Walikota Intruksikan Rapat Bahas Best Westen

Banjarmasin, KP –  Menyusul semakin menghangatkan pembangunan hotel berbintang Best Western Hotel di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Km  Dua,  yang belakangan ini menjadi polemik di media masa, akhirnya Walikota mengintruksikan Rapat untuk mebahas Best Westen yang langsung dipimpinan Ketua Tim Perizinan Sekdako Banjaramsin Drs H Zulfadli Gazali.

Bahkan rapat yang dimulai tengah hari tersebut lengkap dihadiri seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membahas persoalan hotel Best Westen, sejak awal perijinan hingga pelaksanaan pembangunan.

“Kita ingin merapatkan dan mempelajari pembangunan Hotel Best Westen ini, jangan sampai terjadi persoalan yang bisa merugikan kita semua,’’ungkap Walikota H Muhidin yang langsung mengintruksikan rapat terbatas usai mengakhiri rapat {{copy morning}},  Senin (4/3)

Bahkan Dinas Sumber Daya Air dan Drainase (DSDAD) Kota Banjarmasin ternyata juga pernah layangkan teguran bangunan teras, Best Western Hotel di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin Km  dua. Karena selain sorotan dari masyarakat juga lantaran kondisi kali di depannya saat ini tertutupi oleh bahan material, aliran air juga dibendung di kedua sisinya.

“Memang tidak apa-apa. Sebab bahan material itu nantinya dikeruk lagi. Itu hanya imbas dari penyiringan,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Drainase (DSDAD) Kota Banjarmasin, Ir Muryanta MT, kepada {[wartawan]}, dalam jumpa pers,  Senin (4/3) pagi.

Jadi, katanya, sungai di depan hotel  yang tepat berseberangan dengan Duta Mall itu memiliki kelebaran 3 meter. Selain penyiringan, sungai oleh pihak Best Westen juga akan memperlebar hingga 3,7 meter.

“Terus terang memang pelebaran ini, malah bagus untuk kondisi Sungai di Jalan Ahmad Yani Banjarmasin,” ujar Muryanta yang telah mendapatkan jabawaban dan jaminan pihak hotel untuk memberikan jaminan bahwa desainnya akan seperti itu.

Namun, ujar Muryanta menyesalkan, mengapa selama proses penyiringan pihak hotel membendung aliran sungai begitu saja. “Harusnya dipasang pipa. Agar saat pengerjaan siring. Aliran air kali Ahmad Yani tetap bisa berjalan, tidak mampet sama sekali,” ujarnya.

Untuk itu, ujar Muryanta telah melayangkan surat peringatan pertama kepada pihak hotel. Selain kali, pihaknya juga meminta agar pagar yang sebelumnya dipasang di depan kali dimundurkan ke belakang kali.“ Dan permintaan itu sudah mereka penuhi. Tapi kalau pipa, apakah sudah dipasang atau belum, saya belum mencek,” papar Muryanta.

Khusus mengenai perdebatan apakah Best Western melanggar garis sempadan bangunan atau tidak, Muryanta enggan menjawabnya. “Setahu saya masih dirapatkan. Tetapi untuk menjawab pertanyaan itu, bukan kewenangan saya,” ungkap Muryanta.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 4, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: