Cipta Karya Kembangan Septic Tank Komunal

Banjarmasin, KP – Menyusul banyak tinja yang mencemari lingkungan di Kota Banjarmasin, yang dikarenakan sistem pembuangan limbah cair masih belum dilaksanakan dengan baik,  Pemko Banjarmasin untuk menekan pencemaran tersebut dengan melakukan pembangunan septic tank komunal yang dibangun pemerintah.

“Kalau selama ini sebagian warga membuang air besar langsung ke sungai, sebagian lagi memang menggunakan WC atau jamban, tetapi tempat penampungannya tidak benar, hingga tinja merembes ke sungai untuk itulah progra pengembangan septic tank komunal digalakan,’’ungkap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Banjarmasin Ir H Fanani S kepada {[wartawan]}, di sela-sela pembukaan acara sosialisasi sanitasi, di Banjaramsin, Rabu (7/11).

Karena, ujarnya, dari jumlah tersebut hanya satu persen yang berhasil dibuatkan WC atau jamban yang benar hasil pembuatan pemerintah, kemudian empat persen lainnya berhasil dikelola oleh PD PAL.

Dengan demikian berarti 95 persen tinja manusia tersebut mencemari lingkungan, dan dampaknya bisa dirasakan dimana terjadi kontaminasi bakteri e -coli yang tinggi di air sungai Banjarmasin.

Padahal baku mutu kandungan bakteri e-coli hanya sekitar 200 ppm per liter, tetapi nyatanya di air sungai Banjarmasin sampai 5000 per liter bahkan saat tertentu mencapai 16 ribu ppm per liter.

Kemudian, katanya, tingginya bakteri e – coli tersebut menyebabkan air sungai di Banjarmasin tidak sehat, warga yang meminum air dengan kandungan bakteri demikian muda terkena penyakit diare, colera dan sebagainya.

Bahkan, dengan melihat kenyataan tersebut, maka sudah sewajarnya pemerintah memikirkan sanitasi yang baik di kota Banjarmasin termasuk kota-kota lain di tanar air.

Sebab bila hal tersebut dibiarkan tidak mustahil pencemaran bakteri e coli akan merajalela, seperti yang terjadi di jerman dimana banyak warga meninggal lantaran serangan bakteri tersebut, katanya.

Khusus untuk penanggulangan masalah tersebut, pemerintah melalui Departemen Pekerjaan Umum (DPU) akan mengumpulkan sedikitnya 33 kepala daerah seperti wali kota dan bupati untuk melakukan pertemuan di Banjarmasin guna membahas masalah pencemaran air limbah tersebut.

Sebab kondisi pencemaran tinja tersebut bukan hanya di Banjarmasin tetapi hampir merata di kota-kota lain di tanah air, ujar mantan Kepala PU Berabai.

Karena, ujarnya, Pemerintah Kota Banjarmasin mulai tahun 2012 kedepan mewajibkan seluruh pengembang perumahan di kota Banjarmasin, mulai menyediakan
fasilitas Pengelolaan Air Limbah (Pal) standar sesuai ketentuan undang-undang Sumber Daya Air (SDA).
“Ketentuan ini untuk menjaga stabilitas lingkungan dalam hal pemeliharaan air baku sehingga langkah untuk mempermudah proses itu dimulai dari pengembang perumahan, kedepan tak lagi dengan sistim coblok tetapi sudah terpusat dengan pipa,” demikian kata HM Fanani.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada November 20, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: