandang siapapun bisa terserang penyakit yang mematikan, sehingga Dinas Kesehatan selama tiga bulan menggelar kegiatan fogging meskipun hanya masih terbatas di lingkungan rumah yang rawan kasus {{DB}}.

Ia juga mengakui kalau kegiatan {{fogging}} yang dilakukan ini, dan diharapkan bisa membantu untuk menjaga lingkungan yang  bersih dari sarang nyamuk {{adesagepty, yang memang paling suka melakukan berkembang biak di tempat yang bersih.

Oleh karena itu, ujar Diah, jika selama ini meminta Foging gartsi cukup menghubungi Kantor Dinas Kesehatan. Karena selama ini Dinas Kesehatan tak pernah membebani biaya untuk kegiatan Fogging yang diharapkan tepat sasaran.

“Kalau sampai ada kegiatan Fogging yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan sampai meminta biaya silahkan lapor ke Dinas Kesehatan akan melacak dan menindaklanjuti kasus ini,’’ujar Diah seraya menambahkan kalau kegiatan Fogging selama ini memang dilakukan secara gratis.

Jadi, katanya, kegiatan fogging ini sangat membantu kinerja Dinas Kesehatan  karena dengan musim {{DB}} sangatlah layak digelar kegiatan yang membantu memerangi jentik nyamuk supaya lebih meringatkan pemerintah kota juga jajaran Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

“Saya tak membantu kegiatan fogging tetapi harus ada koordinasi dengan Jajaran Dinas Kesehatan supaya tak terjadi tumpang tindih seperti yang dilakukan  oknum yang mengatasnamakan Dinkes selama ini,”demikian Kadis Kesehatan Diah P.(vin)

 

Speedy Gelar Open Table di Lokasi Sungai Andai

•Desember 14, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Promo Speedy: PT Telkom area Kalsel saat menawarkan promo Speedy akses internet cepat gratis modem dan gratis registrasi di wilayah Pesona Sei Sungai Andai, yang mulai berlangsung, Kamis (8/12) dengan tim dengan berbaju Speedy.

Banjarmsin - PT TELKOM CS Area Kalsel menawarkan paket  Speedy Akses Internet Cepat  Gratis Modem dan Gratis Registrasi, dengan harga Rp 99 ribu per bulan selama 1 tahun dengan paket perdana.

Promo Speedy melalui Open Table yang digelar selama 3 hari dari Kamis (8/12)   hingga Sabtu (10/12) Desember 2011 diberikan kepada pelanggan di lokasi MRB KYI yaitu Komp.AMD Permai KYI dengan kapasitas jual 128 ssl dan MRC KYI di Lokasi Komp.Pesona Purnama Sei Andai.

Manager CS Area Kalsel, Deny Aryanto mengatakan, promo spedy yang digekar selama  selama tiga hari yang duoeruntukan kedua lokasi tersebut,  minimal berlangganan selama 12 bulan.

Jadi, kata Deny Aryanto, layanan internet broadband menjadi salah satu pilihan pelanggan dan kewajiban Telkom untuk meningkatkan kualitasnya.

“Untuk itulah menjadi pelanggan internet cepat speedy, kami memberikan kemudahan khususnya untuk di dua lokasi tersebut. Calon pelanggan secara otomatis akan dilayani dan dicatat sebagai  pelanggan oleh petugas Tim Sales Speedy, jadi tidak harus datang dan berkunjung ke Plasa Telkom,’’katanya.

Dengan begitu, ujar berbagai tawaran dan fasilitas yang diberikan tersebut, diharapkan akan makin banyak kalangan masyarakat yang memanfaatkan Speedy untuk mendukung aktivitas mereka, apa pun bidang kerjanya.

Salah seorang warga Sungai Andai di Pesona yang mengaku bernama Syahril menyambut baik tawaran speedy yang melaukan promo dan mengenalkan sistim layanan internat tanpa harus pelanggan datang bisa mendapatan layanan.

“Sekarang Telkomselangkah lebih maju, karena kalau dulu pelanggan datang sekarang pelanggan sudah terima di tempat bisa berlangganan speedy,’’demikian puji Syahril yang langsung memasang dan berlangganan Speedy setahun.(vin)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.