Penghidupan Pasar Terapung Upaya Penyelamatan Budaya

Banjarmasin, KP – Langkah pelestarian Pasar Terapung yang dilaksanakan Pemko Banjarmasin sebuah terobosan baru yang bisa menyelamatkan budaya di bidang parisitas yang mulai punah, dan merupakan aset daerah yang luar biasa.

“Usaha menghidupkan dan memberdayakan Pasar Terapung di perkotaan ini harus didukung sebuah pihak, karena juga upaya penyalamatan aset budaya yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,’’ungkap Ketua KNPI Kalsel H Yazidie Fauzy Skom kepada [[wartawan]}, di sela-sela pembukaan Perda Pasar Terapung, di depan Siring Martapura Banjarmasin, Minggu (10/2).

Pengurus PAN Kalsel ini juga mengatakan memang selama ini pedagang yang berjualan di Pasar Terapung seolah-olah kurang pembinaan. Karena mereka hanya berjualan sebagaimana layakanya pedagang lainnya, padahal keberadaannya menjadi kebanggaan masyarakat di kota Banjarmasin.

Bahkan, selain merupakan aset budaya yang banyak di contoh banyak warga lainnya, juga budaya yang lebih dikenang {{floting market}] ini memang tak asing lagi, tetapi sebagai warga daerah tentunya harus bangga, sehingga dengan langkah pemberian subsidi ini juga sama dengan menggerakan perekonomian masyarakat di ibu kota propinsi Kalsel.

Karena, ujarnya, dengan memberikan subsidi dan mendorong warga masyarakat untuk berjualan di pasar terapung yang berlokasi di tempat strategis ini selain bisa membantu warga masyarakat dalam mendorong perbaikan perekonian warga secara langsung.

“Kita akui selama ini objek wisata Pasar Tarapung Banjarmasin yang berada di Sungai Muara Kuin dan Pasar Terapung Pelabuhan Klotok PT Pertamani belakangan ini makin pudar. Bahkan daya tarik yang sebelumnya mempesona juga kurang memikat para wisatan baik yang datang dari daerah maupun mancanegara,’’ungkap Yazidi.

Jadi, katanya, melalui pemberdayaan Pasar Terapung kembali, diharapkan  bisa lebih  memikat para wisman dan wisnus itulah, akhirnya mendorong jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin untuk serius melakukan pembenahan Pasar Terapung yang sempat menjadi aicon Kota Banjarmasin yang dikenal kota sungai ini.

Alasannya, selain karena merupakan ciri khas kota yang harus dilestarikan dan diangkat lagi, namun pasar terapung ini juga memiliki potensi wisata yang cukup mahal dan sangat langka ditemukan di daerah lain.

“Pasar terapung yang tadinya sudah mulai pudar, tidak ada salahnya kita angkat dan kembangkan lagi dengan melakukan pembenahan kawasan tersebut,”ungka tokoh Pemuda yang peduli dengan aset budaya daerah ini.

Lebih-lebih  pasar terapung tersebut sangat potensial untuk kembangkan lagi. Sebab, tidak hanya lokasi yang sangat strategis namun pada muara tersebut dulunya merupakan tempat berkumpul pada pedagangan pasar terapung dan pembelinya, dengan membaiknya tranportasi daerah mulai ditinggalkan, sehingga dengan pemberdayaan pasar terapung di tengah kota meski seminggu sekali diharapkan bisa menarik wisman dan wisnus.(vin/K-5)

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: