Kesejahtraan Penghulu Belum Tersentuh

Banjarmasin, KP – Sampai sekarang ini kesejahteraan para penghulu masih belum tersentuh, Padahal, semua mengetahui, profesi penghulu yang bisa menghalalkan yang haram (menikahkan) tersebut cukup besar diperlukannnya dimasyarakat.
Namun, tanda jasa mereka itu ternyata selama ini terlupakan dan masih luput dari perhatian pemerintah, ungkap sejumlah penghulu yang hadir pada acara pertemuan penghulu se-Kota Banjarmasin dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Jumat (26/11) kemarin di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin.
Salah seorang penghulu HM Yusran Khatib (78) mengharapkan agar pemerintah mau memikirkan kesejahtraan mereka para penghulu desa yang membantu KUA tersebut kedepannya.
Sebab, ungkap penghulu yang bekerja di wilayah Basirih yang sudah hampir 34 tahun berprofesi sebagai penghulu tersebut, profesi yang mereka jalani sekarang ini hampir tidak ada mendapat bantuan maupun sumbangsih kesejahtraan dari pemerintah daerah maupun badan kementrian urusan agama sendiri.
“ Yang ada kita dapatkan hanya persenan yang diberikan mempelai atas menikahkannya Rp 30 ribu dari sebagian dana yang disetorkan ke-KUA, kalau honor atau bantuan apa saja namanya dari pemerintah daerah, tidak ada,” ujarnya kepada {[wartawan]}, Jumat (26/11).
Dikatakan memang dia mengetahui, bahwa pekerjaan yang mereka jalankan ini tida ada dianggarkan dalam APBD dan APBN, namun sekiranya ada secercah perhatian yang mau ditunjukkan Pemkot sebagai tanda keberadaan mereka.
Sebab, pekerjaan penghulu itu termasuk sangat dibutuhkan dimasyarakat, karena tidak hanya berguna mengawikan orang, namun terkadang juga menjadi media untuk orang yang mau berislah dalam perkawinan maupun lainnya.
“Kita memang harus berjiwa agamis dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi untuk menuntuk keridhaan Allah, biar tuhan saja nantinya yang membalas jerih payah kita ini,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Pemkot Banjarmasin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Drs H Zulfadli Gazali mengatakan, masalah ketiadaan honor yang dialami para penghulu desa tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan tim anggaran legeslatif bagaimana membantu kesejahtraan para penghulu-penghulu ini.
Sebab, ungkapnya, dulunya pernah dibantu, namun karena ada hal-hal yang tidak memperbolehkannya dan Pemkot mendapatkan teguran dari BPK, makanya kali ini kita siasati bagaimana sifatnya lagi untuk bisa membantu kesejahtraan itu.
“Sekarang yang penting kita pikirkan nantinya bagaimana kita bisa membantu kesejahtraan mereka ini, apakah sifatnya bantuan atau pembinaan. Karena ini masih ada waktu kurang lebih sebulan sebelum diketok penetapan anggaran,” ujarnya. Seraya menegaskan, Pemkot akan memperjuangkan ini.
Kasi Urusan Agama Islam dari Kementrian Agama Islam Kota Banjarmasin, HM Sofyan Helmi mengatakan, sangat merespon dan menyambut baik wacana Pemkot akan memperjuangkan honor kesejahtraan para penghulu desa tersebut. Karena Kementrian Agama disayangkan tidak bisa memberikan pasilitas penuh tugas yang mulia ini.
Dijelaskannya, kementrian Agama tidak bisa memberikan honor tersebut dialokasikan dari anggaran. Karena ada peraturan baru dari Kementrian Agama pusat, bahwa, arah kedepannya setiap penghulu pungsional harus dilengkapi NIP.
Sementara kendalanya sekarang, penerimaan pegawai untuk formasi dibidang tersebut masih belum disediakan.“ Itulah kesalahannya, kalau yang ada tidak bisa kita beri honor dana anggaran. Kendalanya lagi, karena mereka kebanyak berumur tua, makanya tidak memungkinkan lagi diangkat menjadi pegawai negeri,” pungkasnya. (vin)

Iklan

~ oleh Narti Kalimantan Post pada November 29, 2010.

Satu Tanggapan to “Kesejahtraan Penghulu Belum Tersentuh”

  1. sepertinya ini salah istilah, setelah saya membaca artikel ini, yang dimaksud mungkin pembantu penghulu, karena kalau penghulu harus pegawai negeri. yang kedua tugas penghulu bukan menghalalkan yang haram tetapi hanya sebagai pegawai pencatat nikah saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: