Pemerintah Harus Sikapi Peredaran Narkoba di Banjarmasin

[] Terpidana Harus  di Hukum Berat

Banjarmasin, KP – Banjarmasin yang dikenal sebagai daerah pengedar narkoba nomor satu se Kalimantan dan lima besar di Indonesia, tentu harus disikapi Pemerintah Kota maupun Propinsi Kalsel. Karena masalah ini merupakan hal yang serius dan jangan sampai daerah yang dikenal agamis justru  menjadi sarang  perederan butiran pil laknat yang semakin mengancam banyak generasi muda ini.

 

“Kita ingin terpidana Narkoba dan kasus hukum yang mencakup narkoba jangan dianggap main-main bila perlu dihukum berat karena dengan  upaya penyelundupan pil setan itu nyaris sempurna sehingga sekarang semua pihak harus bersatu dan merapatkan barisan untuk melawan dan memeranginya,’’ungkap Politisi PKS Habib Abubakar kepada {[wartawan]}, di  sela-sela buka puasa bersama, Sabtu (21/7).

 

Menurut anggota DPR RI Komisi III Bidang Hukum ini, dengan terbongkarkarnya oleh aparat yang berhasil menyita narkoba 5,4, kg dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp1,5 miliar ini menunjukan sistim keamasan peredaran narkoba dalam plastik selama ini sangat mengkawarirkan. Hal ini tentu semua pihak harus bersama-sama untuk bisa menghentikan pusat peredaran narkoba di Banjarmasin maupun wilayah Kalimantan Selatan.

 

“Sungguh kita sangat malu, karena seandainya aparat keamanan kurang awas, bisa dipastikan 4,5 kh narkoba  akan makin membanjiri anak negeri ini dan meracuni para generasi muda kita. Untunglah, aparat mendapat info perihal kiriman narkokoba dan berhasil digagalkan untuk beredar,’’ungkap Abubakar lagi.

 

Lebih ironisnya lagi, sekarang ini banyak hasil razia dan tangkapan tetapi jika dipersidangan kurang dikawal dikhawatirkan apakah hukuman sangsi atau hukuman yang dijatuhkan ini sudah menunjukan kesungguhan. Hal ini pening ditindaklanjuti dengan membentuk tim gabungan dari Satgas Narkoba untuk melakukan pemantauan.

 

Ia juga mengakui memang Banjarmasin merupakan lokasi strategis untuk melakukan peredaran penyelundupan barang narkoba. Bahkan terungkapnya kasus penyelundupan menunjukkan bahwa serbuan narkoba tak pernah berhenti. Bahkan bisa dibilang gempuran benda laknat berbagai jenis itu kian menggila di kota yang kita cintai ini.

 

Habib juga khatir terlepas dari teori gunung es bahwa pengungkapan kasus narkoba hanya sebagian kecil dari jumlah kasus sebenarnya, peningkatan jumlah barang bukti itu menandakan bahwa barang-barang haram ini secara kasatmata kian meningkat, baik serbuan maupun penyalahgunaannya. Serbuan terbesar, ya, lewat penyelundupan dengan berbagai modus.

 

Selain melalui pelabuhan udara, para penyelundup narkoba juga menyasar pelabuhan laut, baik yang besar maupun sungai. Karena pemasok narkoba ini jika melalui Jakarta kerap kali digagalkan sehingga hal ini tentu saja menjadi warning aparat di ibu kota propinsi Kalsel ini.

 

Karena, ujarnya Politisi PKS ini, luasnya perairan dan banyaknya sungai dan pelabuhan di Kalsel tak menutup kemungkinan menjadikan modus penyelundupan lewat pelabuhan tikus paling sering digunakan sindikat narkoba yang dilakukan pengiriman langsung dari luar negeri dilakukan melalui jalur laut.

 

“’Risikonya lebih rendah, daya angkut lebih besar. Inilah kenapa sindikat banyak yang menggunakan modus ini,” kata Habib menambahkan, semakin subur karena luasnya perairan dan daerah tambang di Kalsel yang tidak diimbangi dengan sarana-prasarana patroli laut lantaran terbatasnya anggaran.

Bahkan, ujarnya, karena minimnya sarana-prasarana patroli laut, jarang terdengar kabar pengungkapan kasus penyelundupan narkoba melalui pelabuhan tikus. Sedikit sekali kasus yang diungkap. Karena itulah supaya menambah efek jera semua harus sepakat terpidana Narkoba harus dihukum berat dan bersama-sama memerangi sindikar narkoba di negari ini.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: