Muhidin Adobsi Kepemimpinan Jokowi

Banjarmasin, KP – Walikota Banjaramsin H Muhidin kembali membuat gebrakan baru. Diam-diam pria yang murah seyum mengaku mengadopi kepemimpinan Jokowi dengan melakukan  uji assessment lelang jabatan eslon II, III, dan IV di Lingkungan Pemko Banjarmasin.

Bahkan pejabat yang belatar belakang pengusaha tersebut, Pemko Banjarmasin untuk menentukan posisi dan menyesuaikan kedudukan para pejabat dilingkungan Pemko pemerintah yang dikendalikannya ingin meniru cara-cara gaya Gubenur DKI Jakarta yang dikaguminya.

 

“Sungguh saya mulai mencontoh gaya, Jokowi, termasuk untuk melakukan lelang jabatan, nanti kalau hasil uji Assesment baik, maka mereka bisa menduduki jabatan yang ditentukan,” ujar Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, kepada {{wartawan}}, usai sosialisasi Uji Assessment,  di Aula Kayuh Baimbai Kantor Wali Kota Banjarmasin, Rabu (28/8).

 

Menurut bapak yang berpakain trendy, kebijaskaan ini melalui  proses uji yang akan dilakukan di BKN Pusat itu, pihaknya tidak lagi harus bingung dalam menentukan siapa dan posisi apa yang akan ditempati pejabat bersangkutan. Terlebih seperti sekarang ini, dimana masih ada posisi Kepala Dinas dan Camat yang masih kosong dan dijabat Pelaksana Tugas (Plt). “Yang peting sekarang ini, hanya mengisi dulu. Kalau kosong, nanti susah juga,” katanya.

 

Bahkan direncanakan,  mulai tahun 2014 mendatang, akan dilakukan penyesuaian posisi para pejabat yang ada. Hal itu lanjutnya, dilakukan menyeluruh mulai dari tingkat Eselon II, III hingga IV. “Artinya reshuffle ada lagi setelah hasil uji assment itu dilakukan, ujianya mulai bulan Oktober nanti,” katanya.

 

Anggota tim uji Assessment dari BKN Pusat Sri Kusmaningsih menjelaskan, hasil uji assessment biasanya dapat diterima oleh Pemko dalam kurun waktu 2 bulan pasca ujian dilakukan. Hasil tersebut akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Daerah, dan dapat digunakan sesuai kebutuhan yang diinginkan.

 

“Jadi apakah itu untuk menentukan posisi jabatan atau keperluan lainnya,” ujar Maning sapaannya, usai memberikan sosialisasi.

 

Bahkan dalam pengujian yang dilakukan, sejumlah materi uji akan diberikan mulai dari ujian tertulis, wawancara hingga kompetensi. Sedangkan tingkat ke akuratan hasil pengujian yang dilakukan, diyakini mencapai 70 persen benar dan tepat.“Karena ini jumlah pejabatnya banyak, maka hasilnya juga disampaikan bertahap,” ungkapnya.

Khusus di Kalimantan, Pemerintah Daerah yang telah melakukan uji assessment diantaranya Hulu Sungai Tengah, dan banyak pula dari Kaltim. Apalgi karena Banjarmasin ini sebagai pilot project reformasi birokrasi, maka uji assessment ini perlu dilakukan.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Agustus 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: