Ratusan Miliar Dana Lembaga Donor Sanitasi Belum Dimanfaatkan

Banjarmasin, KP – Sekitar Rp750 miliar dana yang disediakan lembaga donor untuk penanganan sanitasi di Indonesia belum bisa dimanfaatkan maksimal oleh Kabupaten dan Kota, padahal dana tersebut sangat bermanfaat bagi perbaikan lingkungan.

Direktur Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin, Ir Muhamad Muhidin kepada {{wartawan]}, di Banjarmasin, Selasa (6/11) mengakui dana sebesar itu baru dari satu lembaga donor yakni dari negara Australia.

Padahal masih banyak lagi lembaga donor dari negara maju di dunia yang bersedia mengocorkan dana lebih besar lagi dari jumlah tersebut, bila pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia bersedia menangani sanitasi dengan baik.

Masalahnya, berbagai negara di dunia berkepentingan dengan lingkungan di Indonesia yang dikenal sebagai paru-paru dunia tersebut, oleh karenanya negara di sunia berharap Indonesia bisa mengelolalingkungan dengan baik.

Ia juga mengatakan, PD PAL Banjarmasin sendiri sudah memanfaatkan dana lembaga donor dari Australia tersebut baru Rp10 miliar, untuk melakukan penyambungan jaringan pengelolaan air limbah cair, khususnya bagi warga yang berpenghasilan rendah.

“Jumlah sambungan jaringan pengelolaan air limbah cair PD PAL Banjarmasin sekarang ini baru 5000 sambungan dan sebagian memanfaatkan dana bantuan hibah darilembaga donor tersebut,”katanya seraya menyebutkan dana itu benar-benar hibah bukan utang.

Jadi, katanya, kedepannya, PD PAL akan memanfaatkan dana lembaga donor tersebut hingga Rp25 miliar, agar jumlah sambungan pengelolaan air limbah cair rumah tangga bisa mencapai 15 ribu sambungan.

Khusus mengenai pemanfaatan dana lembaga donor oleh PD Pal itulah yang sekarang menjadi perhatian pemerintah kabupaten kota di tanah air, khususnya cara menyampaikan permohonan atau proposal ke lembaga donor tersebut serta cara pengelolaan limbah cair itu sendiri.

Oleh karena itu digelar pertemuan yang sedikitnya dihadiri 33 wali kota dan bupati serta perwakilan kabupaten di tanah air untuk membahas masalah san itasi itu dikaitkan dengan bagaimana memanfaatkan dana lembaga donor tersebut.

Pertemuan tersebut berlangsung di Banjarmasin 7-8 menghadirkan pihak Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Keuangan yang menyampaikan beberapa makalah mengenai hal tersebut, juga diakhiri penianjuan lapangan untuk menyaksikan sistim pengolahan air limbah yang telah diterapkan Pemko Banarmasin, demikian Muhamad Muhidin.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada November 20, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: