Banjarmasin Hidupkan Pasar Terapung di Sungai Martapura

Banjarmasin Hidupkan Pasar Terapung di Sungai Martapura

 

Banjarmasin, KP – Salah satu upaya untuk melestarikan objek wisata yang telah mendunia yang dikenal dengan floting market, memasuki awal ahun 2013 Pemko Banjarmasin mulai menghidupkan Pasar Terapung Mingguan di sepanjang Sungai DI Panjaitan Banjarmasin yang rencananya, dilaksanakan setiap hari Minggu pagi supaya sistim memberikan subsidi dari Pemerintah Kota.

Tujuan dilakukan pemberian subsidi ini supaya seluruh masyarakat bisa menikmati Pasar Terapung tanpa harus pergi jauh-jauh ke Lokbaintan maupun Kuin Banjarmasin  yang terancam akan punah, kata Walikota H Muhidin saat membuka pelaksanaan perdana Pasar Terapung yang dimulai bersamaan hari Raya Imlek warga Keturunan Tiong Ho, di atas Kapal Wisata milik Pemko Banjarmasin di Sungai Martapura, Minggu (10/2).

Dihadapan ratusan warga dan 60 pedagang Pasar Terapung, Muhidin juga mengatakan untuk  pedagang yang berjualan di  Pasar Terapung Mingguan ini sengaja Pemerintah akan memberikan uang subsidi sebesar Rp70 ribu setiap pedagang dan untuk hari pertama dengan diberikan tambahan uang pribadi Walikota sebesar Rp50 ribu setiap pedagang.

“Khusus hari pertama ini setiap pedagang akan saya berikan uang sebesar Rp50 ribu dan untuk hari-hari selanjutnya cukup dengan subdisi dari Pemerintah sebesar Rp70 ribu, spaya masyarakat bisa leluasa berjualan,’’ungkap Walikota H Muhidin.

Jadi, pemindahan pedagang  di atas jukung yang beraktivitas diharapkan menghidupkan pasar unik khas di Banua yang sudah mendunia itu para pedagang pasar terapung di Kuin dan Lokbaintan. “Memang para pedagang  pasar terapung, untuk sementara pindah berdagang setiap hari Minggu itu di tepi siring Martapura,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan aktivitas pasar buatan seminggu sekali ini tidak berencana merubah atau mematikan dimana tempat aslinya di Kuin dan Lokbaintan di Kabupaten Banjar, karena di dua tempat itu tidak mungkin di hilangkan lantaran sudah mendunia.

Kadisbudparpora Kota Banjarmasin Drs H Norhasan mengatakan  pasar terapung di Tendean ini adalah untuk menghidupkan wisata pasar terapung di dua tempat aslinya, karena kita rasa kebudayaan unik jual beli warga di pinggiran sungai yang hanya ada di daerah kita ini sudah mulai memudar, karena mulai banyak ditinggalkan penggiatnya, padahal wisata kita ini sudah mendunia.

Bahkan, kataya, jika kedepan cukup besar antusias masyarakat untuk menjaga budaya warisan ini, , pastinya sangat baik untuk pariwisata daerah kita. “Kita berharap dengan adanya agenda kita menggelar pasar terapung buatan seminggu sekali di siring Tendean ini, bisa menyemarakan lagi pasar terapung yang daerah kita punya di sungai Kuin,” harapnya.

Norsiah salah seoarang pedagang di Pasar Pasar Terapung yang mengaku rumahnya di Lokbaitan menyambut baik upaya Pemerintah Kota Banjarmasin untuk melestraikan Pasar Terapung dengan melakukan subdisi pedagang yang berjualan.

“Langkah ini sangat baik karen paling tidak warga pedagang Pasar Terapung bisa berjualan hasil buah maupun akeka kerajinan yang selama ini dijual bebas ke masyarakat yang peduli dengan kelestarian Pasar Terapung,’’demikian ungkap Noorsiah.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Februari 10, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: