Pariwisata Kalsel Belum Tergarap Optimal

Banjarmasin, KP – Pariwisata Kalsel belum tergarap optimal, sehingga belum mampu menarik wisatawan untuk berkunjung, terutama wisatawan mancanegara, ataupun sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Pariwisata Kalsel masih sebatas potensi wisata, dan belum tergarap sebagai salah satu obyek wisata unggulan daerah,’’ kata Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin kepada wartawan, usai paripurna dewan, Jumat (3/5), di Banjarmasin.

 

Hal inilah yang mendasari diajukannya Raperda tentang rencana induk pembangunan potensi pariwisata daerah, agar pariwisata Kalsel tidak hanya menjadi potensi, namun menjadi obyek wisata yang mampu menarik wisatawan.

 

“Kita harapkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkannya, terutama membangun pariwisata Kalsel agar menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah,’’ tambahnya, pada paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah.

 

Disamping itu, pemerintah daerah juga harus berperan untuk membangun potensi pariwisata di daerahnya, terutama yang memiliki keunggulan dibandingkan daerah lainnya, serta menyediakan sarana dan prasarana  pendukungan.

 

“Pihak swasta dan masyarakat juga harus dilibatkan untuk membangun potensi pariwisata ini, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus sumber PAD,’’ jelas Rudy Ariffin.

 

Apalagi rencana induk pengembangan potensi pariwisata Kalsel ini periode 2012-2027 ini disusun untuk 15 tahun ke depan, yang memuat rencana pengembangan secara terpadu, terarah dan tepat sasaran.

 

“Karena ini akan menjadi acuan bagi daerah untuk membangun sektor pariwisata di daerahnya, termasuk swasta dan masyarakat,’’ ungkapnya.

 

Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang menjadi kelemahan dalam pengembangan pariwisata di wilayah Kalsel, seperti kurang memadainya infrastruktur pariwisata, dan lemahnya kesadaran masyarakat untuk mendukung pariwisata.

 

“Kelemahan ini harus diperbaiki, agar obyek wisata Kalsel bisa menarik jumlah wisatawan,’’ ujar Rudy Ariffin.

 

Rudy Ariffin menambahkan, kunjungan wisatawan ke daerah Kalsel lebih didominasi wisatawan nusantara, terutama yang berasal dari DKI Jakarta dengan lama tinggal sekitar tiga hari.

 

“Sedangkan wisatawan mancanegara, memang menunjukan peningkatan dalam 10 tahun terakhir, namun hanya sekitar 20 persen saja,’’ katanya.

Padahal pariwisata ini memiliki multi player efek besar bagi daerah, tidak hanya menjadi sumber PAD yang besar, sekaligus dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi wisata. “Karena banyak yang terlibat dari sektor pariwisata ini,’’ tambah Rudy Ariffin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: