Audit Pasar Malabar Dilakukan Inspektorat

Banjarmasin, KP  – Menyusul diserahkannya pengelolaan pasar malabar dari pihak ke III yakni CV Putra Kalimantan, kepada Pemerintah Kota Banjarmasin pada 2011 lalu maka Pemko perlu melakukan audit terlebih dahulu.

“Audit ini untuk memperjelas aset berupa toko dan kios termasuk juga sarang burung yang dikembangkan disana,’’kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, Drs H Hermansyah kepada {[wartawan]}, belum lama ini.

Bahkan, katanya, pihaknya sudah siap mengambilalih pengelolaan pasar tersebut jika proses audit telah selesai dilakukan. Hal ini dilakukan untuk melakukan pendataan terhadap jumlah toko dan kios di pasar tersebut.

“ Kita  memang sudah lakukan pendataan terhadap toko dan kios disana karena selama ini dari toko dan kios disana,”ujar Herman.

Padahal, ketentuan itu dilakukan untuk memudahkan penentuan pajak yang dikenakan pada setiap toko tersebut dan masing-masing ada katagorinya, dan tiap lantai juga berbeda-beda,”jelasnya.

Selain itu, ujarnya, pihaknya juga telah mengecat pasar tersebut untuk revitaliasasi kemudian rencanannya akan mengatur sejumlah pengrajin dan pedagang batu akik serta para PKL sekitar di pasar tersebut.

Kabag Ekonomi Setdako Banjarmasin Dra H Markusin mengatakan, audit untuk pasar Malabar akan ditangani oleh pihak Inspektorat. Pertimbangan ini berdasarkan hasil keputusan bersama antara dinas pasar, dinas pendapatan, bagian hukum dan bagian aset bahwa pengelolaan pasar malabar pihak ke III tersebut yang dinilai harus ada audit meskipun dinilai tidak ada masalah krusial.

“Sehubungan selama ini Pasar Malabar juga masih dibawah  binaan pemkot sehingga dirasa cukup diaudit oleh Inspektorat.

Selain itu, Pemko juga ingin mengetahui dari segi aset pasar tersebut, apalagi sesuai  dengan Permendagri No 17 tahun 2007 bahwa dengan berakhirnya kerjasama dengan pihak ke III harus diaudit oleh aparat fungsional interen daerah yakni Inspektorat atau BPKP.

“Tetapi dengan data-data yang dikumpulkan oleh dinas pasar bahwa pasar malabar memiliki data lengkap maka Inspektor bersedia melakukan audit,”kata Markusin

Menurut Markusin lagi, audit pasar Malabar oleh  Inspektorat ini dipastikan juga tidak akan memakan biaya besar . Penilaian ini karena pihaknya bercermin dari pengalaman audit yang dilakukan pada aset lain yakni audit pasar Sentra Antasari yang cukup dengan anggaran Rp 200 jutaan. “Sehingga untuk audit ini kami menganggar biaya sekitar Rp 200 jutaan juga,”jelasnya.

Sebelum audit dilakukan pihaknya akan melaporkan kepada walikota dulu, jika ini disetujui maka audit akan diserahkan kepada inspektorat, demikian Markusin.

Sementara itu, Pasar malabar erhitungkan telah ditangani pihak ke III sejak 10 tahun lalu, namun dalam  kurun waktu tersebut, PAD dari pasar malabar tidak pernah masuk sebagai PAD kota Banjarmasin.(

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 30, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: