Kejari Pastikan Kasus Sentra Antasari 2013 Selesai

Banjarmasin, KP – Pihak Kejaksanaan Negeri Banjarmasin, kayaknya tak ingin berlama-lama menangani kasus Pasar Sentra Antasari.  Bahkan Kejari  Firdaus Dewilmar SH, memastikan dan manargetkan 2013, kasus yang membawa investor  PT Giri Djaladhiwana, yang masih berhadapan dengan hukum tersebut, diharapkan bisa  diselesaikan.

Karena, ujar petinggi Kejaksaan Negeri Banjarmasin, usai dialog yang berthema sejauhmana efektifitas pembrantasan korupsi , dilihat dari prespektif pencegahan dan penindakan di Banjarmasin, di Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin, Kamis (11/10), Kejaksaan yang dipercaya sebagai pengacara negera diharapkan akan menyelamatkan aset Pemko Bajarmasin.

“Saat ini Kejaksaan Negeri masih, terus mencari solusi atau {[wen-wen solution)) dengan harapan aset Pemko yang nilainya miliaran yang dikerjasamakan dengan PT Giri Djaladhiwana  bisa diselesaikan dengan baik,’’ungkap  Kejari  Firdaus Dewilmar SH kepada [[wartawan]}, sebelum meninggalkan Aula Kayuh Baimabi Kota Banjarmasin.

Kepala BPKP Kalsel Edy Karim mengatakan pihaknya memang telah selesai melakukan audit yang diminta oleh Pemko Banjarmasin sebelum diselesaikan, agar mengetahui jumlah aset Pemko dan aset PT Giridhaladhiwana. Kemudian setelah ada kesimpulan barulah bisa ditentukan langkah, untuk menyelesaikan supaya Pemko bisa mengambil alih secara baik-baik dari aset PT Giridjaladhiwana la

“Keinginan Pemko itu kan melakukan audit, supaya tak salah langkah dan hasil audit pertama memang sudah diserahkan pada Pemko Banjarmasin kembali, dan kalau keinginan pihak Kejaksaan Negeri memang belum dilakukan audit kedua,’’ungkap Edy Karim.

Walikota Banjarmasin H Muhidin dalam dialog yang diprakarsi Kejaksaan Negeri Banjarmasin juga mengatakan sejak pihaknya dilantik sampai sekarang ini, terus pro aktip untuk menyelesaikan kasus Sentra Antasari yang menjadi warisan permasalahan hukum dan mencakup masyarakat banyak.

“Bersama tim hukum dan Kejaksaan sebagai pengacara negera, akhirnay diputusaka dan mendesak   untuk dilakukan audit, dan ternyata persoalnnya cukup banyak, karena harus diselesaikan melalui adendum dengan DPRD Kota Banjarmasin,’’ungkap Walikota.

Namun, ujar petinggi PAN Kalsel ini, setelah ada hasil audit, untuk mengambil langkah tentunya ada kewajiban PT GJW yang harus diselesaikan termasuk membayar denda R p1,3 miliar. Ternyata setelah dihubungai melalui pengacaranya, PT Giri tak sanggup menyelesaikan hingga sekarang inilah salah satu kendala unntuk menyelesaikan persialan kasus Sentra Antasari.

Ketua DPR Kota Banjarmasin Abdul Gais sangat mendukung langkah untuk menyelesaikan persoalan kasus Sentra Antasari. Namun sekarang ini saat Pemko yang ingin menyelesaikan kasus tersebut, masih  melakukan konsultasi Kejaksaan sebagai pengacara negera, sehingga pihak DPRD Kota Banjarmasin mendukung dan terus mendorong untuk menyelesaikan kasus Sentra Antasari bersama Kejaksaan supaya tak salah salah dalam mengambil sikap kedepan.

Pengamat hukum Unlam Banjarmasin DR M Effendi menyambut baik upaya kerjasama yang baik dengan aparat hukum dalam menekan kasus tindak pidana korupsi, karena bagaimanapun jangan sampai jumlah kasus korupsi terus bertambah setiap tahunnya.

Dialog semakin manarik manakala  wakil redpel sebah media Totok meminta aparat hukum khususnya Kejaksaan jangan mengulur-ngulur kasus hukum hanya ingin menjadikan calon pesakitan menjadi  {{ATM}} aparat hukum, karena kurang konsistensi di lingkungan mereka sendiri.

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Oktober 12, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: