Dua Bupati Hadiri Undangan Dewan

Banjarmasin, KP – Dua bupati dipastikan akan menghadiri undangan dewan, untuk menandatangani
komitmen dan kesepakatan untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya
terumbu karang di wilayahnya.
“Dua bupati ini,
yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru akan menghadiri undangan dewan, mengingat
undangan sudah dikirimkan,’’ kata anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rakhmat
Nopliardy kepada wartawan, Kamis (14/2), di Banjarmasin.
Menurut Rakhmat,
undangan sudah disampaikan melalui sekretariat dewan, yang ditandatangani Ketua
DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah, agar bisa menjadi perhatian dari dua kepala daerah
tersebut.
“Karena ini
merupakan komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya populasi
ikan,’’ tambah politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Apalagi kondisi
terumbu karang yang merupakan tempat hidup ikan ini di kedua kawasan tersebut
masih cukup baik, sehingga perlu dijaga agar terhindar dari kerusakan
lingkungan.
“Jadi perlu
komitmen kepala daerah, agar bisa melaksanakan Perda Pengelolaan Terumbu
Karang, sehingga terhindar dari kerusakan,’’ ungkap Rakhmat.
Disamping itu,
pertemuan dengan kedua bupati tidak hanya dilakukan Komisi III, namun juga
komisi lainnya, sekaligus sosialisasi keberadaan Perda tersebut.
“Kita meminta
mereka turut serta dalam melindungi terumbu karang yang sudah rusak. Artinya
terumbu karang yang masih baik tetap dijaga kelestariannya,’’ ujar mantan Ketua
Pansus Terumbu Karang.
Rakhmat
menambahkan, komitmen ini diperlukan, karena pemerintah daerah juga
bertanggungjawab atas keberadaan terumbu karang, bahkan terancam dikenakan
sanksi tegas pada Perda terumbu karang, yang mengacu pada UU Nomor 32 tahun
2009 tentang lingkungan hidup, jika membiarkan terjadinya kerusakan terumbu
karang di wilayahnya.
“Membiarkan
terjadinya kerusakan terumbu karang juga dikenakan sanksi tegas, bahkan
mencapai Rp2 miliar,’’ tegas Rakhmat.
Selain itu,
kerusakan terumbu karang di wilayah Kalsel juga cukup spesifik, karena
sedimentasi batubara, dan hanya terjadi di kawasan tersebut, akibat aktivitas
pelabuhan khusus, pelayaran ataupun pencucian tongkang batubara.
“Jadi
kerusakannya sudah jelas, dan hanya terjadi di Kalsel,’’ tegas Rakhmat,
sehingga Perda inisiatif ini untuk mencegah kerusakannya semakin parah.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 17, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: