Pemko Ingin Temukan Kedua Tim Apresial

Pembebasan Gudang Lima

Banjarmasin, KP – Rencana Pemerintah Kota Banjarmasin melalui tim pengadaan lahan pembebasan gudang lima siap bertemu yang mengunakan tim apresial, diharapkan untuk bisa bertemu tim apresial (penaksir harga tanah) mereka dengan tim apresial yang ditunjuk warga pemilik lahan eks Gudang Lima Banjarmasin Selatan, dalam waktu dekat segera dilakukan.

“Insya Allah dalam minggu-minggu ini juga, tim apresial kedua pihak akan kita pertemukan,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdako Banjarmasin, anggota tim pengadaan lahan Pemko Banjarmasin, Drs H Khairul Saleh, kepada {[wartawan]},  Senin (5/11).

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut  dimungkinkan akan membahas perbedaan penaksiran harga lahan dilokasi yang nantinya akan dijadikan tempat pembangunan RS Pemko Banjarmasin itu.

“Kalau memang taksiran harga lahan mereka berbeda, tentu akan ada adu argumentasi yang nantinya disampaikan masing-masing tim apresial,” katanya.

Kemudian, ujar Khairul, terkait tanggal dan tempat pasti, kapan pertemuan akan dilakukan, pihaknya mengaku belum bisa mengungkapkan hal itu. “Karena kami juga masih menjajaki waktu dan tempat yang bisa disepakati,” ucapnya.

Dikatakan Khairul, sejauh ini pihak Pemko tetap menaksir harga lahan dikawasan Jalan RK Ilir tersebut dengan kisaran Rp1,3 juta permeter persegi. Tetapi bila dalam pertemuan tersebut, pihak pemilik lahan meminta harga lahan yang lebih dari ketentuan, maka bisa saja langkah penitipan uang ganti rugi ke Pengadilan (konsinasi) akan dilakukan.

“Tetapi itu sudah jalan terakhir, karena ini untuk kepentingan pembangunan Rumah sakit,” sebutnya.

Sebelumnya, pembebasan lahan untuk pembangunan RS tipe C dilahan eks Gudang Lima Jl RK Ilir Banjarmasin Selatan, berjalan alot pada negosiasi penentuan harga. Bahkan dalam hal ini, Pemko setempat mendapat tantangan adu tim apreasial alias tim penaksir harga tanah dari pemilik lahan.

Bahkan sampai sekarang ini masih dalam tahap negosiasi harga disana ada perbedaan jauh antara harga yang diajukan Pemko dengan keinginan pemilik lahan. “Pemko mengajukan harga Rp 1,1 juta permeternya, mereka minta Rp 2,4 juta permeternya, perbedaannya jauh sekali,” ujarnya.

Bahkan, katanya, Pemko mengaku, menentukan harga itu sudah bersandar pada ketentuan yang dianjurkan Tim Apresial independen yang ditunjuk pemerintah. Sedangkan pemilik lahan Gudang 5 juga mengaku memang menentukan harga itu sesuai arahan dari tim apresial yang mereka tunjuk secara pribadi.

Karena, ujarnya, lahan Gudang 5 yang hendak dibebaskan Pemko Banjarmasin untuk membangun RS milik Pemko ini luasnya sekitar 1,7 hektar berupa bukti kepemilikan HGB yang masih berlaku, sisanya lahan warga sekitar yang ingin dibebaskan Pemko pula. Sementara, Pemko menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan bagi pembangunan RS ini sebesar Rp31 miliar dari APBD tahun 2012 ini.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada November 20, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: