Dewan Tuntaskan Masalah Krusial

Banjarmasin, KP – Dewan telah menyelesaikan tugas krusial, sehingga kinerja dewan tidak bisa dikatakan menurun, ataupun tidak melaksanakan tugasnya.
“Kita sudah melaksanakan tugas dan kewajiban, terutama yang paling krusial,’’ kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Riswandi kepada wartawan, Selasa (30/4), di Banjarmasin.

 

Diantaranya, penyelesaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik murni maupun perubahan.

 

“Ini yang merupakan tugas krusial dewan, agar pembangunan bisa berjalan,’’ tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

Bahkan, Kalsel selalu masuk lima besar di Indonesia untuk pembahasan masalah tersebut, termasuk penyelesaikan sejumlah raperda, baik inisiatif dewan maupun usulan eksekutif.

 

Jika hal ini yang menjadi ukuran kinerja dewan, maka DPRD Kalsel telah melaksanakan tugas dengan baik, bahkan mendapatkan apresiasi yang bagus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

Lain halnya, jika ukuran kinerja dewan pada absensi atau tingkat kehadiran di gedung wakil rakyat, maka menjelang akhir jabatan ini memang terjadi penurunan kehadiran.

 

“Namun masih tetap memenuhi kourum, sehingga agenda rapat masih bisa dilaksanakan, dan masih belum dalam tahap mengganggu kegiatan dewan,’’ tambah Riswandi.

 

Riswandi mengakui kehadiran anggota dewan tidak bisa dijadikan patokan kinerja dewan, namun bisa dilihat pada produk yang dihasilkan dewan terhadap jalannya pembangunan.

 

“Apalagi dewan bukanlah pegawai, yang jam masuk kerja di atur, namun tergantung pada keperluannya,’’ ungkapnya.

 

Selain itu, sebagai anggota partai politik, tentu sekarang disibukan berbagai aktivitas untuk meningkatkan performa masing-masing agar bisa mendapatkan simpati masyarakat. “Kalau masalah ini, tentu pimpinan tidak punya kewenangan mengatur anggota dewan tersebut,’’ tambah Riswandi.

 

Namun, memang diharapkan agar anggota dewan bisa memenuhi tugas dan kewajibannya, terutama dalam pembahasan raperda ataupun kegiatan lainnya, termasuk kehadirannnya.

 

“Namun ini kan hanya sebatas himbauan, karena pimpinan dewan tidak bisa memaksa agar mereka bisa hadir tiap hari ke gedung wakil rakyat,’’ ungkapnya.

 

Kondisi ini juga berlaku saat anggota dewan disibukan kegiatan kunjungan kerja, dan mereka yang tersisa diminta untuk tetap hadir, namun gedung dewan tetap sepi.

 

Riswandi menambahkan, kekurangan ini akan dicoba diperbaiki, namun tetap tidak bisa memaksa mereka untuk hadir ke kantor, karena masing-masing memiliki kesibukan dan kepentingannya.

“Ini kan tahun politik, jadi wajar banyak anggota dewan yang jarang masuk kantor. Tidak masalah, asalkan tidak mengganggu kinerja dewan,’’ kata Riswandi.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Mei 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: