Yudhi Gapai Hasil Pembangunan di Multi Sektor

[] Refpleksi Kinerja Kota Banjarmasin 2009

KEBIJAKSANAAN pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin terus tetap bergelora. Itu barangkali yang tampak pada wajah Kota Banjarmasin saat ini, yang pada setiap dekade menunjukkan perubahan yang cukup drastis.

Begitu juga para pemimpinannya yang silih berganti memegang tampuk pimpinan, namun tetap satu tekad yakni memajukan kota dan mensejahterakan masyarakatnya. Demikian halnya yang dilakukan Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni, yang  saat ini telah memasuki tahun kelima di akhir kepemimpinannya, terus mengupayakan perubahan untuk menata dan mengubah wajah kota supaya tampak bersih, hijau, dan teratur.

Manakala menelusuri pembangunan yang dilaksanakan Walikota Yudhi ini ini memang sudah mulai terlihat hasilnya. Pembangunan secara fisik sudah mulai tampak dari usaha mewujudkan pembangunan rumah susun sewa, pembangunan tugu Km 6, pelayanan air bersih yang sudah mencapai 95 persen, pengelolaan air limbah sebagai wujud kebersihan lingkungan, perbaikan jalan lingkungan, usaha menata sungai dengan membangun siring, sampai menata pedagang kaki lima,  menata parkir, sampai Banjarmasin masuk 8 besar kota terbersih dari Korupsi.

Sosok pemimpinan yang diusung, hasil koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memang dihadapakan berbagai permasalahan yang cukup majemuk, masalah krusial secara bertahap, tetapi pelan-pelan mulai bisa diatasi untuk diselesaikan.

Misalnya masalah kemelut Lapangan Kamboja, rencana pembangunan SDN Simpang Ulin, pengelolaan sampah saat ini kondisinya TPA semakin mambaik dan hijau, berkurangnya bangunan liar, penataan lingkungan pemukiman, penambahan penghijauan, upaya peningkatan distribusi air bersih yang saat ini sedang membangun dua reservoir di Pengeran Hidayatullah, Banua Hayar dan, Mantuil Banjarmasin.

Masalah yang melingkupi kota Banjarmasin, lainnya adalah usaha pemerataan jaminan kesehatan yang masih terus , masalah pendidikan gratis yang belum merata, dan banyaknya pungutan, masih belum selesainya program komputerisasi SIAK On Line, parahnya kondisi jalan lingkungan maupun titian, masalah kepadatan penduduk dan kualitas kesejahteraan keluarga, PKL dan perparkiran, menjamurnya Gepeng/Anjal,lapangan Kamboja, Sentara Antasari, dan kemelut lainnya yang terpaksa diselesaikan dengan penegakan hukum.

Bahkan penggalian PAD yang belum optimal, bangunan kantor instansi dan kelurahan yang memprihatinankan, kondisi sungai dan bantaran sungai serta kawasan pinggiran yang  kurang menunjukan identitas sebagai kota sungai.

Melalui identifikasi majemuknya, problem krusial pemerintah kota, untuk menyelesaikannya terus berusaha untuk mengatasi persoalan tersebut. Bahkan program yang dilakukan terencana dan konseptual yang bertahap, dengan memberdayakan segala potensi yang ada. Mengingat hingga saat ini kita masih di hadapkan pada masalah fisik, yakni keterbatasan sumber daya dan sumber daya manusia sebagai penunjang utama pelaksana pembangunan di Banjarmasin.

Adapun penataan persoalan yang sudah mulai dapat diatasi meliputi penataan kawasan kumuh berupa pembangunan satu unit Rusunawa yang terletak di Komplek Ganda Magfirah, Kelayanan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan. Selanjutnya akhir tahun 2008 nanti direncanakan akan kembali dibangun rumah susun sewa tahap kedua, yang rencananya berlokasi tidak jauh dari bangunan tahap pertama, juga direncanakan akan dibangun 7 unit Rusunawa di beberapa wilayah yang berbeda dan upaya yang telah dilakukan juga mendapatkan penghargaan terbaik ke tiga dari Menteri PU untuk kategori kota besar se Indonesia dan terakhir dipenghujung tahun 2009 memperoleh penghargaan Perpamsi berupa {{award}} yang langsung diserahkan Dirjen Cipta Kayra di Batam diraih dalam bidang Kota Metropolitan yang memiliki pelanggan lebih dari 100 ribu dan penghargaan sebagai {{pioner percepatan pembangunan sanitasi Permukiman di Indonesia}} juga diserahkan Dirjen Cipta Karya di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Sedangkan peningkatan bentuk pelayanan kesehatan gratis dengan lahirnya Perda Nomor 5 tahun 2007, tentang pelaksanaan kesehatan gratis, dan program Jamkesmas yang dialokasikan dari APBD tahun 2008 sebesar Rp5,7 miliar dengan cakupan 32.937 jiwa warga kota Banjarmasin yang sepenuhnya mendapatkan dukungan APBD Kota, baik  kebijaksanaan maupun pengelolaan alokasi anggaran, bidang pendidikan juga mendapatkan alokasi yang cukup besar, peningkatan IMTQ dalam bidang tulis Al Quran maupun bidang lainnya juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota.

Sektor perhubungan upaya peningkatakan manajeman dan rekayasa lalu lintas mulai diperkenalkan penggunaan traffic sistim digital (count down) antara lain telah dipasang di empat jalan Lambung Mangkurat, Simpang Empat Jalan S Parman, Jalan Belitung, Simpang Empat Jalan Pengeran Antasari –Kolonel Sugiono, dan Jalan Simpang Tiga Jalan A Yani Km 6 {{sistim solar cell}} dan guna mendukung program hemat energi listrik, traffic light tersebut menggunakan led menggantikan lampu pijar.

Sedangkan sector pemerintahan di upayakan untuk mewujudkan pemerintah yang baik {{good governance}} dengan menerapkan paling tidak tiga hal pokok yakni peningkatan kemampuan aparatur agar lebih professional resposif, aktif dan kreaktif dalam pengembangan dan peningkatan kinerjanya, sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, tranpransi selalu menerapkan sistim keterbukaan dengan mitra kerja termasuk dengan pers.(narti)

Iklan

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Desember 30, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: