TPA Basiriih Manfaatkan Penerangan Dari Biogas 5000 Watt

Banjarmasin, KP – Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah di Basrih  milik Pemko Bajarmasin yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan sejak 2013 hingga sekarang ini teleh berhasil menghasilkan bio gas dari proses lahan urug terkontrol (timbunan sampah organic).

Bahkan biogas tersebut sudah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang berwujud gas dan yang telah dikonversi menjadi energy listrik bagi kebutuhan di sekitar lokasi TPA Basirih yang selama ini sudah dialirkan dan dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum maupun perkantoran dan masak di kawasan TPA Basirih.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Banjarmasin Drs H Muchyar MAP di sela-sela kunjungan ke TPA Basirih Banjarmasin dengan {[wartawan}],  mengatakan pemanfaatan sampah dari biogas ini sudah dimulai sejak 2013 lalu.

Bahkan, pihaknya sengaja memaanfaatkan energy yang tersimpan dari sampah yang terangkut ke TPA sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi sampah yang selama ini banyak kurang diketahui oleh masyarakat.

“Pemanfaatn sampah ini untuk meningkat nilai ekonomi dari sampah yang disamping  gas metan yang dihasilkan dari sampah ternyata mampu menjadi energy listrik dan energy gas untuk kegiatan masak-memasak,”katanya Muhiyar yang memang siang itu diminta wartawan secara tiba-tiba melakukan peninjauan ke TPA Basirih, Rabu (15/10) siang.

Sementara itu, gas metan dari 40 hektar TPA sampai sekarang ini sudah menghasilkan 5000 watt energy listrik yang dimanfaatkan untuk penerangan di sekitar TPA. Selain itu gas metan tersebut juga telah dimanfaatkan untuk membantu kegiatan memasak.

“Kalau di lokasi TPA ini, kami sudah menggunakan gas nya untuk memasak dan energy listrik dan jika hasilnya lebih besar akan dikembangkan lebih luas untuk amsyarakat di sekitar lokasi tersebut,”katanya

Muchyar juga mengatakan bahwa ke depan pemanfaatan energy biogas sampah ini akan diperluas lagi ke masyarakat sekitar. Hal ini agar masyarakat juga merasakan hasil dari energy tumpukan sampah.

“Artinya tidak hanya baunya saja yan mereka nikmati, namun hasil energinya pun bisa dinikmasti secara bersama-sama,”katanya.

Pihaknya berupaya agar energy ini aman dan efekrtif digunakan warga. Kemungkinan akan disalurkan dengan pipa khusus atau leat tabung elpiji. “Dan kami masih menimbang-nimbang cara yang paling efektif dan aman untuk bisa menyalurkan gas tersebut,”demikian Muchyar.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 15, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: