Pasar Terapung di Siring Tendehan Makin Ramai

Banjarmasin, KP – Memasuki tiga minggu diberdayakan kembali kegiatan pasar terapung di Siring Piere Tendean, Minggu (3/3) kian hari bertambah ramai. Banyak warga yang mengetahui keberadaan pasar Terapung di kawasan baru dan menjadikannya pengisi acara rutin di akhir pekan.

Suasana semakin bertambah manakala musik pendukung di area Pasar Terapung, makin menarik dan banyak perhatian pengunjung. Warga pun tampak antusias menikmati warisan budaya yang kini disajikan di Tengah Kota. Tanpa ragu, satu persatu pengunjung siring Piere Tendean mendekati para pedagang dan memulai dengan tawar-menawar barang jualan acil, pedagang pasar terapung.

Selain banyak macan buah juga ada aneka sayur mayur,  soto Banjar dan aneka wadai (kue)

yang bisa langsung disantap sebagai sajian sarapan di pagi Minggu. Bahkan salah satu pengunjung  yang mengaku bernama Jihan , turut jadi bagian keramaian di pasar terapung Siring Piere Tendean.

Malah pada umumnya para pengunjung yang datang tak hanya bersama keluarga, bisa langsung menikmati pagi  Minggu, di Siring Piere Tendean sembari berbelanja.  Karena yang sekarang langsung bisa lihat, banyak buah-buahan. Sekalian belanja dah. Enaknya di sini bisa sampai siang, jadi lebih leluasa,” ujarnya, Minggu (3/3).

Selain puluhan pedagang pasar terapung yang kini bisa dinikmati di siring Piere Tendean sejak tiga minggu lalu memang menjadi magnet bagi warga Banjarmasin untuk melihat secara langsung. Karena biasanya, pasar terapung hanya bisa dinikmati di daerah Kuin.

Bedanya, di sini pasar terapung dimulai pukul 07.00 wita hingga pukul 11.00 wita. Pengunjung bisa lebih leluasa dibandingkan pasar terapung Kuin yang ada setiap subuh, sekitar pukul 06.00 wita dan bubar pukul 08.00 wita.

Keberadaan pasar terapung di siring Piere Tendean ini juga tak selamanya. Pemko akan memindahkannya ke depan Masjid Raya Sabilal Muhtadin dengan konsep yang lebih menarik. Yakni menyediakan titian, agar pengunjung bisa menjangkau langsung para pedagang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Drainase, Muryanta mengatakan pembangunan titian direncanakan selama tiga bulan ke depan. Nantinya, pengunjung bisa lebih leluasa untuk membeli berbagai barang yang ditawarkan di pasar terapung.

Lokasi yang dipilih nantinya, ujar Muryanta dengan pertimbangan banyak warga yang mendatangi lokasi di Jalan Jenderal Sudirman itu untuk olahraga pagi di area car free day.

“Ya nantinya bisa membeli di titian, bisa makan di perahu, atau menyewa perahu yang nanti disediakan,” terangnya.

Kadisbudparpora, Drs H Noorhasan Sonang mengatakan sesuai dengan komitmen Pemko, untuk menghidupkan pasar terapung. Selain pasar terapung baru di Siring Piere Tendean pada Minggu pagi, kini pasar terapung Kuin setiap Sabtu pagi juga dipastikan ramai.

Sejak Sabtu (2/3) lalu, Disbudparpora kembali mengumpulkan para pedagang untuk berdagang, meramaikan kembali pasar terapung Kuin seperti halnya pasar terapung baru di siring Piere Tendean.

Ia berharap masyarakat bisa turut menghargai pentingnya warisan budaya. Terutama pada generasi muda, agar bisa lebih mengenal warisan budaya leluhur dan mencintai dengan turut meramaikan adanya pasar terapung. Agar bisa lestari.

Bahkan, upaya Pemko , terbilang terlambat. Sebab seharusnya, upaya memelihara, menjaga budaya asli daerah seharusnya sudah dilakukan sejak dulu namun baru dilakukan lagi setelah beberapa waktu lalu usaha melestarikan  putus di tengah jalan.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: