Dewan Fokus Tuntaskan Kerja Pansus

Banjarmasin, KP – DPRD Kalsel kini memfokuskan pada penyelesaian kerja dua panitia khusus (Pansus), yang dinilai penting untuk segera dituntaskan dalam waktu dekat.

“Kita menilai kerja Pansus sangat penting bagi daerah, sehingga diprioritaskan tuntas pada Juli ini,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Riswandi kepada wartawan, kemarin, di Banjarmasin.

 

Menurut Riswandi, dua Pansus ini, adalah Pansus Aset Daerah, dan Optimalisasi Sumber Daya Alam di Pulau Larilarian dan sekitarnya, ditargetkan dapat menuntaskan permasalahan ini.

 

“Paling tidak, Pansus bisa mengeluarkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti eksekutif,’’ tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

 

Seperti, Pansus Aset Daerah, yang penting untuk mengatasi persoalan aset yang selalu menjadi catatan dan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

 

“Karena kalau selalu menjadi temuan, maka sulit bagi Kalsel untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),’’ ujar Riswandi.

 

Apalagi opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) sudah beberapa tahun ini diraih Kalsel, namun tidak mampu meningkatkan ke posisi diatasnya, yakni WTP, karena terganjal masalah aset.

 

Diakui, masalah aset ini memang cukup berat, karena menyangkut aset peninggalan eks Kanwil, sehingga sulit memenuhi standar akuntansi pemerintah (SAP).

 

“Dewan menganggap serius permasalahan aset daerah tersebut, dan perlu Pansus untuk mengawal penataan agar sesuai SAP,’’ ungkapnya.

 

Hal ini diharapkan agar Laporan Keuangan Daerah tahun depan bisa mendapatkan opini WTP, mengingat masalah aset bisa dituntaskan, sebagaimana rekomendasi dari Pansus Aset Daerah ini.

 

Hal yang sama dengan Pansus Optimalisasi SDA Pulau Larilarian dan sekitarnya, terutama mengawal penetapan status Pulau Larilarian masuk wilayah Kalsel.

 

“Karena masih dalam bentuk draft, dan belum ditandatangani Mendagri,’’ jelas Riswandi.

 

Kondisi ini memerlukan langkah proaktif, agar penetapan status ini bisa terealisasi secepatnya, termasuk membicarakan participant interest maupun bagi hasilnya.

 

“Kalau kita diam saja, jangan-jangan malah ketinggalan lagi, seperti kemenangan di Mahkamah Agung, namun Kalsel tidak dilibatkan pada pembangunan kilang di perairan Pulau Larilarian,’’ ujarnya.

Langkah proaktif ini diperlukan agar Kalsel dilibatkan dalam eksplorasi SDA yang ada di perairan, dan tidak boleh lengah, mengingat provinsi Sulbar cukup agresif untuk mempertahankan kepemilikan pulau tersebut, walaupun kalah di MA.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juli 29, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: