Pengembangan Bandara Terkendala Lahan

Banjarmasin, KP – Rencana pengembangan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin terkendala masalah
pembebasan lahan, yang hingga kini masih mencapai 73 persen.
Padahal, rencana
pengembangan sudah disiapkan PT Angkasa Pura I, baik terminal penumpang, apron
dan taxiway, termasuk penambangan panjang runway agar mampu didarati pesawat
berbadan lebar.
“Kendalanya, ya
pada pembebasan lahan, yang kini hanya sekitar 73 persen saja,’’ kata Wakil
Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan kepada wartawan, usai paripurna dewan, Senin
(11/2), di Banjarmasin.
Jika pembebasan
lahan sudah mencapai 80 persen, maka bisa dimulai proses pengembangan bandara,
terutama perpanjangan runway yang sudah sangat mendesak, untuk keperluan jemaah
haji.
“Karena Pemerintah
Arab Saudi sudah memperingatkan pesawat berkapasitas kecil tidak lagi
diperkenankan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,’’ tambahnya.
Hal ini
dikarenakan pesawat yang mengangkut jemaah, terutama pada musim haji sangat
padat, mengingat setiap tiga hingga lima menit dipastikan ada pesawat yang take
off ataupun landing, sehingga diperlukan efisiensi dengan pesawat berkapasitas
di atas 500 seat.
“Warning ini
sudah diberikan sejak beberapa tahun lalu, agar angkutan haji bisa menggunakan
pesawat jumbo berkapasitas hingga 900 seat,’’ ungkap Rudy Resnawan.
Kondisi ini jelas
berpengaruh pada Bandara Syamsuddin Noor, karena dengan runway hanya sekitar
2.500 meter, dipastikan tidak bisa didarati pesawat berbadan besar yang
memerlukan minimal runway sepanjang 3.000 meter.
“Jadi
perpanjangan runway menjadi prioritas, namun terkendala pembebasan lahan,’’
jelasnya.
Untuk itu, Rudy
Resnawan menghimbau agar masyarakat yang lahannya terkena pembebasan lahan bisa
lebih kooperatif, demi kepentingan masyarakat banyak, termasuk jemaah haji
Kalsel.
“Jika
perpanjangan runway tidak bisa dilakukan, maka status embarkasi haji tidak bisa
dipertahankan lagi, karena tidak bisa didarati pesawat berbadan besar,’’ tegas
Rudy Resnawan.
Jika ini terjadi,
dipastikan akan menambah beban calon jemaah haji asal Kalsel, yang terpaksa
harus menggunakan embarkasi haji Bandara Sepinggan, Balikpapan, seperti
sebelumnya.
“Ini kan tidak
diharapkan, karena hanya akan merepotkan dan menambah biaya lagi, termasuk bagi
keluarga,’’ katanya.
Namun, Pemprov
Kalsel masih berupaya agar embarkasi haji masih bisa dilakukan pada musim haji
2013 ini, mengingat pengembangan bandara baru rampung pada 2015. “Inipun jika
pembebasan lahan tidak terkendala, dan pembangunan bisa dilakukan sesuai
jadual,’’ ujar Rudy Resnawan.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: