Pemungsian Sungai Veteran Diapit Dua Jalan Mulai Dikaji

Banjarmasin, KP – Wacana Pemerintah Kota Banjarmasin yang akan memindah sungai di tengah jalan  yang dibuat mengapit jalan sekarang ini mulai dilakukan pengkajian bersama Pemerintah Propinsi Kalsel karena memang jalan tersebur milik Pemprop.

“Kita ingin jalan di Veteran ini di samping menyamping dan sungainya di tengah sehingga selain menambah sirkulasi sungai juga akan tertata dengan baik sehingga mempermudah tranporrasi,’’kata  Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Kota Banjarmasin Ir Muryanta kepada {{wartawan}},  Senin (29/7).

Menurutnya, jalan Veteran yang merupakan milik pemerintah provinsi itu diwacanakan, dan bukan mustahil bisa terwujus dan mengapit sungai alias sungai yang ada dipindah ketengah, dan jalan seberang menyebrangnya. “Ini mulai dikaji kemungkinan kapan bisa dikerjakannya,” ungkap Muryanta.

Dikatakan  Muryanta, pemikiran sementara ini harus dipindahnya sungai itu kebagian tengah semata-mata untuk melestarikannya, yakni, dari jembatan pemukiman yang merusak istetika dan seenaknya terkesan menutup sungai.

“Sekarang ini memang rancangan rencananyakan, sungai yang ada itu diuruk, dibuat jalan, nanti ditengah-tengah jalan digali sebagai sungai buatan,” terangnya.

Dikatakan Muryanta, jalan Veteran itu nantinya kalau dengan sungai yang ada luasnya kurang lebih 20 meter. Sehingga sekitar 5 meter di tengahnya dibuat menjadi sungai. “Sisanya kan buat jalan samping kanan dan kirinya,” paparnya.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Bappeda Banjarmasin Ir Nurul Fajar Desira Ces, bahwa wacana membuat jalan Vetrran mengapit sungai ini cukup direspon Pemprov fositif, dan Pemprov berjanji mengkajinya.

“Sebenarnya ini usulan lama, tapi memang sempat tenggelam, dan dimunculkan kembali yang sekarang ini mulai direspon Pemprov,” ujarnya.

Dikatakan Fajar, proses pemindahan sungai dan pembangunan jalan baru di sisi kiri dan kana sungai, sebenarnya telah masuk dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kota Banjarmasin.
“Seperti di Jl Sutoyo itu, RTBL sudah ada sejak tahun 2010 lalu. Namun hingga sekarang belum terealisasi, alasannya saya tidak tahu,” katanya.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: