Syamsuddin Noor Dikuatirkan Gagal Jadi Embarkasi Haji 2013

Banjarmasin, KP – Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin dikuatirkan gagal ditetapkan menjadi
embarkasi haji untuk keberangkatan calon jemaah haji tahun 2013 ini, karena
tidak memenuhi persyaratan Pemerintah Arab Saudi bagi angkutan haji.
“Jika tidak bisa memenuhi persyaratan Pemerintah Arab Saudi, maka sulit untuk mempertahankan
Bandara Syamsuddin Noor sebagai embarkasi haji,’’ kata anggota Komisi IV DPRD
Kalsel, Nasrullah kepada wartawan, Jumat (22/2), di Banjarmasin.
Apalagi, pemerintah Arab Saudi sudah sejak lama mengumumkan agar angkutan haji menggunakan
pesawat berbadan lebar atau jenis Air Bus berkapasitas minimal 500 orang
penumpang, untuk efisiensi dan mengurangi kepadatan lalu lintas penerbangan di
Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Nasrullah menambahkan, salah satu syarat secara teknis, untuk pendaratan Air Bus, panjang
runway, atau landasan pacu minimal 3.500 meter, sementara runway di Bandara
Syamsudin Noor baru 2.500 meter.
“Kita lalai merespon isyarat tersebut, sehingga ketika pemerintah Arab Saudi memberlakukan
persyaratan itu, kita jadi kerepotan. Berarti, secara tidak langsung pemerintah
kita tak penuhi anamah,’’ ungkap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Menurut Nasrullah, kemungkinan kegagalan mempertahankan Banjarmasin sebagai embarkasi
haji, tidak terlepas dari persoalan pembebasan lahan untuk pengembangan bandara
tersebut.
“Pembebasan lahan yang berlarut-larut menjadi alasan menunda pengembangan Bandara Syamsudin
Noor,’’ ujar Nasrullah.
Untuk persoalan ini, menurut Nasrullah, Pemko Banjarbaru yang paling bertanggung jawab atas
upaya pembebasan lahan, yang hingga kini masih belum tuntas, dan menghambat
rencana pengembangan bandara.
“Pemko Banjarbaru harus tegas dalam pembebasan lahan, karena ini demi kepentingan masyarakat
banyak, terutama jemaah haji yang kini terancam tidak bisa berangkat dari
Embarkasi Banjarmasin,’’ tambah mantan aktivis ini.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kalsel, H Asmara Yanto menambahkan, akan meminta
keterangan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi tersebut
berkaitan embarkasi haji Banjarmasin.
“Kita akan cek kebenaran informasi terkait embarkasi haji, serta langkah selanjutnya,’’ kata H
Asmara Yanto. Menurut Asmara Yanto, Pemerintah Arab Saudi hanya memperbolehkan pesawat berbadan lebar untuk
mendarat di Bandara King Abdul Aziz mulai musim haji 2013 ini, namun belum
diketahui sikap Kemenag.
“Karena secara teknis, Bandara Syamsudin Noor belum bisa didarati pewasat berbadan lebar, jadi
bagaimana solusinya,’’ ujar politisi Partai Bintang Reformasi (PBR).
Asmara Yanto menyayangkan,
jika Banjarmasin tidak lagi sebagai embarkasi haji, karena akan merepotkan dan menambah
kelelahan calon jemaah haji, karena harus melalui Embarkasi Sepinggan, Kaltim
seperti beberapa tahun sebelumnya.
“Kita perlu mengetahui
langkah-langkah perjuangan Kemenag Kalsel dalam upaya mempertahankan Banjarmasin
sebagai embarkasi haji,’’ tambah Asmara Yanto.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 4, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: