Pemko Jadi Pilot Project Penutupan TPA Pakai Plastik

[] Paling Lama Tujuh Hari Sudah Mengurai

Banjarmasin, KP – Upaya Pemko Banjarmasin meminimalisasi pencemaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Basirih Banjarmasin Selatan terus dilakukan. Bahkan Pemko dalam waktu segera akan melakukan kerjasama dengan menutup tumpukan sampah dengan teknologi plastik yang sebelumnya dengan tanah merah.
“Rencana uji coba penggunaan teknologi plastik ramah lingkungan untuk menutup tumpukan sampah di TPA Basirih Banjarmasin ini jauh lebih efektif dan tak akan memperbanyak gas yang berdampak menipiskan ozon,’’ ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin, H Hamdi, kepada wartawan di sela sosialisasi pemanfaatan sampah plastik, Rabu(20/2).
Hamdi mengatakan, pada pertemuan itu disepakati bahwa dimungkinkan penggunaan teknologi sampah ditutup plastik bisa diterapkan di Banjarmasin. Kendati, harus terlebih dahulu dilakukan studi lapangan, untuk mengetahui jenis dan kriteria plastik yang cocok untuk digunakan.
“Kita akan melakukan studi lapangan nantiya dan setelah itu baru kita tentukan. Yang jelas, tahun ini juga, uji coba penggunaan plastik tersebut akan dilakukan, dengan lebih dahulu harus diketahui lokasi TPA di Basirih,’’ ujarnya.
Menurutnya, penggunaan plastik itu dinilai lebih efisien dan ekonomis, sebab jika selama ini penggunaan tanah untuk menutup tumpukan sampah memerlukan biaya yang tinggi hingga Rp200 juta pertahun.
Makanya, ujar Hamdi, dengan menggunakan teknologi plastik tersebut, bisa menghemat biaya hingga 50 persen bahkan lebih. Disamping itu, pencemaran akibat air hujan bisa diatasi. Karena air hujan, akan tersalur langsung ke saluran drainase, tidak sempat mengendap pada tumpukan sampah, jelasnya.
Kemudian anggota tim dari PT Merindo Makmur, Tedy Lim, menjelaskan, plastik yang akan digunakan untuk menutup sampah TPA itu disebut {{Enviro Cover Sytem}} (ECS), yang bisa digunakan sebagai alternatif penutup sampah yang ramah lingkungan, efisien, efektif dan ekonomis.
Jadi, katanya, plastik itu terdiri atas tiga macam berdasarkan masa hancur, yakni ada yang bisa hancur dalam waktu harian, satu minggu, hingga satu bulan. “Penghancurannya, justru lebih cepat karena dibantu oleh sinar matahari dan gas metan yang dihasilkan tumpukan sampah,’’ ujar Tedy, didampingi Muhammad Helmy.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Drs H Muchyar mengatakan, sampah di TPA Basirih masih belum standar dikelola, selain itu kendala disana infrastruktur jalan kurang baik hingga kurang bisa menimbun sampah lebih kebelakang, kebanyakan memang dalam keadaan terbuka.
“Kita lihat saja nanti setelah uji coba, pastinya perlu dikaji juga anggarannya, kalau memang benar-benar baik dan tidak terlalu membebani anggaran, bisa saja nanti tahun akan datang kita anggarkan,’’ tegas Muchyar.
Sejauh ini, katanya, pihaknya terus berupaya maksimal menangani problema sampah yang ada di kota ini. Walaupun pada kenyataannya di lapangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pengangkut sampah yang dimiliki cukup minim. Bahkan kalau program ini bagus bagi penanggulangan masalah sampah dan kebersihan kota, pastinya sangat kita dukung, ungkap Muchyar.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 21, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: