Banjarmasin Terkendala Terapkan Sanitary Landfill

Banjarmasin, KP – Meskipun Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 sudah mengamanatkan, bahwa mulai tahun 2014 tak dibolehkan lagi mengoperasikan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah secara {{open dumping}} tetapi harus menggunakan sistim {{Controlled Landdfill}}, bagi kota Kecil atau sedang dan sistim Sanitary Landfill bagi kota besar atau metropolitan termasuk Banjarmasin, tetapi sampai sekarang belum bisa dilaksanakan karena masih harus dilakukan pengkajian ulang.

“Untuk menerapkan Sanitary Landfill di Banjarmasin terkendala alam, karena itulah masih dilakukan penyesuia, namun jika UU mengamanahkan bahwa Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah secara {{open dumping}} harus menggunakan sistim {{Controlled Landdfill}} tentunya mau tidak mau harus dilaksanakan,’’ungkap Kepala Dinas Kebersihan Kota Banjarmasin Mukhyar kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Kamis (29/8).

 

Mukhyar juga mengakui bahwa pengelolaan sampah dengan sistem Sanitary landfield yang harus diterapkan pada tahun 2014  sangat memberatkan Kota Banjarmasin. Mengingat, kondisi alam di Kota Banjarmasin dengan pasang surutnya dan tanah rawa, sehingga jika harus dilakukan buka dan tutup juga lahan TPA yang dimilikinya sangat terbatas.

Jadi, ujar Mukhyar, dengan kondisi alam seperti ini, maka akan sulit untuk melakukan sistem penutupan sampah di TPA Basirih yang dimiliki Kota Banjarmasin. Meski, nantinya akan menggunakan anggaran yang lebih besar. “Kita akan coba dan upayakan karena UU mengamanahkan demikian, karena jika hal ini tak dilakukan akan terkena sangsi,’’ujarnya.

 

Karena itulah, ujar Mukhyar, pihaknya berharap wacana yang sudah lama akan membangun TPA Regional Hutan Panjang yang tertuang dalam Banjarbakula diharapkan segera diwujudkan. Sebab Banjarbakula memang sudah terencana dalam bentuk konsep yang baik, tetapi sampai sekarang belum bisa terlaksana.

 

“Kita sangat berharap   tindak lanjut dan karena selain pembangunan TPA juga untuk mengatasi masalah persampahan dalam untuk pengurangan dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya untuk melaksanakan pengurangan dengan melaksanakan TPS melakui konsep 3 R yakni Redyce, Reuse, dan Recyle, ‘’katanya.

 

Jadi, katanya, pengelolaan sampah tidak lagi mengandalkan pola kumpul angkut dan buang, namun beralih ke pola pengurungan dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA sekarang mulai berkurang.

Karena, menurunnya kinerja pengelolaann sampah belakangan ini yang berkurang sehubungan, keterlibatan masyarakat di lingkungan yang merupakan pemicu terjadinya degradasi kualitas lingkungan perkotaan termasuk masalah kebersihan kota.

Apalagi kalau dikaitkan pertumbuhan penduduk yang begitu cepat, terutama di wilayah perkotaan, memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Karena dampak tersebut disikapi dengan tepat, khsusunya dalam penanangan di bidang penyehatan Lingkungan Pemukiman dalam hal ini yang berkauatan dengan pengelolaan sampah, aiar limbah, dan penaangan sistim drainase perkotaan.

 

Khusus mengetrapan Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 yang mengamanatkan, bahwa mulai tahun 2014 tak dibolehkan lagi mengoperasikan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah secara {{open dumping}} tetapi harus menggunakan sistim {{Controlled Landdfill}}, bagi kota Kecil atau sedang dan sistim Sanitary Landfill, Mukhyar menerangkan, pihaknya telah menyampaikan kepada pemerintah pusat, mengenai kondisi alam di Kota Banjarmasin.

Dengan menyampaikan kesulitan Kota Banjarmasin untuk melaksanakan pengelolaan sampah menggunakan sistem Sanitary landfield, diharapkan Pemerintah Pusat, akan memberikan perlakuan khusus untuk Kota Banjarmasin.“Kita akan meminta perlakuan khusus tersebut sama seperti dalam penilaian Adipura untuk Kota Banjarmasin,’’papar Muhiyar.

Ditambahkan meskipun sudah diberikan perlakuan khusus tersebut, tetap saja kedepannya Pemerintah Kota Banjarmasin akan mengusahakan pengelolaan sampah menggunakan sistem Sanitary landfield tersebut.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Agustus 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: