Krisis Air Baku PDAM Bandarmasih Makin Parah

BANJARMASIN, KP – Kalsel yang dilanda musim kemarau panjang kali ini bukan saja membuat rasa was-was sejumlah perusahaan air bersih di daerah ini. Bahkan PDAM Bandarmasih juga mengalami kekhawatiran krisis air baku, sehubungan ketersedaian air baku belakangan ini semakin menipis.

Bahkan belakangan ini kuantitas air baku juga mengalami keterbatasana dari dampak semakin menipisnya kwalitas air baku yang makin hari semakin parah dan sangat memprihatinkan.

Kondisi  ini juga dialami oleh PDAM Bandarmasih. Hal ini dikarenakan sumber air baku yang diambil dari Sungai Banjarmasin saat ini mengalami intrusi air laut yang sangat tinggi.

“Saat ini memang intrusi air laut sudah diatas 1500 ppm, jadi hampir sama dengan keasinan air laut, sehingga Intake Air Baku Sungai Bilu hanya sekitar5 jam bisa dimanfaatkan dan itupun harus dicampur dengan air baku dari Sungai Tabuk,”ungkap Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir H Muslih, Senin (13/10) siang.

Karena instrusi yang sangat tinggi tersebut, PDAM terpaksa mengandal sumber air baku yang diambil pada Intake Sungai Lulut yang selama ini dialirkan melalui Intake Pematang Panjang Sungai Lulut.

Sedangkan sumber air baku Riam Kanan sudah lama tidak bisa diandalkan atau nol persen. Padahal perjanjian semula sumber air baku dari Riam Kanan sangat diandalkan, tetapi sejak 10 tahun terakhir ini yang semula pemilik tambah yang hanya sekitar200 sekarang sudah menjadi 4000.

“Coba saja sekarang ini tampaknya waduk Irigasi Riam Kanan air mengalir dengan jernih. Padahal sedimentasinya sudah sangat tinggi, dan aliran airnya sudah habis diambil para petani tambak ikan disana,”katanya.

Khusus Intake Sungai Bilu hanya bisa dioperaionalkan beberapa jam. “Karena kondisi itu maka pada intake Sungai Bilu itu dioperasionalkan 5 – 8 jam, dan pompa pada intake sungai bilu hanya dioperasionalkan beberapa unit saja,”katanya.

Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, Muslih juga menjelaskan, dalam mengantisipasi krisis air baku ini, diharapkan secepanya Pemerintah Propinsi Kalsel segera turun yang dan diperlukan kerjasama dengan semua pihak. Karena air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi negara sehingga air merupakan hajat hidup orang perlu mendapatkan perhatian penuh.

Ia juga memprediksi jika tidak diantisipasi mulai saat ini, ketersediaan air baku PDAM semakin menipis bahkan dapat habis 5 -10 tahun mendatang.“Kami berharap keadaan ini jadi perhatian Pemkot dan Pemprov, seba jika tidak mulai tahun depan diatai maka sumber air baku di kota kita makin langka,”ungkap Wakil Ketua Perpamsi Pusat ini.

Muslih yang sudah menjabat dua  Wakil Ketua Perpamsi Seluruh Indonesia ini juga berharap ada dukungan dari seluruh masyarakat, pemerintah dan seluruh stekholder. Karenanya selain mengharapkan bantuan dari pemerintah, kenaikan tarif untuk membantu pembangunan embung juga terpaksa dilakukan.

Sedangkan dukungan untuk membantu terjaganya kelestarian air baku ini di Kalsel, Muslih juga berharap melalui program  Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupatan Banjar, Pelaihari dan Batola yang disebut  (BANJAR BAKULA) supaya bisa mendapatkan kepastian air baku. Padahal kota Banjarmasin mendapatkan dukungan untuk pembangunan 350 liter/detik intalasi pengolahan air.

“Kalau sampai tahun 2015 ketersedian air baku melalui  BANJAR BAKULA tak segera diwujudkan tentu saja PDAM Banjarmasih khususnya diperluka kerja keras untuk membangun atau melakukan pengadaan ketersediaan air baku, yang memang selama ini diperlukan kepastian,’’ungkap Muslih lagi.

Karena, ujarnya, masalah air tak bisa ditunda-tunda tetapi merupakan kebutuhan yang harus ada kepatian dan untuk melakukan pengadaan air baku ini tak bisa spotan tetapi harus segera diwujudkan. Karena sampai sekarang ini baik dari Pemerintah Pusat dan Pemprop Kaslel belum ada kejelasan yang berpihak pembangunan masalah air baku, demikian Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir H Muslih.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 15, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: