‘Razia’ Pembuang Sampah Sembarangan

[]Jangan Panas ‘Tahi Ayam’
Banjarmasin, KP – Rencana Pemko Banjarmasin menindak tegas pembuang sampah sembarangan per 1 November 2012, bahkan razia di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan.
Bahkan program Dinas Kebersihan dan Pertamanan, yang berkerjasama dengan Satpol PP ini diingatkan agar jangan sekedar panas-panas `tahi ayam’ saja, namun serius dalam penegakan Perda tentang penanganan dan tata cara pembuangan sampah, serta Perda tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3).
Apalagi, jika razia yang dilaksanakan disertai tindakan dan sikap tegas, berupa pemberian sanksi terhadap mereka yang melakukan pelanggaran, sebagaimana ketentuan ancaman yang diatur dalam Perda.
“Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan shock terapy, atau efek jera, sehingga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,’’ kata anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Ikhsan Wardani, SE kepada KP, Kamis (25/10), di Banjarmasin.
Menurutnya, salah satu kelemahan belum maksimalnya upaya penanganan permasalahan persampahan, adalah karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, dan juga secara tidak langsung, akibat lemahnya Pemko dalam menegakan Perda.
Padahal, setiap Perda yang dibuat, adalah untuk dilaksanakan dan mereka yang melakukan pelanggaran dikenakan sanksi tegas, sesuai ketentuan yang dituangkan dalam Perda.
Sebelumnya, Ikhsan Wardani mengungkapkan, berdasarkan pengamatan bahwa razia terhadap pembuangan sampah sembarangan ini, sebenarnya bukanlah hal pertama kali dilaksanakan Pemko.
“Namun seiring razia yang dilakukan itu, kita nyaris belum pernah mendengar masyarakat yang `ketangkaptangan’ membuang sampah sembarangan,’’ ujar anggota dewan lainnya.
Seperti, membuang sampah bukan pada tempatnya atau waktu yang telah ditentukan dikenakan sanksi tegas.
Kendati, langkah tegas Pemko Banjarmasin untuk menciptakan kota yang bersih, indah dan tertib bukanlah tanggung jawa Pemko semata, namun juga dituntut peran dan partisipasi seluruh masyarakat.
{ Harus Terprogram}
Hal senada juga dikemukakan Forum Kota Banjarmasin, Suryani Khair, yang menyambut positif razia, dalam kerangka menindak tegas terhadap warga yang membuang sampah sembarangan dan di luar jam ditentukan tersebut.
“Kalau bisa, razia harus dilaksanakan secara konsisten, jangan sekedar panas-panas ‘tahi sapi,’’ kata Ketua LSM Peduli Kota yang ditemui secara terpisah.
Suryani Khair menilai, jika program penanganan kebersihan yang dilakukan Pemko Banjarmasin selama ini, banyak yang bersifat simultan dan semaunya, sehingga sasaran dan tujuan yang diinginkan kurang mendapatkan hasil maksimal.

Semestinya, upaya penangangan kebersihan itu harusnya direncanakan secara terukur dan terprogram dengan baik. “Disamping tidak kalah pentingnya, upaya memberdayakan seluruh potensi masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan kota ini,’’ demikian kata Suryani Khair.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 29, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: