Kalsel Harus Jadi Pilot Proyek Masyarakat Sejahtera

[] Mensos Bedah Kampung ‘Alalak Utara’

 Banjarmasin, KP – Menteri Sosial RI (Mensos), Salim Segaf Al Jufri meminta supaya Kalsel menjadi pilot projek pembangunan masyarakat sejahtera yang menyeluruh, sehingga semua warga memiliki tempat tinggal yang layak huni dan penghidupan yang jauh lebih baik dari kebiasaan sebelumnya.

 

“Kalau bisa Kalsel harus mengusulkan Banjarmasin atau wilayah Kabupaten untuk bisa menjadi kawasan percontohan mulai penghasilan maupun kehidupan yang mememanuhi stantar yang merata dan lebih baik,’’ungkap Menteri Sosial RI (Mensos), Salim Segaf Al Jufri kepada {[wartawan]}, di sela-sela bedah kampung, di Allalak Utara Banjarmasi, Rabu (17/4).

 

Menteri yang datang ke lokasi bedah kampung bersama rombongan, didampingi Wagub Kalsel H Rudy Resnawan disambut Walikota Banjarmasin H Muhidin dan Kapolres, Dandim, Sekdako Drs H Zulfadli Gazali Msi, segenap seluruh undangan serta Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs H Agus Surono.

 

Bahkan Menteri juga berjanji akan bersama –sama selurh daerah termasuk Kalsel dan Banjarmasin untuk melakukan kegitan kesinambungan melakukan bedah rumah untuk perbaikan tempat tinggal warga kurang mampu.

 

“Sungguh saya ingin semua warga di seluruh wilayah Indonesia termasuk Banjarmasin bebas kemiskinan,’’ucap Menteri seya memuji Kalsel yang bebas entarskan kemikinan dan tinggal lima persen.

 

Menteri yang langsung meninjau pelaksanaan program bedah kampung di Alalak Utara, Banjarmasin Utara yang merupakan program kementrian juga langsung membantu pemakaian jedela rumah. Karena ada 100 buah rumah yang akan dibedah menjadi rumah sehat dan layak huni.

 

Dikatakan Salim, Program bedah kampung merupakan program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial dalam rangka pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jika merujuk data Kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan di Indonesia pada Maret 2012 ini terhitung cukup tinggi yakni sekitar 11, 96%. atau 29,13 Juta orang. Untuk  di Kalsel, angkat masuk pada peringkat tiga dengan persentasi 5 persen.

 

“Memang persentasenya dibawah dari daerah lain tapi pemerintah ingin agar seluruh masyarakat Indonesia sejahtera, adil dan makmur, ”ujar Salim.

 

Selain itu, menurut Salim, program bedah kampung ini juga merupakan sarana untuk membangun semangat kesetiakawanan social karena saat ini dinilainy rasa kesetiakawanan sosial sudah mulai pudar dan berkurang.

 

Bahkan dalam program bedah kampung ini ada sebanyak 100 unit rumah tidak layak hunuki (RTLH) di wilayah itu yang akan diperbaiki. Setiap rumah yang dibedah mendapatkan bantuan Rp 10 juta untuk pembelian material bangunan. Di lain sisi, Salim menegaskan program bedah kampung ini sudah banyak dilaksanakan. Tujuannya RTLH diperbaiki menjadi layak dan sehat.  

 

Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan mengungkapkan, rasa terima kasih kepada Menteri Social RI atas bantuan rehab rumah tak layak huni dalam bedah kampung Alalak. “dengan ini harapannya agar program ini berlanjut hingga ke depan dapat memberikan dampak yang baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

 

Sementara, dalam kesempatan tersebut, pemkot Banjarmasin memberikan bantuan  rehab rumah (bedah kampung), diberikan pula bantuan program keluarga harapan, bantuan rescue transportasi, dan bantuaan kepada kelompok usaha bersama (Kube).

 

Kemudian bantuan dari Kementrian Sosial yakni bantuan perbaikan rumah tak layak huni untuk 104 KK di Lima Kecamatan dan yang diterima simbolis oleh Camat Banjarmasin Utara dan bantuan untuk 100 warga Allalak yang masuk dalam program bedah kampung, serta santunan kematian bagi 43 warga miskin.

 

Walikota Banjarmasin H Muhidin mengaku optimis jika memang bedah kampung berkesinambungan tentu saja akan mengurangai masyarakat kurang mampu. Karena itulah diharapkan program ini yang sudah dilaksankana di Kota Banjarmasin terus ada sharing baik Pusat maupun Pemprop, untuk menekan masyarakat miskin di kota Banjarmasin ini.

 

Karena, ujar Muhidin bedak kampung ini selain diberikan bantuan perbaikan rumah pemasangan PDAM dengan murah, juga perbaikan kamar mandi, cuci kakus dengan sistim sepeteng sehingga bisa mencegah ligkungan yang lebih baik lagi.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs H Agus Surono mengatakan kegiatan bedah kampung yang dilaksanakan pertama kali di ibu kota Kalsel ini memang untuk melakukan percepatan pengentasan kemiskinan dan kekumuhan, sehingga kota tua ini diharapakan warga masyarakatnya kelah, bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak dan baik lagi kedepan.(

~ oleh Narti Kalimantan Post pada April 17, 2013.

Satu Tanggapan to “Kalsel Harus Jadi Pilot Proyek Masyarakat Sejahtera”

  1. Bagaimana mana cara mengetahui program bedah ini berjalan pada mestinya karena sejauh ini menurut saya transfaransi penggunaan dana 10 juta untuk setiap penerima kurang jelas, alasannya dana 10 jt itu sudah banyak berkurang karena terlalu banyak dana yang dibebankan kepada penerima seperti biaya pengangkutan material, upah tukang, biaya pemotretan rumah, biaya pembukaan rekening. Menurut sumber yang saya tanya total dana yang digunakan untuk pembelian material cuma berjumlah sekitar Rp 7.200.00o/ rmh. Mohon infonya gan !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: