Ditelisik Kejati, Lift Dewan ‘Makan Korban’

Banjarmasin, KP – Pengadaan lift baru di Gedung DPRD Kalsel, yang kini ditelisik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel, ternyata sudah `makan korban’ staf dewan yang terkurung dalam lift tersebut sekitar 1,5 jam, Kamis (28/2).

Kondisi ini jelas menimbulkan pertanyaan, mengingat lift tersebut baru dioperasionalkan selama dua minggu, namun sudah mengalami kemacetan, apalagi teknisi yang digunakan berasal dari Surabaya.

Hal ini menyebabkan staf Fraksi Partai Golkar (FG), Wawan, terpaksa menunggu lama, sebelum bisa dikeluarkan dari lift tersebut, apalagi bel darurat di dalam lift nyaris tidak terdengar dari luar, untuk memberitahukan ada yang terjebak di dalam lift.

Terkurungnya Wawan baru diketahui setelah dirinya menghubungi anggota DPRD, H Karno dari Fraksi Partai Golkar, yang kemudian menyuruh petugas untuk mengeluarkannya.

Namun, upaya mengeluarkan korban menggunakan kunci tidak berhasil, dan tombol otomatis lift pun tidak berfungsi, sehingga menimbulkan kepanikan di gedung wakil rakyat tersebut. Apalagi lift macet di antara lantai dua dan tiga.

Disamping itu, tidak tersedia pintu darurat di atas lift untuk mengeluarkan korban, sehingga menimbulkan kehebohan dan kepanikan, bahkan pimpinan dewan juga turut ke lokasi penyelamatan staf dewan tersebut.

Akhirnya, Wawan bisa dikeluarkan setelah terkurung selama 1,5 jam dengan cara manual, yakni mengangkat tali sling lift tersebut di kamar mesin lift lantai V DPRD Kalsel.

Wawan yang berhasil keluar dengan kondisi pucat dan lemah, bahkan terlihat depresi ini dikarenakan kekurangan oksigen.

Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah yang dikonfirmasi terkait macetnya lift yang kini ditelisik Kejati Kalsel atas dugaan penyimpangan, mengatakan, proyek tersebut bukan kewenangan sekretariat dewan, melainkan milik Biro Perlengkapan Pemprov Kalsel.

“Kita hanya menggunakannya, karena masalah teknis dan pengadaan lift dilakukan Pemprov Kalsel, yakni Biro Perlengkapan,’’ kata Nasib Alamsyah.

Bahkan, Nasib Alamsyah tidak mengetahui berapa anggaran pengadaan tiga unit lift tersebut, karena hanya menggunakannya, mengingat lift lama tidak bisa lagi diperbaiki.

“Kita cuma memakai, jadi tidak tahu persis anggarannya,’’ tambah politisi Partai Golkar ini, mengingat pengadaannya tiga unit lift tersebut mencapai Rp6 miliar.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kalsel, HM Iqbal Yudiannor, penyelidikan terhadap pengadaan lift baru ini bukanlah tanggungjawab sekretariat dewan, walaupun tempatnya di Gedung DPRD.

“Jadi jangan salah persepsi, proyek pengadaan lift ini merupakan milik Biro Perlengkapan, walaupun tempatnya di dewan,’’ kata politisi Partai Demokrat.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Maret 4, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: