Gepeng Anak di Banjarmasin Terus Bertambah

Banjarmasin, KP – Penanganan gelandangan pengemis (gepeng) di Banjarmasin dianggap belum maksimal. Terbukti, mulai Ramadhan lalu sampai saat ini, para gepeng itu masih banyak berkeliaran di Banjarmasin. Bahkan jumlah gepeng anak justru tampak semakin bertambah.

Kondisi gepeng anak yang sering mangkal di perempatan jalan masing-masing di Sparman, Kol Sugiono, Antasari hingga Jalan Sultan Adam setiap siang hingga sore ini selain sangat menganggu para pemakai jalan juga mereka pada umumnya kurang memperhatikan keselamatannya.

 

Apalagi sebagai kota perdagangan dan jasa, memang  Kota Banjarmasin menjadi sasaran empuk bagi aktivitas para gelandangan pengemis (gepeng) dan anak jalanan. Hal ini tentu saja Pihak Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kota Banjarmasin melalui tim gabungan ingin akan segera menggalakan razia gepeng dengan satuan POL PP.

 

“Keberadaan  para gepeng yang banyak tersebar di beberapa tempat ibadah dan pasar, warung-warung  termasuk perempatan lampu merah saat ini pada umumnya mereka berdatangan dari luar kota,’’kata Kepala Dinas Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kota Banjarmasin Drs H Agus Surono kepada {[KP]}, melalui telepon gegamnya, Minggu (2/9).

 

Dikatakan dengan jumlah gepeng yang terus bertambah ini, dalam waktu dekat bersama satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan koordinasi jika memang perlu dipulangkan dan dikawal petugas dari Dinas Sosial dan yang berasal dari Kelayanpun dipulangkan dengan diantar.

 

Diakui Agus, komunitas pengemis ini bermunculan menjelang  sore hingga malam. Mereka pada umumnya melakukan operasi di perempatan lampu merah. Bahkan meski  dirazia, kemunculan gepeng dan anjal  tetap saja tak terkendali.

 

Selain mereka sebagian selain berdatangan dari luar Banjarmasin. Hal itu terbukti saat dilakukan razia bersih tetapi sebulan kemudian kembali operasinal. Namun untuk meminimalisir peredaran gepeng, akan memperketat penjagaan di delapan titik tempat biasa gepeng melakukan aktivitasnya. “Di antaranya di perempatan Jalan S Parman–Jalan  Belitung, Soetoyo S, Brigjeng H Hassan Basry (depan Tulip Dept Store) termasuk depan Mesjid Agung Miftahul Ihsan Jalan Pangeran Antasari,” paparnya..

 

Bahkan dalam waktu dekat ini berkoordinasi dengan Pol PP, pihaknya akan melakukan razia terhadap Anjal dan Gepeng. Untuk razia ini juga akan melibatkan Dinas Kesehatan guna memeriksa kesehatan termasuk antisipasi virus penyakit.

 

Dikatakan,  rencana pendataan ini akan dilakukan pemilahan. Jika berusia produktif akan dibina, sementara bagi yang lanjut usia, namun tak punya keluarga akan dikirim ke panti wreda.“Kami juga berharap bagi kecamatan dan kelurahan untuk ikut mengawasi bagi gepeng yang dipulangkan ke keluarganya,” katanya.

Sementara bagi gepeng dari luar daerah akan dipulangkan ke daerah asalnya melalui dinas sosial prov.“Jika antarpulau memang kewenangannya ada di provinsi, Pemko hanya memberikan rekomendasi, kecuali jika dalam provinsi kita yang menanggung biayanya” demikian Kepala Dinas Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kota Banjarmasin Drs H Agus Surono.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada September 4, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: