Ombudsman dan Kompak Puji Kinerja PDAM Bandarmasih

Banjarmasin, KP – Presedium Komunitas Mahasiswa Perkotaan (Kompak) Kalsel maupun , Ombudsman mengaku bangga dengan kinerja PDAM Bandarmasih terutama dalam memberikan layanan masyarakat dibidang air bersih di ibu kota Propinsi Kalsel yang sudah mencapai 89 persen dan kedepan menuju 100 persen diatas rata-rata nasional.

Bahkan Ketua  Ombudsman Noorchalis Masjid maupun Ketua Presidum Kompak Kalsel H Agusfiannor juga mengaku salut dengan kinerja yanag sudah dilaksankana PDAM hingga mendapatkan pengakuan banyak pihak dan prestasi ini tentu saja harus dipertahankan, sehingga jika kenaikan tarif 10 persen yang dilaksankana ini diharapkan tak memberikan para pelanggan.

Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas yang difasilitasi Kompak Kalsel dan sejumlah mahasiswa juga pengamat, yang dilaksanakan di Hotel Batung Batulis Banjarmasin, Sabtu (29/12) yang menghadirikan pembicara Direktur Umum PDAM Bandarmasih Rahmatullah SE, juga Ketua Ombudsman  Noorchalis Masjid.

Menurut Noorchalis Masjid, kinerja PDAM secara umum dibanding dengan perusahaan daerah lainnya, apakah di Kalsel maupun di Indonesia, memang kinerja PDAM harus diakui dan memag bayak pretasi yang dihasilkan. Hal ini tentunya, bukan menjadi beban tetapi bagaimana bisa lebih memaju dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi.

Begitu juga pendapat Ketua Presidium Kompak Kalsel H Agusfiannor, selain memuji kinerja PDAM juga meminta supaya kedepan jika melakukan kenaikan tarif lebih dahulu dilakukan uji publik bersama kelompok LSM, karena keputusan untuk masyarakat ini harus lebih dahulu dilakukan uji publik meskipun sudah disetujui DPRD Kota maupun Forum Pelanggan.

“Meskipun undangan Diskusi kali ini tak dihadiri dari unsur Dewan tetapi saya berharap kedepan para wakil rakyat kritis dalam menyikapi masalah kenaikan tarif,’’ungkap Agusfianno yang dikenal cukup vokal ini.

Direktur Umum PDAM Bandarmasih H Rahmatullah SE mengatakan keputusan kenaikan tarif sebelum menjadi keputusan pucuk pimpinan Pemko Banjarmasin dalam hal ini Walikota, sudah terlebih dahulu dilaksanakna rapat dengan DPRD Kota dan juga telah dibahas oleh komisi dengan penyesuaian termasuk alasan dilakukan kenaikan tarif ini.

Namum, ujarnya, jika memang masih belum banyak dipahami, diharapkan hal ini dimaklumi. Karena bagaimanapun juga PDAM beban hutang yang menjadi kewajiban masih tinggi hingga 2018, untuk itulah dengan beban ini memang  tak ada pilihan lain kecuali harus menaikan tarif, dan memang sebuah pilihan yang kurang mengenakan, tetapi  harus dilakukan oleh PDAM, karena tahun 2012 memang beban hutang yang dibayar sebesar Rp12 miliar

Kemudian diharapkan dengan beban hutang ini bisa dimengurangi hutang, agar kedepan mengecil dan hal ini memang harus dilakukan, karena biaya operasional  dan biaya pemeliharaan pipa juga masih diperlukan dengan jumlah yang tak kecil, demikian Direktur Umum PDAM Bandarmasih H Rahmatullah yang mengakhiri dialognya yang didampingi Humas PDAM Dra Hj Siti Nursiah.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Januari 1, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: