Studi Banding Pansus Raperda Terancam di Stop

Banjarmasin, KP – Ketua DPRD Banjarmasin, Abdul Gais menegaskan, akan menyetop keberangkatan studi banding keluar daerah. Khususnya terhadap Panitia Khusus (Pansus) yang  baru terbentuk dan diberi tugas  menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Penegasan  itu dikemukakan Abdul Gais, menyikapi terkesan lambannya pembahasan cukup banyaknya sejumlah  Raperda yang kini tengah digodok melalui Pansus dewan untuk ditetapkan dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

‘’Untuk sementara stop dulu studi banding yang dilaksanakan Pansus  dan saya tidak akan memberikan desposisi keberangkatan, jika sebelum Pansus yang sebelumnya sudah dibentuk dapat melaksanakan tugasnya menuntaskan sejumlah Raperda yang hingga ini masih belum juga selesai,’’ tandas Abdul Gais, kepada sejumlah wartawan, Kamis (18/10).

Sebelumnya dikemukakan, menyikapi belum tuntasnya penyusunan sejumlah Raperda  sebagai pimpinan dewan dirinya sudah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh ketua-ketua Pansus agar lebih mengintesipkan melakukan  pembahasan.

Adapun tujuan dan maksud dikeluarkannya surat ini tandasnya, tidak lain adalah sekedar mengingatkan sekaligus  memberikan semangat dan motifasi kepada seluruh Pansus penyusunan Raperda agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

‘’Jangan ketika diberit tugas sebagai anggota Pansus hanya  rajin saat  mengikuti studi banding atau kunjungan ke luar daerah ,’’ kata pimpinan dewan dari Partai Demokrat  ini.

Lebih jauh Abdul Gais  secara khusus meminta kepada anggota dewan  dari Partai Demokrat yang telah diberi tugas baik sebagai ketua maupun anggta Pansus menghimbau agar menghadiri setiap rapat yang digelar oleh Pansus penyusunan Raperda.

Harapan sama juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrasi DPRD Banjarmasin, Totok Hariyanto, SPd.  Seraya meminta   khususnya kepada anggota Pansus  yang tergabung dalam Fraksi Partai Demokrat agar lebih serius memperhatikan betapa pentingnya kehadiran ketika melakukan pembahasan Raperda.

Menurutnya, jikapun terpaksa berhalangan hadir untuk  mengikuti rapat Pansus yang dilaksanakan seyogianya harus menyampaikan permohonan ijin dan pemberitahuan sebelumnya.

Sekedar menjadi catatan,  dari sebanyak 36 buah Raperda yang dipersiapkan sesuai Program Legislasi daerah (Prolegda) tahun 2012 ,  DPRD Banjarmasin melalui Pansus yang dibentuk dan diberikan tugas penyusunan Raperda ternyata baru menyelasaikan sekitar 15 Raperda dan selanjutnya telah ditetapkan dan disahkan menjadi Perda.

Sementara yang hingga  kini masih belum  ditetapkan dan disahkan menjadi Perda sebanyak 12 Raperda. Salah satu penyebabnya lantaran   lambannya kinerja Pansus dalam melakukan pembahasan, padahal ada Raperda yang sudah diajukan hingga awal Januari lalu. .

Sedangkan  yang hingga kini belum diajukan sesuai Prolegda sebanyak 9 buah Raperda.

 

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 18, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: