Camat Selatan Bantu Mediasi Pembebasan Lahan RS

Banjarmasin, KP – Menyusul masih belum tercapainya kesepatan harga dan alotnya proses negosiasi harga untuk lahan pembangunan Rumah Sakit Pemko Banjarmasin, dikawasan Eks Gudang Lima Kecamatan Banjarmasin Selatan, membuat Camat Banjarmasin Selatan harus turun sendiri dengan melakukan loby-loby kepada warga supaya kegiatan pembebesan supaya berjalan sesuai harapkan dan target yang ditetapkan.

“Saya memang berupaya agar pemilik lahan yang terkena lokasi pembebasan, bisa menyepakati harga  seperti yang telah dipatok oleh Pemko,” ujar  Camat Banjarmasin Selatan, Drs Feranisal, kepada {{wartawan}}, Selasa (26/2).

Menurut mantan sekretasria Dinas Perhubungan Kalsel, proses pertemuan  dengan salah satu pemilik lahan telah dilakukan, tujuannya untuk membahas harga pembebasan lahan tersebut. Namun antara Pemko dan pemilik, memang belum menemukan harga yang  disepakati, karena pemilik mematok cenderung lebih tinggi.

“Terus terang memang pemiliknya bilang ke  saya minta, Rp1,5 juta permeter persegi, sedangkan Pemko masih dengan tawaran tertinggi dibawah keinginan  pemilik,” ungkap Ferenisa berupaya menjadi penengah dalam pembebesan lahan.

Diakui memang, informasi pertemuan  dengan  salah satu pemilik lahan itu, kini sudah  disampaikannya kepada pihak Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) setempat. “Tunggu saja hasilnya, kalau pembicaraan saya  dengan pak Hendro  ya demikian,” ungkapnya.

Bahkan, Feranisa juga berharap, proses pembebasan lahan uuntuk Rumah  Sakit yang akan  dibangun diwilayah yang dipimpinnya itu, bisa berjalan lebih cepat dan lancar. Sehingga tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bisa segera terlaksana.

Sebelumnya, memang Pemerintah Kota Banjarmasin merencanakan, hanya akan memberikan dana kerohiman bagi sekitar 20 persil bangunan yang berada disekitar lokasi rencana pembangunan Rumah Sakit Pemko Banjarmasin, dikawasan eks Gudang Lima Banjarmasin Selatan.

“Hal itulah karena mereka memang tidak menempati tanah milik pribadi, atau berada ditanah milik negara,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdako Banjarmasin, Khairul Saleh, kepada wartawan, Jumat (1/2).

Menurutnya, rencana pemberian dana kerohiman tersebut, segera dibahas dalam rapat tim pembebasan. “Sebab kita ingin pembebasan segera dilakukan, untuk mempercepat pembangunan RS itu,” imbuhnya.

Khairul juga menambahkan, selain akan akan memberikan dana kerohiman berupa biaya bongkar dan pindah itu, pihak Pemko juga rencananya akan melakukan pembebasan sekitar 7 pemilik lahan yang berada dilokasi tersebut. “Ini termasuk milik eks Gudang Lima, yang sekarang dimilik oleh warga juga,” ungkapnya.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 5, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: