Limbah Semen Flyover Dangkalkan Sungai A Yani

Banjarmasin, KP – Menyusul pengerjaan bangunan limbah semen fly over yang mencemari sungai di kawasan proyek Jalan A Yani Banjarmasin masih saja terus terjadi. Bahkan, selain berakibat pada meningkatnya kekeruhan air sungai, lumpur tersebut juga telah menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai yang cukup mengkhawatirkan.

“Ini memang lumpur semennya lebih dari 1 meter, kalau lebih dalam hingga kedasar mungkin lebih banyak lagi,” ujar Kepala Badan Lingkungan Daerah Kota Banjarmasin, Drs H Hamdi, kepada  {{wartawan}}, Jumat (10/5), saat kembali melakukan pengecekan kondisi sungai A Yani.

 

Menurut Hamdi, meski pemeriksaan lumpur semen hanya menggunakan pipa paralon yang ditancapkan sedikit kedasar sungai, namun hal itu sudah dapat mendeteksi dampak pendangkalan yang terjadi.

 

Jadi, katanya, wajar kalau warga  disini mengeluh, lumpurnya  masuk kesungai yang ada dibelakang sana (Sungai guring, red).

 

Bahkan, katanya, seiring kondisi sungai yang mendangkal  tersebut  kembali menjadi perhatian dan ditindak lanjuti oleh pihak penanggung jawab pembangunan mega proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu.

 

“Paling tidak mereka harus mengambil lumpur ini lagi, jika susah dikeruk maka disedot dan dibuang kepembuangan KM 17,” ingatnya.

 

Dikatakannya Hamdi, kejadian  serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, namun pihak proyek kurang teliti dalam menangani dan membenahi pencemaran limbah yang terjadi. Sehingga, pendangkalan dan pencemaran masih terus terulang.

 

“Kalau  dulu untuk mengeruk katanya susah karena banyak pohon, sekarang mereka tidak ada alasan lagi. Lumpur ini harus diangkut dan tidak boleh mencemari sungai,” ucapnya.

 

Sementara, Ketua Pelaksana Lapangan Fly Over Gatot Subroto Banjarmasin, Ruswandi, mengakui, pendangkalan sungai itu memang diakibatkan oleh limbah semen yang belum terkeruk sempurna. Termasuk terjadinya rembesan kesungai bagian belakang proyek, sampai menyebabkan pendangkalan.

Dijelaskannya, pada pengerukan tahap pertama sungai A Yani dengan menggunakan alat berat, pihaknya tidak bisa mengerjakan dengan baik. Dikarenakan kondisi medan pinggir sungai yang ditumbuhi banyak pohon dan kondisi tanah yang labil. “Kalau sekarang, kami akan sedot lumpurnya dan akan diangkut. Kemungkinan dalam minggu ini juga, nanti pihak BLHD akan kami kabari,” ujar Ruswandi.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: