Kerugian Akibat Pencemaran Air Rp 45,5 Triliun/Tahun

Banjarmasin, KP- Kerusakan lingkungan  ternyata menimbulkan dampak negatif luar biasa bagi kehidupan manusia. Betapa tidak, khusus untuk kerusakan terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) saja hingga berakibat tercemarnya air  yang terjadi hampir di seluruh Indonesia kerugian yang dialami  diperkirakan mencapai Rp 45,5 triliun pertahun.

‘’Besarnya kerugian akibat tercemarnya air sungai itu ditimbulkan mencakup pengeluaraan biaya kesehatan akibat berbagai penyakit, biaya penyediaan air bersih, hilangnya waktu prokduktif, kerugian akibat buruknya citra parawisata hingga tingginya angka kematian bayi,’’ kata Kepala Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Regional  Kalimantan, Ir Tuti Hendrawati Muntarsih, MPPPM.

Hal itu dikemukakan Tuti Hendrawati,  ketika berbicara di hadapan peserta pembekalan pemilihan duta lingkungan hidup dan pelatihan jurnalistik lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan Lingungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin, Kamis (19/10) kemarin.

Seraya sebelumnya mengemukakan, bahwa taksiran bersarnya kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran air sungai itu  berdasarkan penelitian Asian Devloment Bank tahun 2008.

Dijelaskan,  kerusakan lingkungan pada daerah Aliran Sungai (DAS) terjadi selain disebabkan  beradaan sungai tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, tapi secara umum terjadi akibat tidak diperhatikan dan terabaikannya aspek kelestarian lingkungan.

‘’Sebagai contoh dijadikan  sungai  sebagai tempat pembuangan sampah dan berbagai limbah yang membayakan,’’ ujar pakar lingkungan wanita paruh baya yang berkantor di Jalan Sudirman, Balikpapan (Kaltim) ini.

Lebih jauh berbicara dengan materi ‘Isu Lingkungan Hidup di Kalimantan, Tuti Hendrawati juga menyatakan keprihatinnya. Karena  hampir suluruh potensi

Sumber Daya Alam (SDA) di pulai terbesar ketiga di dunia ini ujarnya, telah mengalami degradasi.

Mulai kata Tuti Hendrawati,  terjadinya degradasi hutan sebagai dampak karena adanya penembangan hutan yang  dilakukan penebangan  baik secara legal maupuan illegal secara berlebihan.

Hinga eksploitasi pengerukan terhadap sumber daya alamnya lainnya seperti halnya maraknya pertambangan batubara  tanpa memperhatikan kelestarian  lingkungan dan dampak yang terjadi.

Seraya mengingatkan, jika  dalam beberapa tahun kedepan kedua  sumber daya alam tersebut terus-terus menerus dilakukan eksploitasi,  maka dalam beberapa tahun dipastikan terjadinya kerusakan lingkungan wilayah Kalimantan akan semakin bertambah parah.

Bayangkan saja kata Tuti Hendrawati,  Kalimantan yang dulunya sangat luas memiliki hutan, namun pada tahun 20020 berdasarkan perkiraan jika tidak dilakukan berbagai upaya antisipasi serta rehabilitasi, dipastikan hanya tinggal ujung-unjung saja lagi.

Padahal ancaman dampak  terhadap kerusakan sumber alam ini sungguh luar biasa, karena selain bisa menimbulkan  becana, tapi juga akan mengancam kepunahan ekologi margasatwa  yang ada di dalamnya.

‘’Sehingga menyadari agar lingkungan hidup  di Kalimantan ini tetap terjaga dan dapat tetap dilestarikan, tentunya harus ada  langkah-langkah pencegahan maupun pemulihan agar tetap mempunyai daya dukung dan daya tampung untuk kehidupan generasi mendatang,’’ kata  Ir Tuti Hendrawati Muntarsih.

 

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 18, 2012.

Satu Tanggapan to “Kerugian Akibat Pencemaran Air Rp 45,5 Triliun/Tahun”

  1. […] https://sijaka.wordpress.com/2012/10/18/kerugian-akibat-pencemaran-air-rp-455-triliuntahun/ […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: