Upaya Hidupkan Kembali Pasar Terapung di Kuin dan Alalak

PEDAGANG SOTO bergoyang Ahmadi, bersama puluhan pedagang pasar terapung lainnya di Kuin dan Alalak mendapat angin segar ketika mendengar kabar pemerintah kota Banjarmasun kini hendak membantu meramaikan pasar terapung kembali.

Maklum pasar terapung yang sempat jaya dimasa lalu itu, kini mulai sepi. Padahal aset wisata yang sempat menjadi iklan di sebuah televisi itu, masih menjadi pembicaraan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Entah sejak kapan, diakui Ahmadi. Pasar terapung yang masih ramai di Kuin dan Alalak ini menjadi sepi. Padahal menurut pria yang sudah berjualan soto di atas kelotok sejak tahun 1985 ini, dulu pasar terapung tak pernah sepi tiap harinya. Bahkan karena banyaknya perahu pedagang dan pembeli yang berkumpul. Perahu soto miliknya harus bersusah payah untuk merapat.

Namun sejak ramainya pasar pasar didarat, ditambah banyaknya pasar pasar modern dan mall. Transaksi jual dan beli pun mulai bergeser. Kini. Pasar terapung Kuin dan Alalak hanya terlihat ramai di hari minggu subuh.

Tak jauh beda dari ahmadi,  Wasidah, penjual di Pasar terapung lainnya yang sehari hari menjual buah dan sayur mayur di atas jukungnya juga merasakan hal yang sama. Padahal bagi wanita berumur 41 tahun ini, pasar terapung ini bukan sekedar tempat wisata ato aset budaya nasional. Baginya, tempat ini adalah tempatnya mencari sumber kehidupan bagi keluarganya.

Wanita yang sudah berjualan di pasar terapung sejak remaja 15 tahun lalu. Hingga sekarang masih menggantungkan rezeki buat menghidupi 5 anaknya di rumah. Buah dan sayur yang didapatnya dari para petani dan pemilik kebun di Alalak diambil sejak subuh pukul 4 dinihari. Kemudian dibawanya kepasar terapung untuk dijual kembali.

Dengan omset yang menurun dan keuntungan yang seadanya, namun wasidah tetap semangat menjadi bagian budaya daerah yang mulai redup ini. Angin segar yang dihembuskan Pemko Banjarmasin kini, mungkin hanya masih berupa semilir angin, namun Walikota Banjarmasin H. Muhidin nampak benar benar serius guna menghidupkan kembali denyut jantung pasar terapung yang hampir mati ini.

Sejak sebulan lalu, melalui Dinas Pariwisata, para pedagang pasar terapung dikumpulkan di siring piere tandean setiap hari minggu pagi berbarengan dengan suasana car free day. Mengingat pasar terapung kuin dan alalak sudah bubar saat matahari terbit. Sehingga usai berjualan di kuin. Para pedagang terapung kemudian bisa melanjutkan jualannya di siring tandean ini.

Tak cukup menciptakan pasar terapung baru. Upaya menghidupkan pasar terapung yang sejatinya lahir di kuin dan alalak pun mulai dilakukan. Sejak sabtu (02/maret) kemaren pemerintah juga mulai mengumpulkan para pedagang guna meramaikan.

Upaya ini akan terus berlanjut, ujar kadis pariwisata kota banjarmasin noor hasan. Pemko banjarmasin akan terus berupaya menghidupkan pasar terapung di kuin setiap hari sabtu dan di siring tandean setiap minggunya.

Ini dilakukan agar masyarakat kembali bisa mengingat apa itu pasar terapung dan kenapa begitu penting bagi budaya kita, terutama para generasin muda yang masih belum mengenalnya, ungkap  Walikota beserta rombongan Muspida saat mengunjungi pasar Terapung di Kuin (Sabtu, 2/maret) pagi hari.

Upaya pemerintah ini mungkin boleh dibilang terlambat. Namun usaha memelihara, menjaga, dan menjadi koordinator agar terpeliharanya budaya asli daerah semestinya sudah dilakukan sejak dulu.

Namun patut disukuri. Keseriusan upaya pemerintah kota ini diharapkan membuahkan hasil dan tak putus ditengah jalan.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: