Banjarmasin Ingin Terbebas dari Polusi Limbah

Banjarmasin, KP – Upaya Pemko Banjarmasin untuk terus menekan pencemaran polusi limbah rumah tangga dan limbah pabrikan terus diupayakan. Hal ini terbukti dengan masih tingginya sistim pembuangan limbah kotoran manusia di tepi sungai ini menjadi tantangan pemerintah kota sendiri.

“Tidak bisa dipungkiri, tingginya tingkat produksi air limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga perkotaan semakin hari kalau tak dilakukan pengelolaan dengan baik sistim pipanisasi akan mengancam kesehatan masyarakat,’’ucap Walikota Banjarmasin HA Yudhi Wahyuni kepada {[wartawan]}, di sela-sala acara workshop pengelolaan air limbah permukiman di Hotel Roditha Banjarmasin, Senin (28/12).

Jadi, katanya,  kendati tidak terlalu membahayakan dibandingkan dengan limbah Rumah Sakit dan perusahaan kimia, tetapi limbah yang dihasilkan manusia sangat mempengaruhi tingkat kualitas hidup dan kesehatan warga sendiri, ditambah dengan buruknya Sanitasi yang ada.

Karenanya, ujar Yudhi Wahyuni, agar bisa menangani hal tersebut, dibutuhkan satu pola penanganan menyeluruh baik dimulai dari rumah tangga keluarga itu sendiri, maupun dari pihak Pemerintah dan pihak terkait lain yang peduli dengan lingkungan.

Bahkan, kata Walikita, kegiatan workshop ini merupakan komitmen antara pemerintah kota dengan masyarakat dalam rangka menumbuh kembangkan kemampuan bagi pemeliharaan lingkungan melalui pengelolaan air limbah pemukiman

Selain itu juga bagi PD PAL Pal Kota Banjarmaisn selaku pengelola dan operator mendapatkan masukan dan sarana untuk mendapatkan langkah menuju perusahaan yang profesional dan mampu memberikan pelayanan yang optimal agar lingkungan Kota Banjarmasin sehat, bebas pencemaran dan mampu melahirkan generasi yang sehat

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD Pal) Kota Banjarmasin Ir H Muhidin ST mengatakan dampak dari sanitasi yang buruk diperkirakan Banjarmasin mengalami kerugian 154 milyar pertahun atau 253 ribu per orang.

Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaraan masyarakat terutama terhadap program sanitasi terbukti masih banyaknya masyarakat yang Buang Air Besar (BAB) di sungai dan bahkan hampir seluruh masyarakat kota banjarmasin masih banyak membuang tinja di sungai

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan pemko menyediakan mck plus yang saat ini sudah tersebar di 15 titik dan juga penanganan dan pengelolaan air limbah di Kota Banjarmasin, menargetkan pelayanan kepada para pelanggan sebanyak 10000 sambungan pada akhir 2010.

Namun langkah ini tentu tidak akan bisa berjalan mulus, jika seluruh warga kota belum paham akan pentingnya pengelolaan air limbah. Karenanya dibutuhkan satu sosialisasi terus menerus, agar seluruh warga kota bisa peduli dan paham terhadap pentingnya pengeloaan air limbah.

“Masalah kita saat ini ada pada masyarakat, karena itu tergantung dari kesiapan mereka menerima program ini,” ujar Muhidin.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin Hj Hernawati Alwi Sahlan mengatakan limbah terbesar yang diproduksi berasal dari rumah tangga, karenanya pihak terus berupaya agar pemberdayaan wanita dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dan kebersihan bisa terus ditingkatkan.

Bahkan, katanya, para perempuan terutama anggota PKK setempat, bisa berperan aktif dalam upaya kesadaran, pengelolaaan lingkungan dan menjaga kebersihan, dengan mengolah limbah sendiri maupun melalui PD PAL.(vin)

Iklan

~ oleh Narti Kalimantan Post pada Desember 28, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: