Komisi II Pelajari Swasembada Pangan

Banjarmasin, KP – Komisi II DPRD Kalsel berupaya meningkatkan produksi padi, dengan belajar swasembada pangan di provinsi Jawa Timur pada 14-16 Agustus 2013.

“Kita perlu belajar cara provinsi tersebut mempertahankan swasembada pangan di daerahnya,’’ kata Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Burhanuddin kepada wartawan, melalui telepon selular, Kamis (15/8), di Banjarmasin.

 

Menurut Burhanuddin, swasembada pangan di Jawa Timur patut diacungi jempol, karena provinsi tersebut berani menolak beras impor dan tetap mempertahankan ketahanan pangannya.

 

“Ini yang perlu dipelajari dewan, agar dapat mensinergikan dengan ketahanan pangan nasional,’’ tambah politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini.

 

Burhanuddin menambahkan, sikap Jatim cukup beralasan menolak impor,  karena untuk melindungi keberdayaan petani dan harga gabah nasional agar tidak anjlok, sehingga merugikan rakyat tani.

 

“Petani juga perlu dilindungi dengan mempertahankan harga gabah tidak anjlok, yang berdampak merugikan pada petani,’’ jelas Burhanuddin.

 

Walaupun, di sisi lain, masyarakat menginginkan harga pangan, khususnya beras dengan harga murah dan terjangkau daya beli mereka.

 

“Ini juga patut menjadi pertimbangan pemerintah daerah, agar tidak ada yang dirugikan,’’ tambahnya.

 

Oleh sebab itu, perlu dilakukan kajian secara komprehensif agar swasembaga pangan terus meningkat, pendapatan petani terus bertambah, dengan harga yang terjangkau daya beli masyarakat secara umum.

 

Apalagi berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel, selama beberapa tahun terakhir, Kalsel juga mengalami surplus beras.

 

“Tetapi apakah Kalsel juga berani menolak impor beras sebagaimana pernah dilakukan Jatim,’’ ujar Burhanuddin.

 

Sementara berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (PBS) Kalsel, produkai padi di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa, tiap tahun terus mengalami peningkatan.

 

Sebagai contoh produksi padi Kalsel, berdasar Angka Tetap (Atap) tahun 2011 tercatat 2.038.309 ton menjadi 2.086.220 ton pada tahun 2012 atau meningkat 47.911 ton (2,35 persen).

 

Kemudian berdasar Angka Ramalan (Aram) I tahun 2013, produksi padi Kalsel sebanyak 2.128.031 ton atau meningkat 41.811 ton (2,00 persen) dibandingkan dengan tahun 2012.

 

Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel tersebut, penyumbang produksi padi terbanyak Kabupaten Barito Kuala (Batola) 17,53 persen, Tapin 13,73 persen, dan Kabupaten Banjar 13,65 persen.

Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 10,94 persen, Hulu Sungai Tengah (HST) 9,70 persen, dan kabupaten/kota lainnya (Kab Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru) sebanyak 34,44 persen.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Agustus 15, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: