Dinas Kebersihan Terkendala Optimalkan Kinerja Petugas

[] Akibat Terbatasnya Anggaran

Banjarmasin, KP – Dinas Kebersihan Kota Banjarmasin tak mampu bekerja secara maksimal dan mengalami kendala untuk  bisa melaksanakan pekerjaan, karena keterbatasan anggaran maupun  pemberdayaan petugas kebersihan yang memungut sampah dari rumah kerumah tak bisa dijalankan sesuai rencana, karena biaya untuk itu dianggap cukup tinggi.

Pahada rencannya salah satu andalan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin untuk lebih memberdayakan masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungannya, namun setelah melihat dari sisi anggaran hal tersebut tak bisa dilaksankana secara serempak.

Keterbatasan anggaran kebersihan ini diakui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Drs Mukhyar, Kamis (28/2) mengingat masih banyaknya anggaran yang terserap untuk keperluan yang harus dikeluarkan dinas ini di 2013, seperti halnya membeli beberapa perangkat penunjang kebersihan baik itu truk dan sarana lainnya.

Kendati tak bisa menjalankan rencana tersebut, namun hal ini menurut Mukhyar akan terus disosialisasikan, agar masyarakat bisa lebih mandiri dalam mengelola sampah dilingkungannya masing-masing.

“Jadi kita mohon maaf untuk saat ini program tersebut tak bisa kita jalankan karena dana tak mencukupi, namun kita berupaya kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan cara lain, salah satunya memberdayakan masyarakat atau Ketua RT untuk mengkoordinir pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing,” katanya.

Ia juga berharap pengelolaan sampah lingkungan juga tanggung jawab masyarakat, maka keterlibatan masyarakat juga diperlukan, salah satunya membentuk sistem pembuangan sampah tersendiri dengan memberdayakan masyarakat.

“Jadi, kegiatan ini kita harapkan bisa dikoordinir oleh RT masing-masing, siapa yang akan ditunjuk menjadi pengakut sampah dan bagaimana cara membayar petugas pengangkutnya, yang akan dikumpulkan oleh Ketua RT,” katanya.

Khusus dalam menyikapi hal ini, Camat Banjarmasin Selatan, Drs Feranisal mengatakan, sejauh ini sumbangsih pemerintah khususnya Dinas Kebersihan dalam menunjang kebersihan di lingkungan perumahan sudah dilakukan, yakni memberikan sarana gerobak pengangkuit sampah kesetiap kelurahan untuk dimanfaatkan mengakut sampah dari rumah kerumah.

Namun, mengenai siapa petugas yang membawa gerobak sampah tersebut, itu tergantung pihak kelurahan atau Ketua RT bersangkutan juga atas persetujuan masyarakat apakah mau berlangganan membuang sampah untuk menggaji petugas yang mengangkut sampah tersebut.

“Kalau biasanya, hal ini sudah dilakukan di beberapa lingkungan perumahan, dan biasanya pula tiap rumah membayar untuk mengupah pengangkut sampah berkisar Rp 2000 per bulannya,’’katanya.

Hal ini juga diakui Mukhyar, menurutnya, kegiatan atau program sebenarnya sudah berjalan lama di masyarakat, namun secara khusus untuk diberdayakan oleh pemerintah belum ada, maka itu pihaknya hanya bisa mengimbau kepada masyarakat agar membentuk sistem sendiri.

“Kita melihat kegiatan ini sudah berjalan lama, namun hanya dibeberapa perumahan saja, dan beberapa warga saja yang berlangganan, jadi tinggal sosialisasi agar bisa optimal,’’katanya.

Diakui secara garis besar, sistem ini memiliki keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah maupun masyarakat, karena ada beberapa keuntungan yang bisa didapat yaitu, masyarakat bisa memiliki pekerjaan, pembuangan sampah bisa lebih teratur, lingkungan semakin bersih, dan sampah di TPS tak lagi berserakan tak karuan hingga badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: