Angka Kecelakaan Kerja di Banjarmasin 159 Kasus

Banjarmasin, KP – Selama tahun 2012 jumlah angka kecelakaan kerja di Kota Banjaramsin dari 107 perusahaan mencapai 159 kasus yang telah diselesaikan sehingga diharapkan angka ini kedepan bisa menunrun karena dibanding tahun sebelumnya ada cendukung trend kenaikan.

“Jumlah angka kecelakaan kerja ini memang sudah bisa dimediasi oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin sesuai aturan maun yang berlaku,’’ungkap Kepal Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Drs H Agus Surono MSi, Drs H Agus Surono Msi kepada {[wartawan]}, di Banjarmasin, Selasa (22/1).

Dari jumlah korban kecelakaan kerja tersebut, ujar Agus Surono, pada umumnya mereka juga mendapatkan santunan baik melalui perusahaan maupun proteksi dari pelayanan PT Jamsostek. Namun sampai sekarang ini yang menjadi persoalan, jika karyawan pulang atau pergi menuju lokasi kerja jika terjadi kecelakaan tak mendapatkan satunan.

Padahal, ujar Agus, karyawan tersebut sudah jelas tujuan mereka bekerja sehingga hal inilah yang perlu dijabarkan bersama keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yang memang harus diperhatikan semua pihak lebih rinci kembali.

“Terus terang memang sampai saat ini belum ada penjaraman yang lebih tegas bagaiaman kretria K3 sehingga dengan duduk bersama inilah yang akan dilaksanakan dalam rangka mendorong seluruh pekerja untuk bisa mendapatkan pelayanan,’’ucap Agus lagi.

Ia juga menjelaskan kenaikan kasus kecelakaan kerja dari tahun ke tahun harus diwaspadai, sehingga semua pemangku kepentingan harus menerapkan ketentuan perundangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk itulah pihaknya bersama segenap jajaran untuk melakukan pembaharuan supaya masyarakat pekerja bisa mendapatkan keamanan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

“Terbitnya PP itu diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan kerja, apalagi dalam 5 tahun terakhir kasusnya cenderung naik,” jelasnya.

Jad, ujar Agus, selain telah mendapakan jaminan dari Jamsostek juga perusahaan telah memberikan santunan tetapi yang perlu lebih rinci bagaimana warga masyarakat juga bisa mudah mendapatkan perhatian pada keselamatan kerja.

“Jadi, semua pihak terkait wajib memberi perhatian pada kasus tersebut, termasuk perhatian pada keselamatan dan kesehatan kerja,” ujarnya.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Januari 24, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: