Pemko Usulkan Pindahkan Tiga Sungai di Tengah Jalan

[] Pemprop Minta Dilakukan Pengkajian

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin mengusulkan kepada Pemerintah Propinsi Kalsel untuk melakukan pemindahan sebanyak tiga buah sungai yang berada diwilayah Kota Banjarmasin, untuk dipindah ketengah atau diapit jalan kembar disisi kiri dan kanan sungai, sehingga menambah cantik ibu kota propinsi Kalsel.

 

Ketiga  sungai yang diusulkan sesuai dengan Tata Ruang Kota Banjarmasin meliputi Sungai Sutoyo,  Jalan Veteran dan A Yani Banjaramsin yang saat ini usulan dari Pemko tersebut meminta supaya bisa dilakukan pengkajian lebih dahulu.

 

“Rencana pemindahan sungai ini sudah lama diusulkan oleh Pemko Banjarmasin kepada Pemprop, tetapi hingga sekarang belum ada realisasi,” ujar Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Banjarmasin Ir H Nurul Fajar Desira CES, kepada  {{wartawan}}, Jumat (10/5).

 

Menurut mantan Kepala PU Kota Banjarmasin ini, alasan pemindahan  ketiga  sungai agar diposisikan ketengah tersebut adalah, untuk memaksimalkan fungsi  sungai yang ada dan mengantisipasi munculnya kepentingan pembangunan jembatan oleh  masyarakat  atau kepentingan pribadi lainnya.

 

“Kalau sungainya ada  di tengah, orang tidak  bisa  lagi membangunan didaerah pinggirannya, sehingga hal ini merupakan terobosan yang sangat baik jika memang disetujui, dengan harapan fungsi sungai tak hilang,” imbuhnya.

 

Dikatakan Fajar, usulan untuk mendapatkan respon yang baik dari Pemprop, mengingat kebanyakan sungai yang ada tersebut berada di wilayah jalan milik Pemprop setempat atau jalan Nasional. Bahkan bila kewenangan dan tanggung jawab itu bisa dilaksanakan, maka bukan tidak mungkin sungai yang ada akan terjaga dengan baik.

 

“Terus terang memang ini  bukan mimpi, sebab hal itu masih bisa dilakukan. Tetapi kata pihak Pemprop, masih perlu kajian dulu dan kita akan menunggu, karena jika wacana ini bisa diusulkan tentu saja akan menjadikan kota Banjarmasin lebih cantik dan menarik,” ungkapnya.

 

Fajar mengakui memang untuk memindahkan sungai bukan perkara yang sulit, cukup dilakukan dengan melakukan  penggalian pada sisi sungai dan menjadikannya jalan baru, sedangkan sisa galian itu digunakan untuk menguruk sungai yang terdahulu. “Kalau misalnya lahannya 20 meter, maka dibagi dua dan sungainya dijadikan 5 meter. Jadi sisanya dikiri dan kanan sungai, dijadikan jalan,” bebernya.

 

Jadi, katanya, pada saat proses pembebasan yang sudah dilakukan Pemko, pihak Pemprov bisa memulai pelaksanaan kegiatan itu, agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.“Dengan begitu  proses pembebasan, maka lahan lebih luas. Maka sungai dapat dipindah, dan jalan menjadi dua jalur,” inginnya.

Ditambahkannya Fajar, saat ini untuk proses pemindahan sungai dan pembangunan jalan baru disisi kiri dan kana sungai, sebenarnya telah masuk dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kota Banjarmasin.“ Seperti di Jalan  Sutoyo itu, RTBL sudah ada sejak tahun 2010 lalu. Namun hingga sekarang belum terealisasi, alasannya saya tidak tahu,” katanya.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: