Tiga Jam Usai Melahirkan, Kedatangan Menteri dan Gubernur

[] Menkes Puji Layanan Puskesmas

Banjarmasin, KP – Kecerian terpacar dari raut wajah Ny Lilis Ariani (25) warga Alalak Banjarmasin Utara. Pasalnya,  selain  telah berhasil dan selamat melahirkan bayi pertamanya yang berjenis kelamin perempuan juga mendapatkan kunjungan langsung oleh Menteri Kesehatan RI.

Ibu berparas cantik ini seyumnya makin lebar manakala, hari kelahirannya juga mendapat sapaan dari Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin manakala mendampingi kunjungan langsung dari Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi SpA, MPH juga bersama Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, ke Puskesmas Alalak Selatan, Rabu (27/2).

Pada saat dialog, langsung bersama Menkes, istri dari Jamadi pun tak kuasa membendung air mata bahagia. Karena itulah, berencana akan memberi nama anaknya, sesuai dengan nama menteri, yang kala itu mengunjungi bayi baru berusia sekitar 3 jam tersebut. “Saya  akan memberi nama, seperti nama ibu Menteri jika diijinkan,” ujar Lilis, kepada Menkes.

Selain mengaku senang dengan kunjungan, yang memang secara kebetulan tetapi baginya merupakan anugerah. Karena tak ada yang kebetulan tetapi sudah dalam rencanan yang Maha Kuasa, mengingat sedang dilakukannya acara peninjauan Puskesmas yang memiliki layanan terbaik dan punya fasilitas Poned lengkap itu.

“Yang pasti saya senang sekali karena tak pernah bisa bicara langsung dan ternyata malah bisa berbicara langsung setelah melahirkannya sekitar pukul 8 tadi, dengan proses normal,” ungkapnya, kepada  {{wartawan}}, saat ikut menyambangi bersama rombongan Menteri Kesehatan RI.

Sementara dalam kunjungan singkat itu, Menkes yang datang bersama rombongan dan Gubernur Kalsel, hanya terlihat berkeliling sambil sesekali berdialog, dengan dipandu Kadinkes Dinkes Kota Banjarmasin drg Hj Diah Ratnani Praswasti, yang memberikan pemaparan tentang layanan dan fasilitas Puskesmas itu.

Ditempat terpisah, Menkes berharap, agar peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan  kepada masyarakat bisa  terus diberikan. Bahkan lanjut Nafsiah, sedianya Puskesmas yang ada diperkotaan memiliki ciri khas pelayanan dan fasilitas lebih baik, dibanding puskesmas lainnya.

“Jadi Puskesmas Rawat Inap dengan fasilitas Poned itu, harus ditambah kalau perlu semuanya,” ujar Nafsiah,  kepada wartawan,  saat berada di RS Anshari Saleh.

Menurutnya, Pemerintah dalam hal ini Kemenkes, akan terus mendukung apa yang dilakukan pemerintah daerah, untuk lebih meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. “Bila memang belum punya rumah sakit sendiri, sebaik Puskesmas yang ada dimanfaatkan dan dilengkapi  fasilitas rawat inap,”  ucapnya.

Disamping itu tekannya, upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, harus terus ditingkatkan. Sehingga kesehatan ibu mulai hamil hingga melahirkan dan bayinya juga selamat. “Ini menjadi tugas kita  semua, terutama jajaran Kesehatan,” ingatnya.

Bahkan dengan pelayanan yang diberikan Puskesmas Alalak Selatan juga mendapatkan pujian dari Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, Sp A. Bahkan disela-sela kunjungannya diharapkan  banyak Puskesmas di perkotaan yang memiliki ciri khas seperti puskesmas Alalak Selatan.

“Pelayanananya sudah  bagus dalam segalanya, apalagi Puskesmas ini disediakan untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat termasuk memberikan pelayanan poned tadi,”ujar Nafsiah.

Pelayanan poned sebagai pelayanan inovasi untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta menurunkan angka kejadian /prevalensi gizi buruk. Karena itu juga pelayanan dari puskesmas ini diharapkan dapat menekan angka AKI dan AKB di Banjarmasin.

Nafsiah pun mengungkapkan, meski di Banjarmasih masih belum memiliki rumah sakit atau tempat tidur untuk pelayanan rawat inap, namun diharapkan menyarankan agar pemerintah daerah harus bisa mengembangkan puskesmas yang ada dulu.

“Jadi tak perlu banyak-banyak rumah sakit, baiknya Pemko untuk lebih mengembangkan Puskesmas yang ada menjadi rawat inap yang bisa memberikan pelayanan lebih maksimal,”katanya.

Dikatakannya lagi, perlu dibedakan pula bahwa dalam pengembangan Puskesmas di Perkotaan dan Puskesmas di Pedesaan berbeda. Puskesmas di perkotaan akan lebih khusus dimana yang diutamakan (terpenting) dalam pelayanan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Drg Hj Diah Praswati mengatakan sejak dijadikannya Puskesmas Alalak Selatan menjadi Puskesmas Rawat Inap 24 jam, otomatis pelayanan Puskesmas ini menjadi lebih maksimal.

Karena itu, puskesmas yang beralamat di Kecamatan Banjarmasin Utara, pelayanan yang diberikan juga mengangkat pelayanan Poned (penanggulangan Obstetri Neonatus Emergensy Dasar) atau pelayanan kegawatdaruratan tingkat dasar bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir, serta pelayanan TFC atau Therapeutic Feeding Center (Panti pemulihan gizi).

Sementara itu, kepala puskesmas Alalak Selatan, drg Toriq FC, pelayanan poned di puskesmas Alalak selatan sudah memberikan pelayanan 321 kelahiran pada 2012, dan selama 2013 sudah sebanyak 50 kelahiran dengan tenaga bidan 10 orang.”Puskesmas ini juga memberikan pelayanan pada peserta jamversal dan jamkesmas,’ujar Toriq.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 27, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: