Meski Diguyur Hujan MTQ di Banjarmasin Tengah Meriah

Banjarmasin, KP – Meski sejak persiapan hingga pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Banjarmasin yang ke 45, Jumat (15/3) malam diguyur hujan lebat, tetapi pelaksanaan pembukaan kegiatan keagaman ini cukup meriah dan hampir seluruh undangan hampir berdatangan guna menghadiri  syiar agama Islam tersebut.

Kegitan MTQ yang diselenggarakan di Kecamatan Banjarmasin yang berlokasi di Stadion 17 Mei Banjarmasin dan didesain Nuansa Banjar ini, bukan saja mengundang warga masyarkat untuk menyaksikan kegiatan tersebut tetapi juga segenap undangan mulai pejabat sampai para pemuda juga menghadiri kegiatan akbar yang dilaksanakan rutin oleh Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin H Muhidin saat membuka MTQ yang didampingi Wakil Walikota H Erwan Ashari juga Sekdako Drs H Zulfadli Gazali, mengajak masyarakat muslim, agar gemar mebudayakan pembacaan Alquran, baik di rumah-rumah secara pribadi maupun tadarus secara berkelompok, agar mampu membentengi diri untuk menuju perbuatan yang kurang baik.

“Sebagai kitab suci umat Islam, Alquran yang mengandung berbagai macam ilmu pengetahuan dan bagi yang membacanya mendapat pahala, mari kita sempatkan waktu untuk membacanya dan mendalami isi kandungan Alquran agar keimanan kita semakin kuat,” ujar mantan Ketua PAN Kalsel ini.
Bahkan, Muhidin yang suka menggelar acara kegiatan rutin keagamaan ini juga melanjutkan perlunya kesenian Nasyid digalakkan, karena selain syairnya bernafaskan ajaran Islam, juga dapat dijadikan sebagai media dakwah mengajak orang lain untuk berbuat baik.
“Saya merasa bersyukur masyarakat Labuhanbatu Utara sangat antusias mengikuti acara MTQ dan festipal nasyid , hal ini berarti kita masih peduli terhadap pentingnya pendidikan membaca alquran dan mengembangkan seni budaya Islami,”ungkap Muhidin saat memberikan sambutan MTQ ke 45, di halaman Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Camat Tengah selaku tuan rumah kegiatan MTQ di Banjaramsin yang ke 45, Drs H Wawan Setiawan mengatakan kegiatan MTQ yang berlangsung 15-17 Maret  di pusatkan di Stadion 17 Mei Banjarmasin ini  diikuti 197 peserta dari  22 setiap kecamatan mengutus kontingennya dari perwakilannya.

Camat mengatakan MTQ telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an sejak berdirinya Jami’iyyatul Qurro wal Huffadz yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, ormas terbesar di Indonesia. Bahkan mulai 1968, saat menteri agama dihabat K.H. Muhammad Dahlan (salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) MTQ dilembagakan secara nasional. MTQ pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadan tahun 1968. Kala itu hanya melombagakan tilawah dewasa saja dan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan.

Kemudian MTQ kedua diselenggarakan di Banjarmasin tahun 1969. Tahun 1970 MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah. Kemudian Banjarmain selalu pendukung yang tentunya menjadikan MTQ sebuah tradisi untuk melakukan syiar agama Islam dengan mempertandingkan  tidfak hanya lagu yang dilombagakan, juga termasuk cerdfas cermat, pidato, kaligrafi, dan lain sebagainya.

MTQ juga diselenggarakan antar dan di dalam instansi tertentu. Bahkan Lagu-lagu tilawah antara lain Bayati, Syika, Nahwand, Rost, Jiharka, dan lain sebagainya dan dari hasil MTQ melahirkan Qari-qari terkenal asal Banjaramsin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: