Pemprov Diminta Segera Tanggulangi Kabut Asap

Banjarmasin, KP – Pemprov Kalsel diminta melakukan tindakan nyata dalam menanggulangi permasalahan kabut asap yang semakin parah belakangan ini, bahkan hampir merata di seluruh wilayah Kalsel.

“Pemprov perlu melakukan tindakan nyata menanggulangi kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap, seperti hujan buatan,’’ kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera  (PKS), H Riswandi kepada wartawan, Rabu (8/10), di Banjarmasin.

Riswandi mengakui, memang hujan buatan memerlukan biaya tinggi, dan hasilnya belum tentu sesuai harapan.  “Tetapi itu salah satu upaya menanggulangi masalah kabut asap,’’ lanjutnya.

Usaha lain, menurut dia, melalui pendekatan keagamaan, seperti yang direncanakan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, untuk bersama-sama melaksanakan shalat istisqa (memohon hujan kepada Allah swt).

“Rencana pak gubernur menggelar shalat istisqa bersama masyarakat, untuk meminta hujan, salah satu langkah yang tepat,’’ tambah anggota dewan tiga periode ini.

Menurut Riswandi, kondisi kabut asap yang melanda beberapa wilayah Kalsel ini sudah sangat parah, dengan meningkatkan titik panas yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.

“Sudah saatnya Pemprov Kalsel bersama masyarakat melaksanakan shalat istisqa minta hujan,’’ ujar Riswandi.

Hal yang sama dengan hujan buatan, yang perlu dilakukan untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kabut asap yang sudah cukup mengganggu berbagai aktivitas serta kesehatan masyarakat.

“Anggaran untuk pembiayaan hujan buatan, sudah tersedia dalam APBD 2014, dengan menggunakan dana pada pos tanggap darurat dan atau tidak terduga, yang keseluruhan nilainya mencapai Rp3 miliar,’’ tambahnya.

Alasannya, kabut asap seperti belakangan yang melanda beberapa wilayah Kalsel sudah termasuk dalam keadaan darurat, karena sudah mengganggu aktivitas, bisnis dengan terganggunya transportasi udara hingga kesehatan masyarakat akibat terpapar kabut asap.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, jumlah hotspot yang terpantau di wilayah Kalsel hingga 6 Oktober 2014 lalu mencapai 1.135 hotspot yang tersebar di wilayah Kalsel.

Kondisi inilah yang menyebabkan kabut asap tebal melanda hampir seluruh wilayah Kalsel, bahkan tidak hanya pagi, namun menjelang siang kabut asap masih dirasakan warga Kalsel.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 15, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: