Giliran Warga Tuntut Operasionalkan Terminal Regional

Banjarmasin, KP – Giliran masyarakat di Kabupaten Banjar menuntut agar Terminal Regional di Km 17 dioperasionalkan, karena pembangunannya sudah menghabiskan anggaran cukup besar dan mubazir jika tidak dimanfaatkan sebagai terminal type A.

Namun tuntutan warga tersebut tidak dilakukan ke Gedung DPRD Kalsel, seperti halnya penolakan sopir angkutan umum beberapa waktu lalu, melainkan unjuk rasa warga Gambut dilakukan di kawasan percetakan Grafika Wangi, di Muara Liang Anggang, Banjarbaru.

Menyikapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah menilai tuntutan tersebut sangat wajar, karena keberadaan terminal regional akan memberikan efek positif bagi masyarakat setempat.

“Wajar, jika warga menuntut agar terminal regional tersebut segera difungsikan,’’ tambah politisi Partai Golka kepada wartawan, Rabu (10/4), di Banjarmasin.

Hal ini dikarenakan, pembangunan terminal regional merupakan upaya pengembangan wilayah serta pemerataan peningkatan ekonomi kerakyatan, terutama warga di sekitar terminal tersebut.

Apalagi, pembangunan terminal type A tersebut memakan waktu cukup lama, serta biaya puluhan miliar, baik dari APBN, APBD Kalsel maupun Kabupaten Banjar, agar tidak mubazir dan sia-sia.

“Sayangkan, jika anggaran puluhan miliar untuk membangun terminal dan fasilitasnya disia-siakan, dengan tidak dioperasionalkannya terminal tersebut,’’ ujar Nasib Alamsyah.

Namun, Nasib Alamsyah juga memahami penolakan yang dilakukan sopir angkutan umum, yang tidak mau dipindahkan ke terminal regional type A, bahkan melakukan aksi demo besar-besaran pada 1 April 2013 lalu.

“Kita siap, jika DPRD Kalsel diminat untuk memfasilitasi pertemuan dua kelompok masyarakat, yang berbeda pandangan mengenai keberadaan terminal Km 17 tersebut,’’ jelas purnawirawan TNI AD ini.

Disamping itu, dewan juga tidak menginginkan persoalan ini berlarut-larut, apalagi menimbulkan persoalan yang tidak diinginkan, seperti pencegatan penumpang umum yang bermuatan tidak boleh lewat Km 17 Gambut.

“Ini harus dicarikan solusi terbaik, untuk menyikapi dua perbedaan pandangan dengan keberadaan Terminal Km 17,’’ tegas Nasib Alamsyah.

Sebenarnya persoalan terminal regional itu sejak tahun 2006, antara Pemerintah Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar untuk penentuan lokasi terminal. Namun melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan ketika itu, menentapkan pembangunan terminal tipe A atau regional Kalsel tersebut di Jalan A Yani Km17 Gambut.

Bahkan, pembangunan terminal yang sudah rampung ini akan dilakukan uji coba pemanfaatan terminal regional tersebut pada 1 April lalu, namun tertunda, karena adanya penolakan atau unjukrasa sopir angkutan umum di Km 6 Banjarmasin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada April 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: