PDAM Pastikan Pemasangan Pipa Tak Ganggu Debit Air Drainase

Banjarmasin, KP –  Kegiatan proses pemasangan pipa distribusi air bersih kepada pelanggan milik PDAM Bandarmasih di Jalan Ahmad Yani,  dipastikan tidak akan mengganggu aliran air di drainase ataupun debe air tepi Jalan Protokol tersebut maupun pembangunan flyover.
Direktur Teknis PDAM Bandarmasih , Ir  H Yudha Ahmadi mengatakan,  pipa yang dipasang di bawah dasar sungai,  dan tidak berpengaruh pada fungsi drainase atau saluran air tersebut karena menggunakan pipa sipon yang merupakan teknologi terbaru.
Bahkan  sebagian drainase di Ahmad Yani yang digunakan untuk pemasangan pipa. Yakni dari depan Rumah Sakit Siaga dan IAIN ke arah simpang empat Gatot Subroto, katanya kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, belum lama ini.
Didampingi Ir HM Muslih, Yudha Ahmadi mengatakan dalam proses pemindahan pipa PDAM  di area proyek flyover ini dikerjakan bertahap. Bahkan pipa 800 milimeter untuk air bersih ke pelanggan. Selesai itu, baru pipa 630 milimeter untuk suplai air baku. “Pengerjaan pipa 800 milimeter ini sudah memasuki dua pekan. Dari panjang 750 meter, telah terpasang 300 meter, atau sudah selesai 30 persen. Targetnya awal Juli sudah rampung. Prioritas kami memang pipa air bersih dulu,” ungkap Yudha lagi.
Kemudian, pipa air bersih ini ditanam di sungai Jalan Ahmad Yani, arah masuk ke dalam kota. Pipa air baku, arah keluar kota. Pemindahan pipa kedua ini ditargetkan sudah bisa mulai dikerjakan pada pertengahan Juli nanti.
Untuk ini, Yudha berjanji, proyek senilai Rp 14,9 miliar ini tidak akan mengganggu debit air sungai. Caranya, pipa ditanam di dasar sungai. Dengan kedalaman 1,2 meter, dihitung dari jarak antara punggung pipa dengan dasar sungai.
Dikatakan, banyak sekali kendala di lapangan yang meleset dari perhitungan pihaknya. Misal, banyaknya jembatan-jembatan kecil milik ruko di sepanjang Jalan Ahmad Yani. “Ini rintangan proyek yang tidak terprediksi. Kami harus lebih berhati-hati,” ujarnya Yudha yang mengku bersyukur proyek tersebut bantuan Pemprop tersebut sudah mulai dikerjakan dalam rangka mengantisipasi ketersedian air bersih.
Sebelumnya, pihaknya juga memperhitungkan saat koneksi jaringan pipa, suplai air bersih ke pelanggan terpaksa dimatikan selama 1 x 24 jam. Tapi kali ini, Yudha melihat setidaknya perlu waktu 2 x 24 jam. “Memang dampaknya akan terasa bagi pelanggan di wilayah Banjarmasin Timur dan Selatan,” demikian  Direktur Teknik PDAM Bandarmasih Ir H Yudha Achmadi.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Juni 20, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: