Tujuh Karyawan Adukan Perusahaan Tak Bayar THR Lima Tahun

[] Posko Pengaduan Terima Dua Kasus

Banjarmasin, KP – Tujuh karyawan di sebuah Perbangkan Swata mewakili kawan-kawan tempat mereka bekerja mengadukan secara tertulis karena tak membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) selama lima tahun bertutut-turut. Kasus tersebut terungkap pada Posko pengaduan yang dibuka Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin.

“Kelima karyawan yang tak terima Tunjangan Hari Raya (THR) membuka masalah ini ke Pemko Banjarmasin melalui Dinas Tenaga Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Banjaramsin untuk mendapatkan kebijaksanan supaya perusahaan bisa membayarkan THR yang dipersyaratkan dalam UU tenaga kerja,’’ungkap Kabid Hubungan Industeri dan Persyaratak Kerja, Dinsosnaker Banjarmasin Dra Hj Lefina Yohana Rottei kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Rabu (24/7).

Ia juga mengatakan sejak dibuka minggu pertama bulan Ramadhan sudah ada dua pengaduan masuk di posko THR. Salah satunya, para karyawan yang mengaku sudah 5 tahun kerja tak pernah dapat THR, sehingga dengan kondisi yang demikian Dinas Sosial akan menindaklanjuti paska lebaran jika memang tak melakukan pembayaran.

Dikatakan, memang  ada sekitar tujuh perwakilan karyawan mengaku kerja disalah satu divisi di sektor perbankan, datang keposko THR, mengadukan nasib mereka yang sudah 5 tahun kerja tak pernah dapat THR.

“Memang yang datang keposko sekitar 7 orang dan mereka masih ada lagi temannya senasib serupa, mereka perwakilan datang kesini,” papar mereka bahwa  pengaduan lainnya yang masuk keposko THR dari karyawan industri, tapi melewati telpon juga ada tetapi masih ditindaklanjuti pelan-pelan.

Lefina menyatakan, Dinsosnaker akan menindaklanjuti aduan ini karena, langkah awal akan memberikan surat edaran keperusahaan-perusahaan tentang pelaksanaan pembayaran THR keagamaan H-7 wajib sudah dibayar kekaryawan. Bahkan mereka juga akan dikhususkan juga surat edaran terkait aduan tadi kepada perusahaan terkait.

Jadi, kataya, kalau sampai Hari Raya nanti para karyawan yang mengadu permasalahan yang sudah tujuh tahun tak dapat THR, bisa adukan lagi keposko, maka akan kita tindaklanjuti secara teknis.

Ia juga  menegaskan, akan ada sanksi perusahaan yang mangkir bayar THR kepada karyawannya. Dalam ketentuan, karyawan yang sudah satu tahun lebih kerja dapat THR sebesar gaji, yang di bawah satu tahun dibayar secara prefisional.

“THR ini wajib didapat semua karyawan, mau dia outsourching atau kontrak, kalau sudah kerja lebih dari 3 bulan, berhak dapat THR,” papar Lefina.

Ditambahkan Kasi Perselisihan Hubungan Industeri dan Syarat Kerja Dinsosnaker Kota Banjarmasin, S Drs Simajuntak, perusahaan yang mangkir bayar pajak bisa dikenakan sanksi administrasi bahkan pencabutan izin usaha.

“Kalau perusahaan bandel tanpa mau membayar THR pekerjanya itu bisa kita laporkan gugatan kepengadilan industeri, untuk diproses secara hukum,” ungkapnya.

Sebagaiman diketahui, Dinsosnaker Kota Banjarmasin telah mendirikan posko pengaduan THR di kantornya di jalan Pramuka wilayah A Yani KM 6. Sebagaimana tahun lalu, karyawan yang merasa diterlantarkan perusahaannya tidak dibayar THR bisa mengadukan kepihaknya.

“Tahun lalu, aduan terkait tidak dibayar THR ini juga ada, tapi setelah kita surati perusahaan yang bersangkutan, terbukti tidak ada aduan lagi setelahnya, berarti sudah beres,” ungkap Lefina.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: