Investasi Kalsel Memprihatinkan

Banjarmasin, KP – Investasi Kalsel sangat memprihatinkan, karena realisasi investasi kelihatannya hanya jalan di tempat, dan mengandalkan sektor yang telah ada.
“Investasi di Kalsel ini memprihatinkan, karena jalan di tempat dan penambahannya tidak signifikan,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, M Ihsanuddin kepada wartawan, Selasa (7/5), di Banjarmasin.

 

Hal ini dikarenakan promosi terhadap potensi daerah Kalsel masih sangat minim, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga berdampak pada nilai investasi yang masuk.

 

“Tidak heran, investasi yang masuk tidak banyak menunjukan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, bahkan hanya terfokus pada sektor pertambangan dan perkebunan,’’ tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Untuk itulah, Komisi II melakukan studi banding ke Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) DKI Jakarta, yang sangat agresif dalam melakukan promosi potensi daerah untuk menarik investasi ke ibukota provinsi tersebut.

 

“Mereka cukup agresif dalam menarik minat investasi, terutama program yang dapat ditiru Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kalsel,’’ ungkap Ihsanuddin.

 

Hal ini didukung program yang progresif, agar calon investor dapat mengkalkulasi anggaran yang diperlukan, termasuk keuntungan yang akan diperoleh dari investasi tersebut.

 

“Ini agar dapat membuka mata BKPMD Kalsel untuk menyusun program progresif yang dapat ditawarkan kepada investor, dan bukan hanya menunggu saja,’’ jelasnya.

 

Apalagi upaya menarik minat investor ini tidak hanya dilakukan Kalsel, namun 33 provinsi di Indonesia berlomba-lomba menawarkan potensi daerah, termasuk kemudahan lainnya bagi investor.

 

“Kalau tidak bergerak, mana mungkin dapat menarik investasi, apalagi jika hanya mengandalkan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit,’’ tegas Ihsanuddin.

 

Disamping itu, investasi yang masuk ke Kalsel juga terkendala minimnya informasi yang diperlukan investor untuk memperhitungkan kemungkinannya, mengingat tidak ada portofolio yang jelas.

 

“Karena informasi investasi masih seputar potensi yang ada, bukan dalam bentuk portofolio ataupun draft proposal yang jelas, sehingga memudahkan investor menentukan investasi yang dilakukannya,’’ ungkapnya.

 

Apalagi profil Kalsel yang ditawarkan dalam situs promosi investasi hanya mencantumkan potensi daerah di bidang pertambangan, perkebunan, transportasi dan jasa, serta pariwisata.

“Ini masih bersifat global, dan tidak jelas untuk menarik investor,’’ kata Ihsanuddin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: