Mundur PAN, H Muhidin Plong

Banjarmasin, KP – H Muhidin yang selama ini dikabarkan mundur dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan terang-terangan petinggi  Pemko Banjarmasin dengan terang-terangan membenarkan.

“Saya benar mundur dari PAN, karena yang pertama akan fokus membangun Banjarmasin dan kedua akibat kurang terjalinnya komunikasi yang baik serta kasus yang membelitnya hingga menempatkannya sebagai tersangka,’’ungkap Walikota Banjarmasin, H Muhidin yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN Kalsel usai menghadiri acara Puncak  Hari Ulang Tahun PDAM Bandarmasin, Senin (18/2).

Pernyataan pengunduran dirinya ini, dikemukakan H Muhidin, Senin (18/2), setelah merasa bahwa ada beberapa hal yang membuatnya kecewa dengan kepengurusan PAN KAlsel, yang dianggap tak sejalan dengan dirinya dan sering tak berkoordinasi dengan baik dengannya selaku Ketua DPW PAN Kalsel.

Jadi, kata H Muhidin, memang ada dua sebab kemunduran dirinya kali ini yaitu, kasus yang saat ini menyeretnya sebagai tersangka serta kepengurusan partai yang dinilai sering tak berkoordinasi dengan baik.

“Saya memang sudah menyampaikan surat pengunduran diri, dan rencananya mala mini saya akan mengadakan pertemuan dengan semua pengurus PAN baik DPW maupun DPC se Kalsel membicarakan mengenai pengunduran diri saya serta tiga calon penggantinya,” kata H Muhidin.

Adapun alasan lain kemunduran H Muhidin, ujar kali ini di dasari adanya beberapa komentar dari Adhariani, yang dianggap cukup pedas terhadapnya yang menyatakan bahwa ada baiknya  mundur segera karena sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi.

Jadi, menurut H Muhidin jelas sekali ada niat tertentu untuk menjatuhkannya sebagai Ketua DPW PAN Kalsel, untuk itu dari pada ada polimik yang berlebihan nantinya, ia memilih untuk mengundurkan diri.

Karena merasa ada beberapa oknum yang ingin menjatuhkannya kali ini, walaupun ikhlas melepas jabatan sebagai Ketua DPW PAN Kalsel, namun ia tetap menyesalkan perbuatan pengurus PAN lain yang tak berkoordinasi dengan baik dengan nya.

Seperti halnya Adhariani, yang dianggapnya sangat berambisi menjatuhkannya, hal ini dianggapnya sebuah kebobrokan kepengurusan di tubuh PAN Kalsel, yang membuka masalah ineteren partai kepublik.

“Kalau saja Adhariani mau bersabar, maka saya sebenarnya juga akan menyerahkan jabatan ketua DPW PAN Kalsel kepadanya, apabila ia memang dipilih nantinya. Namun, dengan beberapa komentarnya terhadap saya, hal tersebut menjadikannya semakin jauh dengan saya,” kata Muhidin.

Muhidin juga mengakui sempat memegang PBR dan kemudian loncat ke PAN, dan setelah mundur  memang ada beberapa Partai yang menawari, tetapi untuk sementara tak berpartai lebih dahulu.

“Saya bukan kapok tetapi  kedepan apabila ingin mencalonkan diri baik itu sebagai Anggota DPR maupun Walikota bahkan Gubernur,  lebih memilih jalur indefendent,’’papar Muhidin.

Karena, ujar  jalur ini lebih mengena kemasyarakat, karena apabila ada biaya pencalonan dana tersebut langsung sampai kepada masyarakat, dan tak perlu lagi menghidupi partai yang dianggap juga tak memberikan dampak positif dimasyarakat secara langsung.

“Tawaran kepada saya untuk masuk partai lain itu ada, namun saat ini saya tak ingin berpartai dahulu karena saya ingin lebih fokus menjalankan tugas saya sebagai walikota selama beberapa tahun kedepan,” katanya.

Jadi, katanya, dengan mundurnya H Muhidin dari PAN Kalsel, maka secara otomatis aset PAN yang saat ini merupakan hak milik H Muhidin akan ditariknya kembali, dan Kantor megah PAN Kalsel yang terletak di Jalan A Yani sekaligus kediaman H Muhidin diambil kembali.

“Jelas aset yang saya miliki di DPW PAN Kalsel akan saya ambil kembali, baik itu kantor hingga beberapa sarana lainya seperti mobil ambulan partai, karena itu milik saya,” katanya.

Dengan adanya keputusan ini, maka dalam waktu dekat DPW PAN Kalsel harus memiliki kantor baru, karena surat pengunduran diri sudah dilayangkan H Muhidin, dengan artian tak terlibat lagi dengan partai ini kedepannya.

`Mau tidak mau aset itu akan saya tarik kembali karena saya sudah megundurkan diri, walaupun pengunduran diri saya kali ini karena kekecewaan terhadap pengurus namun dalam aturan partai kalau masih tersangka tak dianjurkan untuk itu sebelum menjadi terdakwa,”demikian Walikota H Muhidin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: