Menkes Perpanjang Pendistribusian Kartu Jamkesmas

Banjarmasin, KP – Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi SpA, MPH memastikan perpanjangan pendistribusian  kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), yang seharusnya awal Maret sudah lesesai ditambah waktunya hingga akhir Maret masih diperbolehkan untuk melakukan perabaikan.

“Melalui banyaknya laporan dan temuan kesalahan data dan kerusakan kartu Jamkesmas yang didistribusikan kepada masyarakat, akhir kita sepakat untuk memperpanjang pendistribusian hingga akhir Maret,’’ungkap Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi SpA, MPH kepada {[wartawan]}, Rabu (27/2),  saat berada di RS Anshari Saleh Banjarmasin.

Didampingi Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi SpA, MPH, dengan tujuan untuk koordinasi dan rapat jajaran kesehatan di seluruh Kalsel, juga mengharapkan semua pihak untuk bisa memberdayakan untuk membantu pendisttribusian Kartu Jamkesmas yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat.

Jadi, katanya, jika memang selama ini banyak keluhan waktunya sempit saat ini sudah ada perpanjangan masa pengembalian kartu rusak dari semula akhir  Februari ini, menjadi akhir Maret nanti. Hal ini tentunya diharapkan untuk lebih memanfaatkan sisa waktu jika memang banyak  salah data dan rusak.

“Kalau memang banyak data yang rusak silahkan dikembalikan ke Kementrian Kesehatan, karena masih banyak waktunya untuk perpanjangan hingga akhir Maret nanti,” ujar sambul meminta seluruh kader kesehatan juga untuk bisa membatu pemantauan pendistribusian kartu Jamkesmas.

Menurut Menkes,  memang kesalahan dalam pembuatan kartu layanan kesehatan gratis bagi warga miskin itu, memang dimulai  sejak dilakukannya registrasi calon penerima. Dengan begitu saat proses cetak dilakukan, data maupun penerima juga mengalami kesalahan.

“Kalau ada yang sudah pindah bahkan meninggal, tetapi tetap saja ada kartunya. Ini kesalahan sejak registrasi, untuk itulah diharapkan semua pihak membantu pendistribusian kartu Jamkesmas,” ucapnya yang menuju mobilnya bersama Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin.

Nafsiah yang memakai stelan baju warna hijau juga mengatakan kalau pihaknya meminta  agar pengembalian kartu “rusak” itu bisa segera  dilakukan, tidak hanya  di Kota Banjarmasin, namun bagi  seluruh Kabupaten/kota yang ada. Untuk itulah, diharapkan, masyarakat miskin yang memang berhak menerima manfaat jaminan kesehatan itu, bisa terlayani dengan baik. Tetapi  ingat, Jamkesmas itu hanya untuk warga miskin.

Demikian juga bagi para Wali Kota dan Bupati ingatnya, supaya meminta jajaran Dinkes Banjarmasin, agar mengembalikan kartu tersebut kepada Kementrian Kesehatan RI. “Waktunya masih ada, jadi  segera  saja  dikembalikan,” pinta Menteri.

Sebelumnya, sebanyak 3.235 kartu Jamkesmas baru, dikembalikan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ke Kementerian Kesehatan untuk dicetak ulang. Sebab dari jumlah tersebut, seluruhnya mengalami persoalan seperti kartu rusak, salah jenis kelamin, nama tidak jelas, meninggal, mampu PNS, kartu ganda dan masalah lainnya.

Kemudian, sebanyak 79.074 lembar kartu Jamkesmas baru berwarna biru saat ini sudah dipegang masyarakat, dan akan bisa digunakan di rumah sakit mulai 1 Maret. Sedangkan kartu lama yang dulu jumlahnya sebanyak 146.102 berwarna  hijau, telah dinyatakan tidak berlaku.

Sebelum ke Rumah Sakit Ansyari Saleh Menteri Kesehatan bersama Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin mengunjungi Puskesmas Alalak Selatan yang disambut langsung oleh Walikota Banjarmasin H. Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin  Drs. H. Zulfadli Gazali Msi, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin drg Hj Diah Praswati  yang meninjau pelayanan PONED atau penanggulangan Obstetri Neonatus Emergency Dasar (pelayanan kegawatan darurat tingkat dasar) bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir serta pelayanan TFC/Therapeutic Feeding Center (Panti Pemilihan Gizi).

Usai meninjau Puskesmas Alalak Selatan, Menteri Kesehatan menerima Cinderamata dari Walikota Banjarmasin dan Menteri juga berkesempatan menyerahkan cinderamata kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin Ny Hj. Fathul Jannah muhidin. Kemudian rombongan Menkes  melanjutkan perjalanan untuk meninjau Rumah Sakit Umum Anshari Saleh dan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 27, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: