PDAM Bekali Pengetahuan Penghematan Air

Banjarmasin, KP – Sejumlah  pelajar tingkat Sekolah  Dasar (SD) di Kota Banjarmasin, saat ini mulai  diberikan pengetahuan tambahan dengan delapan langkah penghematan  air oleh PDAM Bann darmasih Kota Banjarmasin.

Bahkan dalam penyuluhan yang dilakukan secara bertahap tersebut, siswa diberikan pengetahuan, dan caranya baik melalui audiu visual maupun dengan cara bersama, sehingga  mulai  dari menghemat air PDAM, pengelolaan air, hingga membuat daerah atau sumur resapan air.

“Tujuan penanaman dini pengetahuan pengolahan air sekarang ini memang baru beberapa SD yang diberikan penyuluhan seperti SDN Kelayan Dalam, SDN Teluk Dalam dan SDN di Pengembangan dan akan dilanjutkan sejumlah SD lainnya,” ujar Kepala Divisi Humas PDAM Bandarmasih Dra Hj Siti Nursiah, kepada {{wartawan}}, Rabu (27/2).

Menurutnya, kegiatan ini dilakukannya, agar para siswa SD yang menjadi bagian dari masyarakat di kota itu, mulai usia dini sudah terbiasa untuk membudayakan hemat air terutama air PDAM.

Bahkan, ujarnya, agar anak-anak yang masih kecil ini kedepan, ketersediaan sangat memahami betapa pentingnya air yang merupakan sumber kehidupan dan produksi air bersih yang diberikan PDAM, bisa terus terjaga.

“Kita ingin mereka lebih paham dan menularkan budaya hemat air ini, mulai dari diri sendiri, teman hingga keluarga  dan lingkungannya,” imbuhnya bahkan pemberian meteri hemat air ini juga dilakukan dengan cara bermain-main air kotor maupun air bersih.

Nursiah menjelaskan, dalam delapan langkah atau trik menghemat air yang diberikan tersebut, ada beberapa cara yang perlu dilakukan yakni, manfaatkan air   secara optimal, cegah kebocoran dan jangan biarkan kran  air terbuka terus menerus.

Kemudian, ketika melakukan aktivitas menggosok  gigi, muka atau mencukur, kran wastafel jangan dibebaskan mengucur. “Sebab bila  air mengucur selama 1 menit  saja, maka sekitar 9 liter air bisa terbuang sia-sia dan mubazir,” ucapnya.

Selain itu, ketika sedang mencuci kendaraan terutama mobil, diupayakan dengan menggunakan lap dan menampung air dengan ember, jangan  sampai mobil justru dicuci dengan mengguyur selama ¼ jam yang berarti ratusan liter air turut terbuang. “Kalau  mencuci pakaian, piring, juga jangan dikran  langsung, gunakan  saja bak-bak penampungan air atau ember. Apalagi kalau mandi dengan berendam, juga merupakan tindakan yang boros air,” ingatnya.

Disisi lain tambahnya, agar air tidak terbuang  sia-sia, manfaatkan air limbah  yang tidak terlalu kotor, untuk menyiram tanaman dan memelihara ikan. “Upayakan juga membuat resapan air, dengan tdiak menghabiskan semua lahan atau halaman dengan menyemen,” imbaunya.

Nursiah berharap, dengan beberapa langkah penghematan yang diberikan tersebut, ketersediaan sumber dan  air bersih di kota itu bisa terus terjaga. “Pada akhirnya kita semua yang menikmati, dan ini untuk keberlangsungan ketersediaan air dimasa datang,” ungkapnya.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 27, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: